← Beranda

Aksi Nyata Persebaya Surabaya! 18.213 Paket Donasi dari Bonek Mengalir, Bukti Solidaritas Agar Tragedi Anak di NTT Tak Terulang

Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 17 Februari 2026 | 23.02 WIB
Donasi alat tulis jadi bentuk nyata aksi Persebaya Surabaya dan Bonek untuk kepedulian kepada sesama. (Persebaya)

JawaPos.com — Total 18.213 paket donasi dari Bonek menjadi bukti solidaritas luar biasa agar tragedi memilukan di NTT tidak terulang. Dalam satu malam, ribuan suporter bergerak membawa harapan untuk anak-anak yang kesulitan memenuhi kebutuhan sekolahnya.

Suporter setia Persebaya Surabaya, Bonek dan Bonita, menggelar aksi sosial dengan mengumpulkan alat tulis serta perlengkapan sekolah untuk didonasikan kepada anak-anak kurang mampu.

Gerakan ini menjadi respons cepat atas kabar pilu dari Nusa Tenggara Timur yang menyentuh hati banyak orang.

Aksi donasi digelar bertepatan dengan laga pekan ke-21 yang mempertemukan Persebaya Surabaya melawan Bhayangkara Presisi Indonesia FC.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026), terasa berbeda dari biasanya.

Di tengah riuh dukungan untuk Green Force, para suporter datang bukan hanya membawa semangat tribun.

Mereka juga membawa buku tulis, pensil, bolpen, penggaris, hingga tas sekolah untuk dikumpulkan di booth Gate 2 dan 15 stadion.

Gerakan ini bermula dari viralnya kabar seorang pelajar di NTT yang kesulitan membeli buku dan pena. Hal ini akhirnya berujung tragedi kemanusiaan karena sang anak dilaporkan mengakhiri hidupnya sendiri.

Kisah tragis itu menggugah empati publik dan memantik inisiatif Persebaya Surabaya bersama Bonek dan Bonita untuk menggelar program donasi alat tulis saat laga kandang.

Respons suporter begitu luar biasa. Dalam satu malam, terkumpul 18.213 paket donasi yang terdiri dari 6.538 buku tulis, 11.561 alat tulis, serta 114 tas sekolah.

Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan simbol kepedulian. Setiap buku dan bolpoin membawa pesan kuat agar tidak ada lagi anak yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan perlengkapan sekolah.

Suasana di area pengumpulan donasi dipenuhi wajah-wajah penuh semangat.

Orang tua mengajak anak-anak mereka ikut menyerahkan langsung perlengkapan sekolah, menciptakan momen edukatif tentang arti berbagi sejak dini.

Aksi ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran sosial di tengah atmosfer pertandingan. Solidaritas terasa nyata ketika suporter dari berbagai komunitas datang dengan niat yang sama, membantu sesama tanpa pamrih.

Andika, salah seorang suporter Persebaya Surabaya, tampak antusias menyerahkan sejumlah perlengkapan tulis-menulis kepada petugas.

Ia datang bersama rekan-rekannya dengan membawa tas, 42 buku tulis, serta bolpoin untuk didonasikan.

“Kami dari Bonek Pandaan ingin mengapresiasi Persebaya, sekaligus terinspirasi dari adik-adik yang ada di luar daerah sana yang belum memiliki kesempatan untuk memiliki alat tulis dan tas,” pungkas Andika, suporter Persebaya Surabaya.

Harapannya sederhana, tidak ada lagi peristiwa memilukan seperti yang terjadi di NTT dan semakin banyak anak terbantu untuk menimba ilmu.

Dukungan serupa datang dari berbagai penjuru tribun. Banyak suporter mengaku tergerak setelah melihat kampanye yang digaungkan melalui media sosial.

“Kami membuat beberapa campaign di sosial media melalui sebuah video yang cukup menggugah perasaan penonton,” ujar Jonathan Yohvinno, Media Officer Persebaya Surabaya.

“Sampai hari ini kami masih menerima pesan bahkan masukan terkait donasi bagi pihak yang ingin berpartisipasi namun belum bisa hadir.”

“Tentunya kami dengan manajemen berupaya memastikan donasi tetap tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan.”

Menurut Jonathan, program donasi ini dirancang menyesuaikan kebutuhan anak-anak yang sedang memerlukan bantuan.

Jika tahun sebelumnya memberikan boneka, kali ini manajemen bersama suporter sepakat fokus pada peralatan tulis dan perlengkapan sekolah.

Langkah tersebut dipilih agar bantuan lebih tepat sasaran. Perlengkapan sekolah dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi anak-anak kurang mampu, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan akses terbatas.

Nantinya, seluruh alat tulis dan perlengkapan sekolah yang terkumpul akan disalurkan kepada anak-anak kurang mampu dan pihak yang membutuhkan.

Penyaluran tidak hanya menyasar Surabaya, tetapi juga wilayah lain yang memerlukan uluran tangan.

Gerakan ini memperlihatkan wajah lain sepak bola Indonesia. Di balik rivalitas dan tensi pertandingan, ada kekuatan solidaritas yang tumbuh dari tribun.

Aksi nyata Persebaya Surabaya dan Bonek menjadi contoh bagaimana klub dan suporter bisa bergerak bersama untuk isu kemanusiaan. Stadion bukan hanya ruang kompetisi, melainkan juga ruang berbagi dan menyebarkan empati.

Sebanyak 18.213 paket donasi yang terkumpul menjadi simbol kebersamaan yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Setiap kontribusi, sekecil apa pun, menyatu dalam semangat kolektif membantu anak-anak meraih pendidikan yang lebih layak.

Lebih dari sekadar angka, aksi ini meninggalkan pesan kuat bagi publik. Solidaritas bisa dimulai dari langkah sederhana, termasuk membawa satu buku tulis saat menonton pertandingan.

Aksi nyata Persebaya Surabaya dan Bonek mengumpulkan 18.213 paket donasi menjadi pengingat jika kepedulian sosial bisa lahir dari mana saja, termasuk dari tribun stadion.

Harapannya, tidak ada lagi tragedi memilukan di NTT maupun daerah lain hanya karena keterbatasan alat tulis dan perlengkapan sekolah.

EDITOR: Banu Adikara