← Beranda
Bernardo Tavares Bongkar Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Dikalahkan Bhayangkara FC
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 15 Februari 2026 | 15.26 WIB
Persebaya Surabaya harus mengakui ketangguhan Bhayangkara FC di GBT. (Persebaya)

JawaPos.com — “Kami lengah, selamat Bhayangkara FC!” menjadi kalimat yang paling menggambarkan sikap Bernardo Tavares usai laga panas di Stadion Gelora Bung Tomo. Pelatih Persebaya Surabaya itu langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya, menegaskan timnya tak boleh terlalu lama meratapi kekalahan.

Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC pada lanjutan Super League 2025/2026, Sabtu (14/2/2026) malam WIB. Bermain di hadapan ribuan Bonek, hasil itu terasa menyakitkan karena memutus catatan impresif 13 laga tanpa kekalahan.

Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo sebenarnya begitu membakar semangat Green Force sejak menit awal. Dukungan penuh suporter membuat laga berjalan dalam tensi tinggi dan penuh determinasi.

Nsepak, bola tak selalu berpihak pada tim yang mendominasi jalannya pertandingan. Bhayangkara Presisi Lampung FC tampil efektif dan mampu memaksimalkan peluang yang mereka miliki.

Baca Juga: Andhika Ramadhani Minta Maaf ke Bonek! Janji Bangkit di Tengah Masa Sulit Persebaya Surabaya

Gol semata wayang Persebaya Surabaya lahir dari kaki Mihailo Perovic pada menit ke-64. Gol tersebut sempat membangkitkan harapan untuk membalikkan keadaan di depan publik sendiri.

Selepas gol itu, tekanan demi tekanan dibangun oleh tuan rumah. Serangan terus mengalir, tetapi penyelesaian akhir belum cukup tajam untuk mengubah papan skor.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-2 untuk kemenangan tim tamu. Ribuan suporter yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo pun harus pulang dengan rasa kecewa.

Usai pertandingan, Bernardo Tavares menunjukkan sikap sportif dan penuh evaluasi. Ia tak mencari kambing hitam, melainkan mengakui efektivitas lawan sebagai pembeda utama.

“Selamat kepada Bhayangkara atas hasil ini. Mereka tidak memiliki banyak peluang, tetapi mampu memaksimalkan momen yang ada. Kami sedikit lengah pada situasi krusial dan itu menjadi pembeda,” ujar Tavares.

Baca Juga: Bungkap Persebaya, Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster Sudah Baca Situasi

Pengakuan tersebut mencerminkan evaluasi jujur dari pelatih asal Portugal itu. Ia menilai momen krusial yang gagal diantisipasi menjadi titik balik yang merugikan Persebaya Surabaya.

Meski kalah, Tavares tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. Terutama respons tim selepas turun minum yang dinilainya menunjukkan karakter kuat.

“Para pemain sudah berjuang maksimal dan menunjukkan karakter. Dalam sepakbola, situasi seperti ini harus diterima dengan lapang dada," jelasnya.

Pernyataan itu menjadi penegasan ruang ganti Persebaya Surabaya tak sedang runtuh oleh kekalahan. Justru semangat untuk bangkit terus digaungkan demi menjaga konsistensi di papan atas Super League 2025/2026.

Catatan 13 pertandingan tanpa kekalahan memang resmi terhenti. Namun rangkaian positif sebelumnya menjadi bukti kualitas dan mentalitas yang sudah dibangun sepanjang musim.

Bagi Tavares, kekalahan bukan akhir dari perjalanan. Ia menekankan pentingnya merespons hasil negatif dengan cara yang tepat agar tak berubah menjadi beban mental.

Kini perhatian langsung diarahkan ke laga selanjutnya menghadapi Persijap Jepara. Waktu pemulihan yang singkat membuat fokus dan konsentrasi harus segera dikembalikan.

“Kami harus segera bangkit, melupakan hasil ini, dan mengalihkan fokus untuk meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.

Baca Juga: Kalah Lawan Bhayangkara FC, Pelatih Bernardo Tavares Akui Pemain Persebaya Kurang Tenang

Pesan tersebut menjadi alarm bagi seluruh elemen tim. Tidak ada ruang untuk larut dalam kekecewaan jika ingin tetap bersaing di jalur juara.

Dari Bhayangkara Presisi Lampung FC juga menjadi pengingat pentingnya konsistensi sepanjang 90 menit. Sedikit kelengahan bisa berdampak besar, terutama dalam kompetisi yang ketat seperti Super League 2025/2026.

Persebaya Surabaya sejatinya tampil dengan semangat dan determinasi tinggi di hadapan pendukung sendiri. Namun efektivitas dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda di laga tersebut.

Tavares pun ingin momen ini menjadi bahan bakar motivasi bagi skuad Green Force. Ia percaya karakter timnya cukup kuat untuk bangkit lebih cepat.

Dalam sepak bola, jatuh dan bangkit adalah bagian dari proses panjang menuju prestasi. Persebaya Surabaya kini berada di fase pembuktian setelah rentetan hasil positif yang sempat mengangkat kepercayaan diri tim.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Tak Berdaya Tanpa Ernando Ari! Ternyata Ini Alasan Sang Kiper Absen Lawan Bhayangkara FC

Dukungan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo tetap menjadi energi besar yang tak tergantikan. Kekalahan kali ini diharapkan justru mempererat tekad untuk tampil lebih solid pada pertandingan berikutnya.

Persebaya Surabaya masih memiliki peluang besar untuk kembali ke jalur kemenangan. Syaratnya satu, belajar dari kelengahan dan menjaga fokus hingga detik terakhir.

Bernardo Tavares sudah memberi contoh lewat sikap tenang dan sportif selepas laga. Kini giliran para pemain menjawabnya di lapangan saat menghadapi Persijap Jepara.

“Kami lengah, selamat Bhayangkara FC!” menjadi refleksi singkat yang sarat makna dari sang pelatih. Dari kalimat itu pula, Persebaya Surabaya menatap laga berikutnya dengan tekad baru dan semangat yang tak boleh padam.

EDITOR: Edi Yulianto