← Beranda

Peringkat 5 Diajari Main Bola oleh Peringkat 8! Bhayangkara FC Tunjukkan Style Pragmatis ke Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 15 Februari 2026 | 05.54 WIB
Bhayangkara FC ajari cara main pragmatis Persebaya Surabaya. (BFC)

JawaPos.com — Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses mengajari Persebaya Surabaya cara bermain pragmatis di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat malam. Green Force dipaksa menyerah 1-2 pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/26, sekaligus menghentikan rekor 13 laga tak terkalahkan di kandang sendiri.

Hasil ini terasa menyesakkan bagi Persebaya Surabaya yang tampil dominan sejak awal laga. Namun, efektivitas dan ketenangan Bhayangkara menjadi pembeda nyata sepanjang 90 menit pertandingan.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persebaya Surabaya langsung memegang kendali permainan. Peluang hadir di menit pertama lewat tendangan bebas Gali Freitas yang mampu ditepis kiper lawan.

Menit ke-8, Bhayangkara gantian mengancam gawang Persebaya Surabaya. Sepakan Moussa Sidibe tepat ke gawang berhasil dihalau Andhika Ramadhani.

Kedua tim kemudian terlibat jual beli serangan dengan tempo cukup tinggi. Hingga menit 20, skor masih sama kuat 0-0 meski intensitas laga terus meningkat.

Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-25 saat Privat Mbarga mencetak gol pembuka. Tandukan tajamnya memanfaatkan tendangan bebas Moussa Sidibe mengubah skor menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Gol itu seperti menyengat semangat Persebaya Surabaya untuk segera membalas.

Menit ke-30, Rachmat Irianto mengancam lewat sundulan usai menerima umpan situasi bola mati dari Francisco Rivera, tetapi bola gagal menemui sasaran.

Bhayangkara tak sekadar bertahan dan menunggu. Menit ke-40, sepakan pojok Sidibe sempat membuat jantung publik GBT berdegup, meski lini belakang Persebaya Surabaya sigap mengamankan situasi.

Empat menit berselang, Milos Raickovic mendapatkan peluang emas dari luar kotak penalti tanpa pengawalan. Sepakan kerasnya melebar tipis di sisi gawang dan membuat peluang penyama kedudukan kembali sirna.

Alih-alih menyamakan skor, Persebaya Surabaya justru kembali kebobolan jelang turun minum. Menit 45+2, Sidibe mencetak gol kedua usai memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Green Force sehingga babak pertama berakhir 0-2.

Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares mencoba mengubah dinamika permainan. Catur Pamungkas dimasukkan menggantikan Koko Ari pada menit ke-45 untuk menambah daya dobrak serangan.

Sepuluh menit awal babak kedua menjadi milik Persebaya Surabaya sepenuhnya.

Bruno Moreira dan kolega menggempur pertahanan Bhayangkara, tetapi rapatnya organisasi lini belakang tim tamu membuat peluang selalu kandas.

Menit ke-52, Catur mencoba peruntungan lewat sepakan salto yang mengundang decak kagum. Namun, bola masih belum menemui sasaran dan tekanan Persebaya Surabaya belum membuahkan hasil konkret.

Dua menit kemudian, Raickovic kembali menebar ancaman. Sepakannya ditepis kiper Bhayangkara dan bola rebound gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Gali Freitas.

Raickovic lagi-lagi merepotkan pertahanan lawan pada menit ke-58 lewat aksi individunya. Usahanya hanya berbuah sepak pojok yang kemudian disambut tandukan Mihailo Perovic, tetapi bola melenceng tipis dari gawang.

Upaya tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64. Perovic menjebol gawang Bhayangkara lewat tendangan plecing keras memanfaatkan assist Gali Freitas dan skor berubah menjadi 1-2.

Tavares langsung melakukan penyegaran dengan menarik Bruno Moreira dan memasukkan Pedro Matos pada menit ke-65.

Persebaya Surabaya terus menekan untuk mencari gol penyama kedudukan di hadapan ribuan pendukungnya.

Menit ke-72, sepakan bebas Rivera sempat memberi harapan. Sayangnya, kiper Bhayangkara kembali tampil tenang dan mengamankan bola tanpa kesulitan berarti.

Tiga menit berselang, Rachmat Irianto memperoleh peluang emas dari situasi kemelut sepak pojok. Sepakan jarak dekatnya justru melambung di atas mistar dan membuat peluang emas kembali terbuang.

Bhayangkara tak sekadar bertahan total meski unggul tipis. Menit ke-78, Sidibe kembali memberi ancaman dan memaksa lini pertahanan Persebaya Surabaya bekerja keras menghalau serangan balik cepat.

Menit ke-80, Persebaya Surabaya memasukkan duo muda Alfan Suaib dan Dimas Wicaksono untuk menambah energi baru di lini depan.

Tavares bahkan memainkan strategi ‘joker’ dengan memasukkan Leo Lelis pada menit ke-85 sebagai penyerang darurat.

Namun hingga peluit akhir berbunyi, skor tetap bertahan 1-2. Green Force harus merelakan tim tamu membawa pulang poin penuh dari GBT lewat permainan pragmatis yang efektif.

Statistik memperlihatkan Persebaya Surabaya unggul dalam jumlah tembakan, yakni 14 percobaan dengan 3 tepat sasaran.

Sebaliknya, Bhayangkara hanya melepaskan 7 tembakan tetapi 5 di antaranya mengarah tepat ke gawang dengan akurasi 72 persen.

Penguasaan bola Persebaya Surabaya mencapai 52 persen dengan 302 total umpan dan akurasi 68 persen.

Namun efektivitas menjadi milik Bhayangkara yang tampil disiplin, mencatat 23 sapuan dan 21 intersep untuk meredam dominasi tuan rumah.

Persebaya Surabaya juga unggul dalam tendangan sudut dengan 10 kesempatan berbanding 4 milik Bhayangkara.

Meski begitu, catatan kehilangan bola yang minim dan pertahanan solid membuat tim peringkat 8 itu sukses mencuri kemenangan penting.

Kekalahan ini menjadi alarm bagi Persebaya Surabaya yang selama 13 laga sebelumnya tampil konsisten.

Bhayangkara memberi pelajaran berharga di GBT, kemenangan tak selalu ditentukan dominasi, tetapi oleh ketajaman dan kedewasaan membaca momentum.

EDITOR: Banu Adikara