← Beranda
Klasemen Persebaya Surabaya Usai Dikalahkan Bhayangkara FC: Gagal Tembus 4 Besar, Bonek Harus Ikhlas!
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 15 Februari 2026 | 04.22 WIB
Persebaya Surabaya gagal tembus empat besar Super League usai kalah dari Bhayangkara FC. (Persebaya)

JawaPos.com — Klasemen Persebaya Surabaya usai kalah dari Bhayangkara FC berubah drastis dan bikin Bonek harus menahan kecewa. Ambisi menembus empat besar Super League 2025/2026 gagal terwujud setelah Green Force tumbang 1-2 di kandang sendiri.

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu, 14 Februari 2026, Persebaya Surabaya sebenarnya datang dengan modal impresif. Catatan 13 laga unbeaten harus terhenti menyakitkan di hadapan publik sendiri.

Laga pekan ke-21 Super League itu langsung menyajikan tempo tinggi sejak awal babak pertama. Persebaya Surabaya mencoba menekan lewat Toni Firmansyah pada menit ke-4, tetapi sepakannya masih diblok bek lawan.

Bhayangkara FC tak tinggal diam dan mulai mengancam lewat Frengky Deaner Missa pada menit ke-20 meski tembakannya melenceng. Moises Wolschick juga ikut menciptakan peluang di menit yang sama untuk membuka ruang serangan.

Persebaya Surabaya membalas lewat Milos Raickovic pada menit ke-22, namun sepakan gelandang asing itu belum menemui sasaran.

Francisco Israel Rivera Davalos ikut berperan menciptakan peluang, tetapi lini depan belum cukup tajam.

Petaka datang pada menit ke-25 saat Henri Doumbia mencetak gol untuk Bhayangkara Presisi Lampung FC. Gol itu berawal dari assist Moussa Sidibe yang tampil agresif sejak awal pertandingan.

Henri Doumbia melepaskan tembakan tepat sasaran dan mengubah skor menjadi 0-1. Bhayangkara semakin percaya diri dan terus menekan pertahanan tuan rumah.

Moussa Sidibe kembali mengancam pada menit ke-27 lewat sepakan on target setelah menerima kreasi Jean Marie Privat Befolo Mbarga.

Laga makin panas dengan kartu kuning untuk T.M Ichsan dan Nehar Sadiki pada menit ke-28 dan 29.

Persebaya Surabaya mencoba bangkit lewat Mihailo Perovic di menit ke-30, namun tembakannya masih melenceng dari gawang Muchamad Aqil Savik. Francisco Rivera kembali menciptakan peluang, tetapi belum ada gol balasan.

Menjelang turun minum, tekanan Bhayangkara kembali membuahkan hasil. Pada menit 45+1, Moussa Sidibe mencetak gol kedua usai menerima assist Ryo Matsumura.

Gol tersebut membuat babak pertama ditutup dengan skor Persebaya Surabaya 0-2 Bhayangkara FC. Publik Gelora Bung Tomo sempat terdiam melihat tim kesayangannya tertinggal dua gol.

Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares melakukan perubahan dengan memasukkan Arief Catur Pamungkas menggantikan Koko Ari Araya.

Persebaya Surabaya langsung meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.

Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas sempat melepaskan tembakan yang diblok pada menit ke-49. Milos Raickovic juga mencatatkan shot on target di menit ke-54, tetapi belum mampu menaklukkan kiper lawan.

Risto Mitrevski dan Paulo Gali kembali mendapat peluang pada menit ke-54 dan 56, namun semuanya belum membuahkan gol. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, termasuk sepakan Bruno Moreira Soares yang masih melebar.

Gol yang dinanti akhirnya lahir pada menit ke-64 melalui Mihailo Perovic. Striker asing itu memanfaatkan assist Paulo Gali untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Gol tersebut sempat membakar semangat pemain dan suporter. Persebaya Surabaya terus menekan lewat Rachmat Irianto dan Milos Raickovic, tetapi penyelesaian akhir masih kurang maksimal.

Sejumlah pergantian pemain dilakukan kedua tim untuk menjaga intensitas.

Bhayangkara memasukkan Sani Rizki Fauzi dan Sho Yamamoto, sementara Persebaya Surabaya menurunkan Pedro Ricardo Rodrigues de Matos dan Dimas Wicaksono Putra Rahman.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-2 untuk kemenangan Bhayangkara FC. Kekalahan ini terasa pahit karena memutus tren positif sekaligus menghambat langkah di papan atas.

Dengan hasil tersebut, klasemen Persebaya Surabaya usai kalah dari Bhayangkara FC membuat mereka tertahan di posisi ke-5 dengan 35 poin.

Selisih lima angka dari Malut United di peringkat keempat tak berhasil dipangkas.

Di puncak klasemen, Persib Bandung memimpin dengan 47 poin, disusul Borneo Samarinda 46 poin dan Persija Jakarta 41 poin.

Malut United berada di posisi keempat dengan 40 poin, tepat di atas Persebaya Surabaya yang mengoleksi 35 poin.

Posisi berikutnya ditempati Persita dan PSIM Yogyakarta dengan 32 poin, lalu Bhayangkara Presisi Indonesia FC naik ke peringkat delapan dengan 29 poin. Bali United FC, Dewa United FC, dan Arema menguntit di papan tengah dengan raihan poin yang ketat.

Persaingan papan bawah juga tak kalah sengit dengan Persis Solo berada di dasar klasemen dengan 12 poin. Semen Padang dan Persijap Jepara sama-sama mengoleksi 15 poin dan masih berjuang keluar dari zona rawan.

Hasil ini jadi alarm keras bagi Persebaya Surabaya untuk segera bangkit di pekan berikutnya. Jika tak segera konsisten, peluang menembus empat besar Super League musim ini bisa semakin menjauh.

EDITOR: Banu Adikara