JawaPos.com–Rachmat Irianto si Tukang Jagal akhirnya buka suara jelang duel panas Persebaya Surabaya melawan Bhayangkara FC. Gelandang bertahan itu membongkar sihir pelatih Bernardo Tavares yang disebutnya membawa energi baru bagi tim di Super League 2025/2026.
Persebaya Surabaya di bawah Bernardo tavares sedang menikmati tren positif menjelang pekan ke-21. Performa menanjak itu menjadi modal penting saat menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2) malam.
Rachmat Irianto menegaskan kesiapan tim menghadapi laga krusial tersebut. Dia memastikan seluruh pemain Persebaya dalam kondisi siap tempur demi menjaga momentum kemenangan pada laga lanjutan super league.
”Intinya besok (14/2) kita berjuang untuk tiga poin,” kata dia.
Kalimat singkat itu menggambarkan fokus Persebaya Surabaya yang tak ingin terpeleset di kandang sendiri. Putra legenda sepak bola Indonesia Bejo Sugiantoro, itu memahami ancaman yang dibawa lawan. Bhayangkara patut diwaspadai karena mendatangkan pemain-pemain baru yang berkualitas.
Bagi Rachmat Irianto, duel ini bukan sekadar soal menjaga tren. Laga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC juga menjadi ujian konsistensi mental dan organisasi permainan Green Force.
Di balik grafik menanjak Persebaya Surabaya, ada sentuhan tangan dingin Bernardo Tavares. Kehadiran pelatih asal Portugal itu memberi warna berbeda dalam ruang ganti.
”Coach datang membawa motivasi dan semangat baru buat teman-teman,” tutur Rachmat Irianto.
Ucapan itu menjadi sinyal kuat pengaruh besar Tavares terhadap mental bertanding tim. Tak hanya soal taktik, Rachmat Irianto menilai perubahan terasa pada kepercayaan diri pemain. Atmosfer latihan disebut lebih hidup dan kompetitif dalam beberapa pekan terakhir.
Peran Rachmat Irianto sebagai gelandang bertahan kian vital di lini tengah Persebaya Surabaya. Julukan tukang jagal melekat karena gaya mainnya yang lugas dan tanpa kompromi saat memutus serangan lawan.
Musim ini dia sudah tampil dalam 16 pertandingan dengan total 1.114 menit bermain. Catatan expected goals (xG) mencapai 0,81 dengan torehan satu gol dari empat percobaan tembakan.
Akurasi umpannya menyentuh 88 persen, angka yang menunjukkan konsistensi distribusi bola dari lini kedua. Dia juga mencatat empat keypass yang membantu alur serangan tim tetap mengalir.
Dalam aspek menyerang, Rachmat Irianto melepaskan empat tembakan dengan satu di antaranya tepat sasaran. Akurasi tembakannya berada di angka 25 persen, ditambah sembilan percobaan dribel untuk membuka ruang.
Kontribusinya lebih terasa di sektor bertahan yang menjadi spesialisasinya. Dia mencatat sembilan tekel dengan empat di antaranya sukses menghentikan pergerakan lawan.
Tak hanya itu, 36 intersep dan 22 sapuan memperlihatkan insting membaca permainan yang kuat. Delapan blok tembakan dan 33 pemulihan bola mempertegas perannya sebagai tembok pertama di depan bek.
Dari sisi permainan tim, Rachmat Irianto sudah mengirim 403 umpan dengan 353 di antaranya sukses. Umpan silang tiga kali, tujuh umpan terobosan, dan lima umpan kepala menambah variasi kontribusinya.
Statistik itu menjelaskan mengapa dia selalu menjadi pilihan utama di lini tengah. Disiplin, konsisten, dan berani berduel membuatnya layak menyandang peran jangkar permainan.
Menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC, peran Rachmat Irianto diprediksi kembali krusial. Dia akan menjadi kunci memutus transisi cepat lawan sekaligus menjaga keseimbangan permainan Persebaya Surabaya.
Dukungan penuh publik Stadion Gelora Bung Tomo dipastikan menambah motivasi. Atmosfer kandang sering menjadi energi tambahan bagi Green Force saat menghadapi laga penting.
Tren positif di Super League 2025/2026 tak ingin terhenti di pekan ke-21. Tiga poin menjadi target mutlak demi menjaga posisi di papan atas dan menekan para pesaing.
Rachmat Irianto sadar sorotan akan tertuju padanya sebagai motor lini tengah. Namun dia memilih fokus pada kerja kolektif dan instruksi pelatih di lapangan.
Semangat baru yang dibawa Bernardo Tavares menjadi bahan bakar tambahan. Kombinasi motivasi, disiplin taktik, dan kerja keras diyakini menjadi sihir yang mengangkat performa Persebaya Surabaya.
Kini, publik Surabaya menanti pembuktian di atas lapangan. Apakah tukang jagal kembali tampil garang dan membawa Persebaya Surabaya menundukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC, jawabannya akan tersaji Sabtu (14/2) malam.