JawaPos.com — Manajemen Persebaya Surabaya berbenah dengarkan Bonek ubah lokasi tukar tiket lawan Bhayangkara FC. Keputusan cepat ini jadi bukti jika suara suporter mendapat tempat penting di tubuh klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut.
Di tengah tren positif di BRI Super League 2025/26, Persebaya Surabaya justru menghadapi tantangan nonteknis jelang laga pekan ke-21.
Green Force dijadwalkan menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (14/2/2026) malam.
Antusiasme tinggi Bonek untuk hadir langsung ke stadion memunculkan persoalan baru soal lokasi penukaran tiket.
Sejumlah suporter, khususnya dari luar kota, menyampaikan keberatan karena titik penukaran dinilai kurang strategis dan jauh dari Stadion Gelora Bung Tomo.
Respons cepat pun ditunjukkan manajemen Persebaya Surabaya.
Mereka memastikan tetap membuka penukaran tiket sesuai lokasi yang sudah dipilih saat pembelian, sekaligus memberi penegasan penting agar suporter tidak salah titik.
“Suara kalian kami dengar. Untuk penukaran tiket Persebaya vs Bhayangkara FC, tetap dilakukan di lokasi yang sudah Anda pilih saat pembelian. Datang sesuai titik masing-masing dan pastikan waktunya ya. Penukaran tiket gelang tidak tersedia di GBT. Sampai ketemu di stadion,” tulis Persebaya Surabaya.
Penegasan itu sekaligus menjadi jawaban atas protes yang sempat bergulir di kalangan Bonek. Manajemen ingin memastikan proses berjalan tertib tanpa menumpuk penukaran tiket di area stadion.
Sejumlah titik penukaran telah disiapkan untuk memudahkan akses suporter dari berbagai wilayah. Lokasi tersebut tersebar di Surabaya dan sekitarnya agar Bonek bisa memilih yang paling dekat dengan domisili masing-masing.
Berikut daftar lokasi penukaran tiket yang telah ditetapkan manajemen Persebaya Surabaya. Persebaya Store Komplek beralamat di Jl. Slamet No. 11, Surabaya dan menjadi salah satu titik favorit suporter di pusat kota.
Persebaya Store Semolo berada di Ruko Manyar Garden Regency, Jl. Nginden Semolo, Surabaya. Sementara Persebaya Store Sidoarjo melayani penukaran di Jl. Jenggolo No. 76, Sidoarjo untuk Bonek wilayah selatan.
Sentra Ekonomi Raci Pakal yang beralamat di Jl. Raya Raci, Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya juga masuk daftar titik penukaran resmi.
Persebaya Store SUTOS di Jl. Hayam Wuruk No. 6, Surabaya turut disiapkan sebagai opsi strategis.
Selain itu, Decathlon (Football Corner) di Pakuwon Mall Surabaya lantai 1, Kecamatan Wiyung, Surabaya, ikut melayani penukaran tiket.
Store Royal Plaza di Jl. Ahmad Yani No. 16-18, Lantai 1, Blok H3, Surabaya melengkapi pilihan titik bagi Bonek sisi timur dan selatan kota.
Kebijakan ini mendapat respons positif dari suporter. Banyak Bonek mengapresiasi langkah manajemen yang dinilai tidak anti kritik dan terbuka terhadap masukan.
“Nah ngunu.. Sakno sing tekan luar kota.. Suwun wes dirungokno,” ujar salah satu Bonek. Komentar itu menggambarkan rasa lega suporter luar kota yang kini merasa lebih diperhatikan.
“Suwun wes dirungokno,” ujar salah satu Bonek. Ucapan singkat itu menjadi simbol kedekatan emosional antara klub dan pendukungnya.
“Josjiss matursuwon,” ujar salah satu Bonek. Ekspresi sederhana tersebut menunjukkan dukungan moral yang tetap menyala menjelang laga penting.
“Nah yo ngene @officialpersebaya mempermudah Dulur2 sing Luar kota. Next time mugo-mugp iso tiap kota Jatim iso diberi titik penukaran tiketnya,” ujar salah satu Bonek.
Harapan itu membuka peluang perbaikan layanan ke depan agar semakin merata di berbagai daerah Jawa Timur.
“Salut, harus menghargai dan memperhatikan kepada fans terutama untuk yang luar kota,” ujar salah satu Bonek. Apresiasi itu mempertegas citra manajemen Persebaya Surabaya yang mau mendengar dan bergerak cepat.
Di balik polemik kecil soal lokasi tukar tiket, terselip pelajaran penting tentang komunikasi dua arah. Klub dan suporter tidak berjalan sendiri, melainkan saling menguatkan demi atmosfer pertandingan yang kondusif.
Langkah manajemen ini juga memperlihatkan keseriusan mereka mengelola pertandingan secara profesional. Tidak hanya fokus pada performa tim di lapangan, tetapi juga kenyamanan dan aksesibilitas bagi Bonek.
Persebaya Surabaya memang sedang berada dalam momentum positif di kompetisi musim ini. Dukungan penuh dari tribun Stadion Gelora Bung Tomo tentu menjadi energi tambahan saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Dengan distribusi titik penukaran tiket yang lebih terorganisasi, potensi penumpukan massa di stadion bisa ditekan. Hal itu penting demi keamanan, ketertiban, dan kelancaran laga pekan ke-21.
Keputusan mendengar kritik dan segera menyesuaikan kebijakan menjadi sinyal kuat kedewasaan organisasi.
Manajemen Persebaya Surabaya mendengarkan Bonek dengan mengubah titik penukaran tiket kini menjadi bukti nyata kolaborasi solid antara klub dan suporter.
Akhirnya, semua bermuara pada satu tujuan yang sama. Sabtu malam nanti, Green Force butuh dukungan penuh Bonek untuk menjaga tren positif dan mempersembahkan kemenangan di Stadion Gelora Bung Tomo.