← Beranda

3 Bintang Bhayangkara FC Bikin Bernardo Tavares Pusing! Persebaya Surabaya Waspada Ledakan Amunisi Baru Paul Munster

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 12 Februari 2026 | 21.04 WIB
Moussa Sidibe, Privat Mbarga, dan Sho Yamamoto jadi pemain anyar Bhayangkara FC yang diwaspadai Persebaya Surabaya. (BFC)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi ujian serius saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam.

Tiga bintang anyar Bhayangkara FC disebut-sebut bikin Bernardo Tavares pusing, sementara Persebaya Surabaya wajib waspada pada ledakan amunisi baru racikan Paul Munster.

Tren positif yang sedang dinikmati Persebaya Surabaya menjadi modal penting jelang laga krusial ini. Namun, pergerakan agresif Bhayangkara FC di bursa transfer paruh musim membuat atmosfer pertandingan makin panas.

Bernardo Tavares tak menutup mata terhadap kekuatan baru calon lawannya tersebut.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menilai Bhayangkara FC menjadi salah satu tim paling aktif dalam mendatangkan pemain pada putaran kedua musim ini.

“Saya rasa Bhayangkara FC adalah salah satu tim yang mendapatkan lebih banyak pemain di bursa transfer kali ini. Dan bukan hanya itu, ada pemain-pemain kunci dari klub lain," ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Menurutnya, bukan sekadar jumlah, kualitas pemain yang direkrut juga patut diperhitungkan. Beberapa di antaranya bahkan sudah terbukti menjadi tulang punggung di klub sebelumnya.

"Jika anda ingat, mereka merekrut Moussa Sidibe, yang sebelumnya merupakan pemain kunci di Persis Solo. Mereka juga merekrut Privat Mbarga yang sebelumnya bermain di Bali United,” ujar Bernardo Tavares.

“Mereka merekrut Yamamoto, dan pemain Jepang lainnya. Jadi mereka memiliki banyak pemain baru yang tidak perlu beradaptasi di Indonesia.”

Nama Moussa Sidibe, Privat Mbarga, dan Sho Yamamoto jelas masuk radar utama Persebaya Surabaya. Ketiganya dinilai mampu memberi warna baru sekaligus ancaman nyata di lini serang maupun lini tengah Bhayangkara FC.

Sidibe yang berposisi sebagai sayap kanan memiliki nilai pasar Rp 4,78 miliar dan dikenal eksplosif dalam duel satu lawan satu. Pengalamannya di kompetisi Indonesia membuat proses adaptasi bukan menjadi kendala berarti.

Privat Mbarga juga tak kalah berbahaya dengan nilai pasar Rp 4,35 miliar dan reputasi sebagai winger tajam. Kecepatan serta insting golnya kerap menjadi pembeda dalam laga-laga ketat.

Sementara Sho Yamamoto membawa dimensi berbeda di sektor sayap kiri maupun lini tengah. Pemain 29 tahun itu memiliki nilai pasar Rp 4,35 miliar dan sudah memahami atmosfer sepak bola nasional.

Bernardo Tavares pun mengingat pertemuan pertama kedua tim yang berakhir imbang. Hasil tersebut menjadi pengingat agar Persebaya Surabaya tak lengah sedikit pun.

"Sedangkan kami merekrut pemain yang membutuhkan adaptasi. Jadi mereka akan menjadi tim yang berbahaya,” pungkasnya.

“Jika Anda ingat, di pertemuan pertama kami bermain imbang 1-1 di sana. Hampir saja menang, tetapi kebobolan gol di perpanjangan waktu melalui lemparan ke dalam.”

Di sisi lain, Paul Munster justru diuntungkan dengan kehadiran enam pemain asing baru dalam skuadnya. Kedalaman tim meningkat signifikan dan memberi banyak opsi taktik jelang duel kontra Persebaya Surabaya.

Salah satu rekrutan yang paling disorot ialah Sho Yamamoto. Gelandang asal Jepang itu resmi diperkenalkan jelang laga melawan Borneo FC Samarinda pada pekan ke-20 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.

"Sho sekali lagi merupakan pemain berpengalaman di kompetisi ini. Saya pikir dia akan beradaptasi cepat dan membantu kami dalam menjalani putaran kedua musim ini," ujar pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster.

Sebelum berseragam Bhayangkara FC, Sho Yamamoto memperkuat Persis Solo sejak musim 2023. Ia juga pernah membela Persebaya Surabaya pada musim 2022/2023, sehingga laga di Gelora Bung Tomo bakal terasa emosional.

Sho menjadi rekrutan kelima Bhayangkara FC pada paruh musim ini. Sebelumnya, The Guardians sudah mendatangkan Bernard Henry Cedric Doumbia, Privat Mbarga, Moussa Sidibe, serta Alan Cardoso.

"Sho akan menjadi pemain yang penting di lini tengah kami. Saya harap ia dapat membantu kami di sisa liga," tambahnya.

Selain tiga nama yang paling disorot, Bhayangkara FC juga memiliki Ryo Matsumura yang berposisi sebagai gelandang serang dengan nilai pasar Rp 5,21 miliar.

Kehadirannya memperkaya variasi serangan sekaligus memperkuat kreativitas di lini tengah.

Henri Doumbia yang beroperasi sebagai depan tengah turut melengkapi komposisi lini serang. Sementara Alan Cardoso memberi tambahan kekuatan di sektor bek kiri dengan pengalaman yang mumpuni.

Total enam pemain baru tersebut membuat Bhayangkara FC tampil dengan wajah berbeda dibanding putaran pertama. Kombinasi pengalaman dan kualitas individu menjadi modal penting untuk mencuri poin di Surabaya.

Persebaya Surabaya tentu tak ingin tren positifnya terhenti di kandang sendiri. Dukungan penuh Bonek di Gelora Bung Tomo diharapkan menjadi energi tambahan untuk meredam agresivitas para bintang Bhayangkara FC.

Pertarungan taktik antara Bernardo Tavares dan Paul Munster pun menarik dinanti. Siapa mampu memaksimalkan momentum, dialah yang berpeluang besar keluar sebagai pemenang dalam duel panas Super League 2025/2026 ini.

EDITOR: Edi Yulianto