← Beranda
Teruskan Bisnis Orang Tua! Bintang Persebaya Surabaya Mikael Tata Ungkap Rencana Besar Usai Gantung Sepatu
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 12 Februari 2026 | 18.47 WIB
Mikael Tata sudah siapkan karier masa depannya usai dari dunia sepak bola. (Persebaya)

JawaPos.com — Bintang Persebaya Surabaya Mikael tata ungkap karier masa depan usai pensiun dari dunia sepak bola. Bek muda Persebaya Surabaya itu mulai menata langkah jauh sebelum peluit akhir kariernya benar-benar terdengar.

Mikael Alfredo Tata membuktikan mimpi tak harus berhenti di satu titik. Di tengah kesibukannya sebagai pemain Green Force, dia membuka lembaran baru sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta di Surabaya.

Pemain kelahiran Papua tersebut resmi mengambil Program Studi Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Keputusan itu lahir dari kesadaran panjang tentang pentingnya menyiapkan masa depan sejak dini.

Bagi Tata, sepak bola adalah gairah yang membesarkan namanya hingga ke level tim nasional. Namun pendidikan menjadi pondasi yang ingin dia kokohkan untuk kehidupan setelah pensiun nanti.

Ia paham usia produktif pesepak bola memiliki batas yang tak bisa ditawar. Sementara ilmu dan keterampilan manajerial bisa menjadi bekal seumur hidup, bahkan saat sorak sorai stadion tak lagi menyertainya.

“Kebetulan orang tua di Papua juga memiliki usaha, jadi saya tertarik mendalami ilmu bisnis,” ujar Tata. Kalimat itu menjadi penegas arah masa depannya yang tak hanya berputar di lapangan hijau.

Jurusan Manajemen dipilih karena dinilai paling relevan dengan rencana jangka panjangnya. Ia ingin memahami cara mengelola usaha secara profesional mulai dari perencanaan, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga membangun jaringan bisnis.

Tata tak ingin sekadar meneruskan usaha keluarga tanpa bekal ilmu yang memadai. Dia ingin hadir sebagai pelaku usaha yang paham sistem, strategi, dan tata kelola modern.

Baginya, sepak bola dan pendidikan bukan dua jalur yang saling berbenturan. Keduanya justru bisa berjalan beriringan selama ada komitmen dan manajemen waktu yang disiplin.

Tata mengaku tak terlalu khawatir membagi fokus antara latihan, pertandingan, dan kuliah. Kampus yang dipilihnya memiliki sistem fleksibel yang mendukung mahasiswa dengan karier profesional.

“Saya memang punya minat tinggi untuk pendidikan. Tapi saya juga butuh kampus dengan sistem yang fleksibel karena jadwal latihan dan pertandingan cukup padat,” tuturnya.

Lingkungan juga memberi pengaruh besar terhadap keputusannya melanjutkan pendidikan. Ia mengikuti jejak Malik Risaldi dan Koko Ari yang lebih dulu berkuliah di kampus yang sama.

Keberadaan rekan setim membuatnya merasa tak sendirian dalam menjalani peran ganda sebagai atlet dan mahasiswa. Dukungan tersebut menambah keyakinannya untuk konsisten menempuh pendidikan.

Di atas lapangan, kontribusi pemain 21 tahun itu juga terus berkembang musim ini. Ia mencatatkan delapan penampilan bersama Persebaya Surabaya, dua di antaranya sebagai starter.

Total 282 menit bermain menjadi bukti pelatih mulai memberi ruang lebih besar kepadanya. Kepercayaan itu dibalas dengan kerja keras dan kedisiplinan di setiap laga.

Secara statistik, Tata membukukan akurasi umpan 75 persen dari 86 percobaan umpan dengan 64 di antaranya sukses. Ia juga mencatat satu umpan kunci dan tiga dribel yang membantu variasi serangan tim.

Dalam aspek bertahan, kontribusinya cukup terasa meski menit bermain belum terlalu banyak.

Ia menorehkan tujuh tekel dengan tiga di antaranya sukses, delapan intersep, sepuluh sapuan, satu blok tembakan, serta enam pemulihan bola.

Catatan tersebut menunjukkan perannya sebagai bek yang aktif membaca permainan. Meski sempat menerima dua kartu kuning dan satu kartu merah, proses pendewasaan terus berjalan seiring pengalaman bertanding.

Tata juga mencatat lima pelanggaran dan sekali dilanggar sepanjang musim Super League 2025/2026. Detail statistik itu menggambarkan gaya mainnya yang agresif namun tetap berusaha disiplin.

Tak hanya bersinar di level klub, Tata sempat menjadi bagian dari Timnas Indonesia di Piala AFF 2024. Ia juga memperkuat Timnas U-23 dalam perjalanan menuju kualifikasi Piala Asia.

Pengalaman internasional tersebut memperkaya jam terbang dan mental bertandingnya. Hal itu menjadi modal penting untuk terus berkembang bersama Persebaya Surabaya.

Di usia yang masih sangat muda, Tata sudah memikirkan kehidupan setelah gantung sepatu. Ia ingin memastikan transisi dari pesepak bola ke pengusaha berjalan mulus tanpa kebingungan arah.

Rencana meneruskan bisnis orang tua di Papua menjadi motivasi tambahan setiap kali ia menjalani perkuliahan. Setiap materi tentang manajemen, keuangan, hingga pemasaran terasa relevan dengan mimpi jangka panjangnya.

Langkah Mikael Tata memberi pesan kuat bagi pesepak bola muda lainnya. Karier cemerlang di lapangan bisa sejalan dengan persiapan matang untuk masa depan.

Meneruskan usaha orang tua bagi Mikael Tata bukan sekadar wacana. Ia sudah memulainya hari ini, dari ruang kelas hingga rumput hijau Stadion Gelora Bung Tomo.

EDITOR: Edi Yulianto