← Beranda
Mauricio Souza Banjir Kritik! Dicap Miskin Taktik saat Persija Jakarta Tumbang dari Arema FC di GBK
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 10 Februari 2026 | 23.22 WIB
Persija Jakarta harus puas menelan kekalahan dari Arema FC di Gelora Bung Karno. (Persija)

JawaPos.com — Mauricio Souza banjir kritik usai Persija Jakarta kalah 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (8/2/2026) malam. Pelatih asal Brasil itu dicap miskin taktik setelah dominasi permainan Macan Kemayoran gagal berbuah gol dan justru berakhir dengan kekalahan menyakitkan.

Alih-alih tawa dan selebrasi, suasana muram menyelimuti skuad Persija seusai laga krusial tersebut. Target tiga poin demi menjaga jarak di jalur juara pupus di kandang sendiri, tepat di hadapan puluhan ribu pendukung setia.

Secara statistik, Persija tampil dominan sepanjang pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 72 persen. Namun, dominasi itu tak sejalan dengan efektivitas serangan yang seharusnya menjadi pembeda.

Arema FC justru tampil lebih sabar dan disiplin menunggu momentum. Dua gol telat yang dicetak Gabriel Costa pada menit ke-82 dan 90+11 menjadi pukulan telak bagi Persija.

Baca Juga: Pesan Perpisahan Ryo Matsumura ke Persija Jakarta, Ucap Terima Kasih Hingga Kenang Momen Bersama Thomas Doll

Mauricio Souza tak menutupi kekecewaannya atas hasil minor tersebut. Ia menilai timnya gagal memaksimalkan ruang yang sebenarnya sudah diidentifikasi sebelum pertandingan.

“Saya rasa kami tidak berhasil memanfaatkan ruang-ruang yang ditinggalkan Arema,” kata Mauricio usai laga.

“Kami sebenarnya sudah tahu ruang mana yang harus dieksplorasi, kami menerima bola di ruang-ruang itu, tetapi pengambilan keputusan dan aspek teknis benar-benar sedikit merugikan tim kami di babak pertama.”

Mauricio mengakui adanya perubahan signifikan di babak kedua setelah melakukan pergantian posisi pemain. Ia memindahkan Maxwell Souza dan memasukkan Alaeddine Ajaraie demi meningkatkan agresivitas serangan.

“Di babak kedua saya mengganti posisi Maxwell (Souza) dengan Alaeddine (Ajaraie),” lanjutnya. “Kami meningkat cukup banyak, kami menguasai permainan sepenuhnya.”

Menurut Mauricio, Arema hanya sesekali keluar dari tekanan melalui bola-bola panjang dan skema serangan balik. Persija disebutnya terus berada di area menyerang untuk mencari gol penyama kedudukan.

“Mereka hanya keluar lewat bola-bola panjang, mencoba mengeksplorasi serangan balik,” ucapnya. “Kami terus berada di area menyerang, mencari gol.”

Namun dominasi itu justru menjadi bumerang di menit-menit akhir pertandingan. Lemahnya transisi bertahan membuat Persija lengah dan harus membayar mahal lewat dua gol cepat Arema.

“Mungkin kami tidak cukup baik dalam menyerang sambil bertahan, dan akhirnya itu memungkinkan mereka melakukan serangan balik dan mencetak gol,” ujar Mauricio.

Ia tetap memuji performa tim di paruh kedua meski mengakui babak pertama jauh dari ekspektasi.

“Babak kedua dari tim kami sangat bagus, meskipun kami kebobolan,” katanya. “Namun, babak pertama memang jauh dari yang diharapkan.”

Di sisi lain, Dony Tri Pamungkas mencoba menenangkan situasi dengan menekankan pentingnya evaluasi. Pemain muda Persija itu menyebut seluruh skuad sudah bekerja keras meski hasil akhir tak sesuai harapan.

“Semua pemain sudah bekerja keras pada pertandingan hari ini, dan memang bukan hasil yang kami inginkan,” ujar Dony. Ia menegaskan tim harus segera bangkit dan fokus menatap laga berikutnya.

“Namun, kami harus terus bergerak maju,” lanjutnya. “Yang pasti, kami akan mengevaluasi apa yang perlu dievaluasi dan fokus pada pertandingan selanjutnya.”

Kekalahan ini memicu reaksi keras dari suporter Persija Jakarta. Media sosial dibanjiri kritik yang sebagian besar diarahkan langsung kepada Mauricio Souza.

Sebagian suporter mengakui gaya bermain ofensif Persija di era Mauricio cukup menghibur. Namun mereka menilai sang pelatih tak memiliki rencana cadangan saat strategi utama gagal berjalan.

“Sangat menyenangkan melihat permainan Persija yang sangat offensive di era Mauricio Souza,” tulis salah satu suporter.

“Namun jika strategi tidak bekerja, you should have a plan B, if a plan B doesn't work, u should have a plan C, cause good coach know how to win the game.”

Baca Juga: Perasaan Campur Aduk Maxwell, Sedih Persija Jakarta Kalah dari Arema FC tapi Senang Jadi Pemain Terbaik di Bulan Januari

Kritik singkat namun tajam juga bermunculan dari pendukung lainnya. “Evaluasi Coach,” tulis seorang suporter dengan nada tegas.

Ada pula suporter yang menilai taktik Persija sudah mudah dibaca oleh lawan. Kondisi itu disebut membuat tim kebingungan ketika permainan mulai terkunci.

“Sebenernya taktiknya udah kebaca tim lawan,” ujar salah satu suporter. “Ditambah ini pelatih kaga punya banyak taktik, sekalinya taktiknya kekunci, ga jalan ya dia bingung kudu ngapain lagi.”

Nada kritik semakin keras dengan munculnya penilaian ekstrem terhadap kualitas Mauricio Souza. “Pelatih minus taktik!,” tulis seorang suporter tanpa basa-basi.

Pergantian pemain yang dinilai terlambat juga menjadi sorotan utama. Beberapa pendukung menilai Mauricio terlalu sering menunggu hingga menit-menit akhir untuk melakukan perubahan signifikan.

“Mauricio Souza perlu dikritik, pergantian pemain selalu mengambil di posisi waktu menit2 terakhir,” tulis seorang suporter. Ia juga menyinggung kebutuhan akan pemain baru yang lebih sesuai dengan skema tim.

Kekalahan dari Arema FC ini menjadi ujian berat bagi Mauricio Souza di Persija Jakarta. Tekanan publik kian besar dan tuntutan pembuktian datang seiring ambisi klub untuk tetap berada di jalur juara.

Dengan jadwal kompetisi yang padat, Mauricio tak punya banyak waktu untuk merespons kritik. Jawaban terbaik hanya bisa diberikan lewat hasil positif di pertandingan selanjutnya.

EDITOR: Edi Yulianto