← Beranda
Beda dengan Mauricio Souza, Marcos Santos Bongkar Kronologi Keributan di Akhir Laga Persija vs Arema FC
Dimas Ramadhan WicaksanaSenin, 9 Februari 2026 | 17.31 WIB
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, memberikan penjelasan soal keributan yang terjadi pada akhir laga lawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (8/2). (Dok. Arema FC)

JawaPos.com - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, turut memberikan komentarnya mengenai keributan yang terjadi pada akhir laga melawan Persija Jakarta. Ia membeberkan kronologi versi Singo Edan, yang ternyata beda dengan penjelasan pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza.

Pertandingan besar antara Persija Jakarta vs Arema FC dalam pekan ke-20 Super League 2025/2026 berlangsung dengan tensi tinggi. Kedua tim beberapa kali terlibat kontak fisik dan juga adu mulut dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/2).

Bahkan, situasinya semakin memanas di akhir laga. Para pemain, pelatih, dan ofisial kedua tim terlibat keributan kecil yang cukup mencoreng duel klasik Persija vs Arema FC.

Pelatih kedua tim, Mauricio Souza (Persija) dan Marcos Santos (Arema FC), bahkan turut terlibat. Mereka terlihat adu mulut setelah pertandingan sebelum masuk ke dalam lorong menuju ruang ganti.

Marcos Santos mengatakan keributan itu bukan masalah besar. Tidak ada persoalan sebelumnya antara dirinya dan Mauricio Souza. Ia merasa emosi Souza sedang terguncang karena kekalahan yang dialami Persija.

"Tidak, saya rasa Mauricio sedang emosi. Saya rasa dia sedikit kurang rendah hati dalam kekalahan itu karena dia tidak perlu menekan pemain kami yang berada di bangku cadangan, kan?" katanya dalam jumpa pers pascalaga.

"Saya rasa dia sedikit kurang rendah hati dalam menerima kekalahan. Sesuatu yang, saat di Malang ketika kami kalah, saya menyapanya dan bersikap hormat sepanjang waktu," tambahnya.

Duel Persija vs Arema FC memang berakhir menyakitkan untuk kubu tuan rumah. Sebab, Macan Kemayoran sebenarnya tak inferior di hadapan Singo Edan.

Malah, Persija sempat berhasil mencetak gol lebih dulu pada pertengahan babak kedua. Tepatnya menit ke-77 lewat penyerang andalan Gustavo Almeida.

Mantan pemain Arema FC itu membobol gawang Singo Edan setelah memanfaatkan bola rebound hasil antisipasi tak sempurna Adi Satryo saat menggagalkan ancaman Maxwell Souxa.

Namun, gol tersebut dicek ulang oleh wasit Thoriq Alkatiri melalui Video Assistant Referee (VAR). Hasilnya, Maxwell kedapatan terjebak offside terlebih dahulu sebelum melepas tembakan sehingga gol dianulir.

Setelah gol dianulir, Persija dapat petaka besar. Arema FC secara luar biasa mampu mencetak dua gol saat laga menyisakan delapan menit di waktu normal. Kedua gol Singo Edan dicatatkan atas nama Gabriel Silva pada menit ke-82 dan ke-90+11.

Ini menjadi kekalahan pertama yang ditelan oleh Persija Jakarta di kandang sendiri. Sebelumnya, Macan Kemayoran tak pernah gagal dapat poin saat tampil di hadapan pendukungnya.

Lebih lanjut, Santos menegaskan bahwa Souza adalah pelatih bagus baik secara kemampuan dan juga personal. Dia pun tak ragu memuji kompatriotnya yang juga dari Brasil.

"Saya ingin menekankan bahwa Maurício adalah pelatih hebat, orang hebat, saya rasa itu hanya momen kekalahan. Dia adalah pelatih hebat, orang hebat, dan itu adalah momen kekalahan," jelasnya.

Kronologi keributan Persija vs Arema FC yang dilontarkan oleh Santos ini berbeda dengan Souza. Pelatih Persija di kesempatan yang sama mengatakan bahwa kejadian itu muncul gara-gara selebrasi Gabriel Silva yang menurutnya memprovokasi pemain Macan Kemayoran di bangku cadangan.

Selain itu, Marcos Santos disebut oleh Souza turut jadi pemantik keributan. Pelatih Arema FC itu dianggap berlagak di hadapan tim pelatih dan pemain Persija.

EDITOR: Edi Yulianto