JawaPos.com - Mihailo Perovic yang cetak gol bagi Persebaya Surabaya dan ungguli Bali United 0-1 di babak pertama menjadi cerita utama duel panas pekan ke-20 Super League 2025/2026.
Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026), Persebaya Surabaya tampil disiplin dan efektif untuk menutup babak pertama dengan keunggulan tipis.
Sejak peluit awal, tempo pertandingan langsung tinggi dengan Persebaya Surabaya berani menekan lebih dulu. Pada menit ke-3, Leonardo Silva Lelis dan Francisco Israel Rivera Davalos langsung mengancam, meski peluang tersebut belum berbuah gol.
Bali United tak tinggal diam dan mencoba merespons cepat lewat Teppei Yachida serta Tim Charles Pieter Receveur pada menit ke-7. Sayangnya, dua peluang awal Serdadu Tridatu masih mampu dipatahkan barisan pertahanan Green Force.
Persebaya Surabaya kembali mengambil alih kontrol permainan pada menit ke-10 hingga 11 melalui Dimas Wicaksono Putra Rahman dan Mihailo Perovic. Penyerang asal Montenegro itu mencatatkan shot on target pertamanya setelah menerima kreasi peluang dari Risto Mitrevski.
Tekanan beruntun tim tamu berlanjut di menit ke-16 dan 17 lewat Rivera Davalos serta Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas.
Di tengah intensitas permainan tinggi, Pedro Ricardo Rodrigues de Matos harus menerima kartu kuning pada menit ke-17.
Bali United mencoba keluar dari tekanan lewat Boris Kopitovic dan Teppei Yachida pada menit ke-19. Namun, akurasi penyelesaian akhir kembali menjadi kendala tuan rumah untuk menyamakan kedudukan.
Momentum krusial akhirnya hadir pada menit ke-25 yang mengubah jalannya babak pertama. Mihailo Perovic mencatatkan namanya di papan skor setelah melepas tembakan tepat sasaran yang tak mampu dibendung Mike Hauptmeijer.
Gol tersebut lahir dari situasi penuh determinasi, di mana Perovic tetap bermain meski mengalami benturan keras hingga kepalanya berdarah. Dengan kondisi kepala bocor, striker Persebaya Surabaya itu menunjukkan mental baja dan merayakan gol penuh emosi.
Setelah gol pembuka tercipta, Persebaya Surabaya semakin percaya diri mengontrol ritme permainan. Rivera Davalos kembali mendapat peluang pada menit ke-26, tetapi tembakannya masih bisa diblok lini belakang Bali United.
Bali United merespons lewat rentetan peluang pada menit ke-28 melalui Mirza Mustafic dan Rahmat Arjuna Reski. Dua shot on target tersebut memaksa Ernando Ari Sutaryadi bekerja ekstra menjaga gawang Persebaya Surabaya tetap aman.
Perubahan terpaksa dilakukan Bali United pada menit ke-31 dengan menarik Mirza Mustafic dan memasukkan Jordy Dennis Bruijn. Pergantian ini dimaksudkan untuk menambah variasi serangan dari lini kedua.
Nasib berbeda dialami Persebaya Surabaya pada menit ke-39 ketika Mihailo Perovic harus ditarik keluar lapangan. Malik Risaldi masuk menggantikan sang pencetak gol yang tak bisa melanjutkan laga akibat cedera kepala.
Menjelang akhir babak pertama, Bali United kembali menekan melalui Yusuf Meilana Fuad Burhani pada menit ke-40. Namun, sepakan tersebut masih melenceng dan gagal mengubah skor.
Persebaya Surabaya nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-42 lewat Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas. Peluang itu tercipta berkat kreasi Rivera Davalos, tetapi Mike Hauptmeijer masih mampu mengamankan gawangnya.
Tambahan waktu lima menit memberikan kesempatan terakhir bagi kedua tim. Jordy Dennis Bruijn dan Joao Vitor Ferrari Silva mencoba peruntungan pada menit 45+1 dan 45+5, namun belum menemui sasaran.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama, skor Bali United 0-1 Persebaya Surabaya tetap bertahan. Gol tunggal Mihailo Perovic menjadi pembeda dalam duel sarat tensi tersebut.
Persebaya Surabaya tampil solid dengan formasi seimbang yang dikomandoi Ernando Ari di bawah mistar. Lini belakang yang diisi Jefferson Junio Antonio Da Silva, Leonardo Silva Lelis, Risto Mitrevski, dan Arief Catur Pamungkas tampil disiplin.
Di lini tengah, peran Rachmat Irianto dan Pedro Ricardo Rodrigues De Matos cukup krusial dalam menjaga aliran bola. Sementara Bali United mengandalkan kreativitas Thijmen Goppel, Teppei Yachida, dan Mirza Mustafic sebelum diganti.
Keunggulan ini menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya untuk menghadapi babak kedua. Sementara Bali United harus segera menemukan solusi untuk membongkar pertahanan rapat tim tamu.
Babak pertama menegaskan betapa detail kecil bisa menentukan hasil pertandingan. Kepala bocor Perovic bukan sekadar cerita heroik, tetapi simbol perjuangan Persebaya Surabaya di Gianyar.