← Beranda

Johnny Jansen Blak-blakan! Bali United Kantongi Kelemahan Transisi Cepat Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 7 Februari 2026 | 02.39 WIB
Johnny Jansen waspada Persebaya Surabaya meledak saat tandang ke markas Bali United. (Dok. Bali United)

JawaPos.com - Johnny Jansen blak-blakan jelang duel panas Bali United kontra Persebaya Surabaya. Pelatih asal Belanda itu mengaku sudah mengantongi kelemahan utama permainan cepat tim tamu yang kerap mengandalkan transisi menyerang.

Laga Bali United melawan Persebaya Surabaya akan tersaji pada pekan ke-20 Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (7/2/2026) pukul 19.00 WIB.

Duel ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua tim papan atas dengan karakter permainan berbeda. Bali United dikenal rapi dalam penguasaan bola, sementara Persebaya Surabaya identik dengan serangan balik cepat.

Baca Juga: Duet Gundul Persebaya Surabaya Tak Gentar Hadapi Ancaman Bali United, Ricky Fajrin Minta Tim Fokus

Johnny Jansen secara terbuka menyebut sudah mempelajari gaya bermain Persebaya Surabaya. Ia menilai Bernardo Tavares sebagai pelatih yang memiliki rencana permainan jelas dan terstruktur.

“Dia (Bernardo) punya rencana yang jelas untuk bermain, dia bagus dalam taktik transisi,” kata Johnny Jansen di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat. Pernyataan itu menegaskan respek sekaligus kewaspadaan Bali United terhadap lawannya.

Johnny juga mengungkapkan sudah membaca pola pergerakan Persebaya Surabaya yang kerap memanfaatkan ruang kosong. Tim berjuluk Green Force dikenal cepat mengalirkan bola dari bertahan ke menyerang.

Menurut Johnny, serangan balik cepat Persebaya Surabaya sering membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Counter attack yang mereka lakukan bisa memutus ritme penguasaan bola tim lawan.

Kondisi tersebut membuat Bali United harus ekstra hati-hati saat kehilangan bola. Johnny menegaskan timnya tidak boleh lengah, terutama saat transisi bertahan.

Untuk menghadapi ancaman itu, Johnny mengaku sudah menyiapkan pendekatan khusus. Ia memastikan Bali United tidak akan bermain terburu-buru dan tetap disiplin menjaga struktur permainan.

“Pertandingan besok bakal menjadi laga yang berat,” imbuhnya. Kalimat singkat itu mencerminkan keseriusan Johnny menatap laga penting ini.

Atmosfer pertandingan dipastikan panas karena ada latar belakang pertemuan sebelumnya. Pada putaran pertama, Bali United harus menelan kekalahan pahit dengan kebobolan lima gol saat bertandang ke Surabaya.

Skor 5-2 tersebut masih membekas di benak skuad Bali United. Kekalahan itu menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih solid di hadapan pendukung sendiri. Johnny menilai kedua tim akan tampil ngotot sejak menit awal. Tidak ada ruang untuk bermain santai karena posisi klasemen masih sangat terbuka.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Usung Misi Jungkalkan Bali United! Magis Bernardo Tavares Dinantikan Bonek

Bali United saat ini berada di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan 28 poin. Posisi itu membuat mereka wajib menang jika ingin terus bersaing di papan atas. Sementara itu, Persebaya Surabaya bertengger di posisi kelima dengan koleksi 32 poin. Selisih poin yang tidak terlalu jauh membuat laga ini bernilai enam angka.

Kabar absennya dua pemain asing Persebaya Surabaya menjadi perhatian tersendiri. Bruno Moreira dan Milos Raickovic dipastikan tidak tampil karena akumulasi kartu. Absennya dua nama tersebut dinilai bisa menguntungkan Bali United. Namun, Johnny memilih tidak terlena dengan situasi itu.

Pelatih Bali United tersebut menegaskan fokus utamanya tetap pada permainan tim sendiri. Ia yakin Bernardo Tavares memiliki banyak opsi pemain lain yang tak kalah berbahaya.

Johnny menilai Persebaya Surabaya tetap memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Kehilangan satu atau dua pemain tidak serta-merta mengubah karakter permainan mereka.

Bali United diperkirakan tetap tampil agresif sejak awal laga. Dukungan suporter di Stadion Dipta menjadi faktor penting untuk menjaga intensitas permainan.

Johnny berharap para pemainnya bisa belajar dari kesalahan di pertemuan pertama. Disiplin saat bertahan dan efektivitas saat menyerang menjadi kunci utama. Ia juga menekankan pentingnya pengambilan keputusan yang tepat di lapangan. Kesalahan kecil bisa langsung dihukum oleh Persebaya Surabaya lewat transisi cepat.

Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Laga ini juga menjadi ajang pembuktian Bali United untuk bangkit dari hasil buruk sebelumnya. Johnny ingin timnya tampil lebih dewasa dan sabar. Ia menilai kontrol emosi akan sangat menentukan jalannya pertandingan.

Dengan persiapan matang dan analisis mendalam, Bali United siap menghadapi tantangan berat. Johnny Jansen berharap kelemahan transisi cepat Persebaya Surabaya bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Jika strategi berjalan sesuai rencana, Bali United berpeluang besar meraih hasil positif. Stadion Dipta pun diharapkan kembali menjadi benteng kokoh bagi tim Pulau Dewata.

EDITOR: Hendra