JawaPos.com - Kehadiran duet “gundul” di jantung pertahanan Persebaya Surabaya memberi rasa aman yang signifikan bagi lini tengah dan depan untuk bermain lebih agresif jelang hadapi Bali United di pekan ke-20 Super League 2025/2026.
Risto Mitrevski mencatatkan 10 penampilan dengan 1 gol, 1 save, 9 tekel, 34 intersep, dan 53 sapuan, sementara Leo Lelis tampil dalam 13 laga dengan torehan 2 gol, 1 save, 9 tekel, 30 intersep, dan 60 sapuan.
Catatan 113 sapuan dari dua bek tengah ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan konsistensi dan determinasi yang terus terjaga dari laga ke laga. Ketangguhan mereka membuat Persebaya Surabaya semakin sulit ditembus, sekaligus memberi kepercayaan diri lebih bagi rekan-rekan di sektor lain lapangan.
Baca Juga: Duo Gundul Jadi Jimat Persebaya Surabaya! Leo Lelis Bongkar Rahasia Gacor Bareng Risto Mitrevski
Dalam lima pertandingan terakhir saat Leo dan Risto selalu menjadi starter, Persebaya Surabaya mencatatkan dua clean sheet dan hanya kebobolan dua gol. Statistik tersebut memperlihatkan betapa stabilnya lini belakang Green Force sejak duet ini benar-benar menyatu dalam satu ritme permainan.
Kekompakan di lini pertahanan juga tak lepas dari dukungan lini tengah dan sisi sayap pertahanan yang bekerja selaras. Toni Firmansyah dan Milos Raickovic menjadi penyeimbang di tengah, sementara Jefferson Silva serta Catur Pamungkas rajin menutup ruang di sektor fullback.
Leo Lelis mengakui kerja sama mereka berkembang pesat seiring waktu bermain yang terus bertambah. Bek asal Brasil itu menilai pemahaman antarpemain kini semakin matang dan berdampak langsung pada organisasi bertahan tim.
“Kami merasa chemistry semakin membaik dari pertandingan ke pertandingan. Sekarang kami lebih memahami pergerakan satu sama lain, dan itu membuat lini pertahanan menjadi lebih kompak dan terorganisasi,” ujar Leo Lelis.
Menurut Leo, kunci utama kekuatan duetnya bersama Risto terletak pada komunikasi yang terjaga sepanjang pertandingan. Konsistensi sikap dan fokus juga menjadi fondasi agar performa stabil bisa terus dipertahankan.
“Komunikasi dan konsistensi sangat penting. Kami banyak berbicara di dalam pertandingan, saling membantu, dan mencoba menjaga mentalitas yang sama di setiap laga. Semakin sering kami bermain bersama, kerja sama ini terasa semakin natural,” lanjutnya.
Kedekatan Leo dan Risto tak hanya terlihat di lapangan, tetapi juga di luar pertandingan. Hubungan personal yang terjalin baik membuat koordinasi mereka terasa lebih cair dan responsif dalam situasi krusial.
Julukan duet “gundul” pun kini identik dengan potongan rambut dan rasa aman di area pertahanan Persebaya Surabaya. Keberanian lini tengah dan depan untuk menekan lebih tinggi lahir dari keyakinan sektor belakang mampu mengantisipasi serangan balik lawan.
Risto Mitrevski sendiri menunjukkan kontribusi komplet sebagai bek tengah modern. Selain agresif dalam duel dan sapuan, ia juga mencatat satu gol yang menegaskan perannya tak hanya bertahan, tetapi juga membantu tim saat menyerang.
Di sisi lain, Leo Lelis tampil sebagai pemimpin di lini belakang dengan naluri membaca permainan yang tajam. Dua gol yang dicetaknya menjadi bonus dari performa defensif solid yang terus ia perlihatkan sepanjang musim.
Kombinasi keduanya membuat Persebaya Surabaya memiliki fondasi kuat untuk menjaga konsistensi hasil. Stabilitas ini menjadi modal penting saat kompetisi memasuki fase krusial dengan jadwal padat dan tekanan tinggi.
Tantangan berikutnya sudah menanti saat Persebaya Surabaya harus menghadapi Bali United pada Sabtu (7/2/2026) mendatang. Laga tandang ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kualitas lawan yang dikenal solid dan berpengalaman.
Leo menyadari Bali United merupakan salah satu tim terkuat di liga dengan kedalaman skuad mumpuni. Persiapan intensif pun dijalani sepanjang pekan demi memastikan tim tampil maksimal di kandang lawan.
“Kami tahu mereka adalah salah satu tim kuat di liga. Kami akan bekerja keras untuk terus melanjutkan tren positif ini,” tandasnya.
Persebaya Surabaya kini datang ke laga tersebut dengan kepercayaan diri tinggi berkat performa lini belakang yang kian kokoh. Rekor 113 sapuan duet bek gundul menjadi simbol kerja keras, konsistensi, dan chemistry yang tumbuh alami.
Jika Leo dan Risto mampu menjaga level permainan, peluang Green Force mencuri hasil positif dari Bali United tetap terbuka lebar. Duet ini bukan hanya tembok terakhir, tetapi juga fondasi mental bagi seluruh tim untuk bermain lebih berani dan agresif.