← Beranda

Persebaya Surabaya Paling Murah! Ini Daftar 10 Tim Termahal di Putaran Kedua Super League 2025/2026

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 5 Februari 2026 | 21.18 WIB
Persebaya Surabaya masuk 10 tim termahal di putaran kedua Super League 2025/2026. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali mencuri perhatian, kali ini bukan karena belanja besar, melainkan statusnya sebagai tim dengan nilai pasar terendah di jajaran elite. Fakta itu muncul dalam daftar 10 tim termahal di putaran kedua Super League, di mana Green Force justru berada di posisi paling buncit.

Menariknya, label paling murah ini hadir di tengah situasi kompetisi yang makin panas menjelang penutupan bursa transfer tengah musim. Jendela transfer Super League 2025/2026 tinggal hitungan hari sebelum benar-benar ditutup.

Mengacu Regulasi Super League 2025/2026, bursa transfer tengah musim kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini akan ditutup pada 6 Februari 2026 malam, tepatnya pukul 23.59 WIB.

Artinya, klub hanya punya waktu tiga setengah hari untuk merampungkan seluruh proses administrasi transfer.

Jika sampai batas waktu nama pemain belum masuk FIFA Transfer Matching System (TMS), statusnya tidak akan sah. Tekanan waktu inilah yang membuat mayoritas klub bergerak cepat menyelesaikan negosiasi pemain.

Bursa transfer awal tahun ini sendiri dibuka sejak 10 Januari 2026. Sejak saat itu, banyak klub melakukan perombakan demi memperkuat kedalaman skuad di putaran kedua.

Persija Jakarta termasuk yang paling aktif keluar-masuk pemain. Klub berjuluk Macan Kemayoran melepas dan meminjam beberapa nama, sambil mendatangkan amunisi anyar.

Salah satu rekrutan Persija adalah Mauro Zijlstra. Pemain Timnas Indonesia itu didatangkan dari Vollendam FC dan langsung dikontrak 2,5 tahun hingga akhir musim 2027/2028.

Persib Bandung juga tak mau kalah agresif di bursa transfer. Pemuncak klasemen sementara Super League itu sukses memboyong mantan pemain Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa.

Menjelang penutupan bursa, Persib kembali dikaitkan dengan dua nama striker. Ragnar Oratmangoen dan Mariano Peralta disebut-sebut masuk radar Maung Bandung.

Transfer Mariano Peralta dari Borneo FC bahkan digadang-gadang bakal menjadi rekor tertinggi sepak bola Indonesia. Meski begitu, kedua klub masih memilih bungkam dan belum memberi pernyataan resmi.

Tak hanya tim papan atas, klub-klub yang berjuang menjauh dari degradasi juga bergerak aktif. Semen Padang, Persijap Jepara, dan PSBS Biak memanfaatkan sisa waktu untuk memperkuat tim.

Situasi ini membuat dinamika pasar pemain Super League semakin menarik. Nilai pasar skuad pun menjadi cerminan kekuatan finansial dan strategi masing-masing klub.

Berdasarkan data Transfermarkt yang diolah JawaPos.com hingga Kamis, 5 Februari 2026, Persib Bandung memimpin daftar tim dengan nilai pasar tertinggi.

Dari 32 pemain, Maung Bandung mencatat total nilai pasar Rp 138,36 miliar dengan rata-rata Rp 4,32 miliar per pemain.

Persija Jakarta menyusul di posisi kedua. Dengan 29 pemain dan 11 legiun asing, nilai pasar Macan Kemayoran mencapai Rp 118,63 miliar.

Bali United FC berada di urutan ketiga. Klub asal Pulau Dewata itu memiliki total nilai pasar Rp 100,73 miliar dari 30 pemain.

Dewa United Banten FC menempati posisi keempat. Meski hanya memiliki 27 pemain, total nilai pasarnya mencapai Rp 99,94 miliar.

Borneo FC Samarinda ada di peringkat kelima. Klub ini membukukan nilai pasar Rp 91,43 miliar dengan 11 pemain asing dalam skuadnya.

PSM Makassar menyusul di posisi keenam. Tim Juku Eja mencatat total nilai pasar Rp 90,38 miliar dan rata-rata umur skuad paling muda, yakni 25,5 tahun.

PSIM Yogyakarta menjadi kejutan di urutan ketujuh. Dengan 26 pemain, nilai pasar klub ini mencapai Rp 87,34 miliar.

Persik Kediri menempati posisi kedelapan. Total nilai pasar Persik tercatat Rp 87,08 miliar dari 32 pemain.

Bhayangkara FC berada di urutan kesembilan. Klub ini mencolok karena memiliki jumlah pemain asing terbanyak, yakni 12 orang, dengan total nilai pasar Rp 80,56 miliar.

Persebaya Surabaya menutup daftar di posisi kesepuluh. Dari 27 pemain, Green Force hanya mengoleksi total nilai pasar Rp 76,48 miliar, terendah di antara 10 besar.

Tiga poin unik muncul dari daftar ini. Pertama, Persib Bandung memimpin sebagai klub dengan total nilai pasar tertinggi sekaligus rata-rata nilai pemain termahal.

Kedua, Bhayangkara FC tercatat memiliki jumlah pemain asing terbanyak dengan 12 pemain. Ketiga, PSM Makassar menjadi tim dengan rata-rata umur skuad paling muda.

Label paling murah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Namun, nilai pasar bukan satu-satunya penentu prestasi di lapangan.

Dengan waktu transfer yang makin menipis, menarik menanti apakah Persebaya Surabaya memilih bertahan dengan komposisi saat ini atau melakukan kejutan di detik-detik terakhir.

Putaran kedua Super League pun dipastikan kian panas, baik di bursa transfer maupun di atas lapangan.

EDITOR: Edi Yulianto