JawaPos.com — Dejan Tumbas resmi jadi rival Persebaya Surabaya pada putaran kedua Super League 2025/2026. Striker asal Serbia itu kini memperkuat Persis Solo setelah tidak lagi berseragam Green Force.
Kepindahan ini langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Pasalnya, Tumbas sebelumnya merupakan bagian dari Persebaya Surabaya sebelum akhirnya dilepas di tengah musim.
Kabar bergabungnya Dejan Tumbas diumumkan oleh akun transfer sepak bola @transfernews__ft. Pengumuman tersebut menegaskan status kesepakatan yang sudah tercapai antara sang pemain dan Persis Solo.
“DONE DEAL
Persis Solo ????????, telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan striker asing asal ???????? Serbia, Dejan Tumbas (26). ✅⏳
Dejan tumbas ????????, sebelumnya bermain untuk Persebaya Surabaya ???????? Indonesia (1tier).
Fyi : Dejan Tumbas bisa bermain di berbagai posisi Sayap kanan, dan bek kiri,” tulis @transfernews__ft.
Dengan kepindahan ini, Dejan Tumbas otomatis akan menghadapi mantan klubnya di sisa musim Super League. Situasi tersebut membuat duel Persis Solo melawan Persebaya Surabaya berpotensi berlangsung panas.
Dejan Tumbas didatangkan Persis Solo untuk menambah daya gedor lini depan di putaran kedua. Usianya yang masih 26 tahun dinilai ideal untuk langsung memberi dampak instan.
Pemain bernama lengkap Дејан Тумбас itu lahir pada 5 Agustus 1999. Ia berasal dari Krivaja, Yugoslavia (Republik), dan memiliki tinggi badan 1,87 meter.
Secara posisi utama, Dejan Tumbas dikenal sebagai penyerang tengah. Namun, fleksibilitas menjadi nilai tambah karena ia juga bisa bermain sebagai sayap kanan hingga bek kiri.
Kaki dominan kanan membuat Tumbas nyaman berduel satu lawan satu maupun menyelesaikan peluang di kotak penalti. Karakter tersebut cocok dengan kebutuhan Persis Solo yang membutuhkan variasi serangan.
Sebelum resmi bergabung dengan Persis Solo, status Dejan Tumbas tercatat tanpa klub. Ia bergabung pada 22 Januari 2026 tanpa detail kontrak yang diumumkan ke publik.
Nilai pasar Dejan Tumbas saat ini berada di angka Rp3,48 miliar. Angka tersebut mencerminkan pengalaman serta menit bermainnya di level kompetisi tertinggi Indonesia.
Selama memperkuat Persebaya Surabaya, Dejan Tumbas mencatatkan total 30 pertandingan. Dari jumlah tersebut, ia menyumbangkan dua assist untuk tim.
Catatan disiplin Tumbas juga cukup mencolok. Ia mengoleksi enam kartu kuning dan satu kartu merah sepanjang musim.
Total menit bermainnya bersama Persebaya Surabaya mencapai 2.436 menit. Statistik ini menunjukkan ia sempat menjadi bagian penting dalam rotasi tim.
Meski berstatus penyerang, kontribusi Dejan Tumbas tidak hanya tercermin dari gol atau assist. Pergerakan tanpa bola dan fleksibilitas posisi membuatnya sering dipasang sesuai kebutuhan taktik.
Namun, kebersamaan Dejan Tumbas dengan Persebaya Surabaya harus berakhir lebih cepat. Ia akhirnya dilepas dan membuka peluang bagi klub lain untuk mengamankan jasanya.
Persis Solo bergerak cepat memanfaatkan situasi tersebut. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu langsung mencapai kesepakatan dengan Tumbas.
Kehadiran Dejan Tumbas diharapkan mampu mendongkrak performa Persis Solo di paruh kedua musim. Persaingan papan tengah hingga atas Super League pun dipastikan semakin ketat.
Bagi Dejan Tumbas, kepindahan ini menjadi tantangan baru dalam kariernya di Indonesia. Ia dituntut membuktikan kualitas saat menghadapi mantan klubnya sendiri.
Laga melawan Persebaya Surabaya nanti bakal sarat emosi. Dejan Tumbas berpeluang menjadi sosok sentral dalam duel penuh gengsi tersebut.
Secara narasi, kepindahan ini juga memperkaya cerita Super League 2025/2026. Perpindahan pemain antar rival selalu menghadirkan bumbu drama yang menarik.
Persis Solo kini memiliki tambahan amunisi yang sudah paham atmosfer sepak bola Indonesia. Adaptasi Dejan Tumbas diprediksi tidak akan memakan waktu lama.
Dengan jam terbang lebih dari dua ribu menit bersama Persebaya Surabaya, Tumbas datang bukan sebagai pemain asing mentah. Ia membawa pengalaman, fisik kuat, dan fleksibilitas posisi.
Putaran kedua Super League pun semakin menarik untuk disimak. Dejan Tumbas bukan sekadar rekrutan baru, tetapi juga simbol rivalitas yang kian memanas.
Kini, semua mata tertuju pada kiprah Dejan Tumbas bersama Persis Solo. Publik menanti apakah ia mampu menjawab ekspektasi sekaligus memberi luka bagi mantan klubnya.