← Beranda
Nasib 2 Anak Emas Shin Tae-yong! Persebaya Surabaya Siapkan Kejutan Besar di Deadline Day?
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 4 Februari 2026 | 20.20 WIB
Ramadhan Sananta dirumorkan merapat ke Persebaya Surabaya di era Bernardo Tavares. (Timnas Indonesia)

JawaPos.com—Rumor dua anak emas Shin Tae-yong berlabuh ke Persebaya Surabaya di deadline day menjadi topik yang bikin Bonek tak bisa diam. Di tengah senyapnya manuver transfer lokal, Green Force justru dikaitkan dengan dua bomber Timnas Indonesia yang namanya melejit di era Shin Tae-yong.

Gebrakan ini terbilang di luar dugaan karena Persebaya Surabaya sebelumnya lebih sering dikaitkan dengan pemain asing. Kini, fokus beralih ke dua striker lokal yang sama-sama punya rekam jejak penting di Timnas Indonesia. 

Kedua pemain tersebut dikenal bergantian mengisi lini depan Timnas Indonesia saat Shin Tae yong memimpin. Nama mereka kembali menguat seiring kebutuhan Persebaya Surabaya menambah daya gedor di paruh musim 2025/2026. 

Menariknya, masing-masing pemain memiliki situasi berbeda yang sama-sama membuka celah transfer. Satu nama berstatus pinjaman dan tengah menghadapi problem non-teknis, sementara satu nama lain punya hubungan historis kuat dengan pelatih anyar Persebaya Surabaya. 

Dimas Drajad 

Nama pertama yang mencuat ialah Dimas Drajad, striker Timnas Indonesia yang saat ini dipinjamkan Persib Bandung ke Malut United. Isu ketertarikan Persebaya Surabaya muncul secara mengejutkan dan langsung menyedot perhatian publik. 

Kabar tersebut dibongkar akun fan base Green Force, @tribunpersebaya, pada Kamis (8/1). Akun itu menulis, “RUMOUR. Apakah dia tertarik gabung kita? Ya atau tidak, coach @bernardotavares80?”

Peluang Persebaya Surabaya mengamankan Dimas Drajad dinilai cukup terbuka. Persib Bandung sebagai pemilik kontrak disebut tak keberatan melepas sang striker.

Di Persib Bandung, posisi Dimas Drajad di lini depan terjepit oleh Andrew Jung dan Ramon Tanque. Keduanya rutin bergantian bermain sesuai skema yang diterapkan Bojan Hodak.

Situasi Dimas makin rumit usai insiden selebrasi yang membuat Bobotoh geram saat Persib Bandung bertandang ke markas Malut United. Momen itu disebut jadi ganjalan besar bagi Dimas untuk kembali mendapat tempat di Bandung.

Sementara itu, Malut United juga ditaksir enggan mempermanenkan Dimas Drajad. Indikasinya terlihat dari menit bermain yang sangat minim sepanjang musim ini.

Dimas hanya tampil dalam enam laga bersama Malut United dengan total 77 menit bermain. Catatan tersebut memperkuat spekulasi masa depannya yang belum jelas hingga kini. 

Dari sisi kontrak, Dimas Drajad masih terikat dengan Persib Bandung hingga 2027. Opsi paling realistis bagi Persebaya Surabaya ialah mengajukan peminjaman hingga akhir musim. 

Skema tersebut memungkinkan Persebaya Surabaya mendapatkan tambahan striker tanpa beban transfer permanen. Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan jangka pendek Green Force di sisa musim. 

Ramadhan Sananta 

Nama kedua yang tak kalah panas ialah Ramadhan Sananta. Striker Timnas Indonesia ini tengah bermain di luar negeri bersama DPMM FC. 

Persebaya Surabaya disebut mencoba mereunikan Ramadhan Sananta dengan Bernardo Tavares. Keduanya pernah bekerja sama dan mencatat progres signifikan saat di PSM Makassar. 

Kabar ketertarikan Persebaya Surabaya terhadap Sananta diungkap akun Instagram @transfernews__ft

Akun tersebut menulis, “RUMOR Persebaya Surabaya, kabarnya tertarik untuk mendatangkan striker lokal Indonesia, Ramadhan Sananta (23) foot.” 

Dalam unggahan itu juga dijelaskan kondisi kontrak Sananta bersama DPMM FC. Disebutkan ada dua kemungkinan waktu bergabung, paruh musim 2025/2026 atau musim baru 2026/2027. 

Ramadhan Sananta saat ini mencatatkan dua gol dan satu assist dari 15 pertandingan bersama DPMM FC. Kontraknya akan berakhir pada 30 Juni 2026. 

Kondisi kontrak tersebut membuka peluang besar bagi Persebaya Surabaya. Namun, jika ingin mendatangkannya di paruh musim, Persebaya Surabaya harus menyiapkan dana transfer. 

Opsi yang lebih ekonomis juga tersedia bagi Persebaya Surabaya. Manajemen bisa mengajukan peminjaman hingga akhir musim dengan kesepakatan permanen setelah kontraknya habis. 

Hubungan emosional dan profesional antara Sananta dan Bernardo Tavares menjadi faktor penting. Di tangan pelatih asal Portugal itu, Sananta pernah berkembang pesat dan mendapat kepercayaan penuh. 

Nilai pasar Ramadhan Sananta saat ini berada di angka Rp 4,78 miliar. Angka tersebut mencerminkan statusnya sebagai striker lokal papan atas Timnas Indonesia. 

Menanti kepastian 2 anak emas Shin Tae-yong ini membuat deadline day Persebaya Surabaya terasa makin mendebarkan. Kini Bonek tinggal menunggu kepastian apakah salah satu, keduanya, atau justru pemain lain yang akan benar-benar berlabuh ke Kota Pahlawan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah