JawaPos.com — Mental baja Pedro Matos kembali jadi sorotan jelang laga krusial Persebaya Surabaya melawan Bali United. Gelandang asal Portugal itu menunjukkan kesiapan menjawab kritik Bonek saat Green Force tandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta pada pekan ke-20 Super League 2025/2026, Sabtu (7/2/2026).
Pertandingan melawan Bali United menjadi momen penting bagi Persebaya Surabaya untuk menjaga konsistensi di papan klasemen.
Laga ini juga berpotensi menjadi panggung pembuktian Pedro Matos yang tengah berada dalam tekanan publik suporter.
Pedro Matos diproyeksikan tampil sejak menit awal sebagai pengganti Milos Raickovic yang harus absen akibat akumulasi kartu kuning. Kepercayaan ini menjadi sinyal kuat dari tim pelatih terhadap karakter dan mental sang pemain.
Sorotan terhadap Pedro Matos tak lepas dari penampilannya pada laga sebelumnya menghadapi Dewa United.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan setelah gol Mihailo Perovic dianulir akibat pelanggaran yang dilakukan Pedro Matos.
Momen itu memicu kekecewaan Bonek yang berharap lebih dari pemain yang disebut-sebut sebagai incaran lama klub. Kritik tajam pun mengalir, terutama terkait adaptasi Pedro Matos dengan skema permainan Bernardo Tavares.
“Pedro, Pedro. Iki ta pemain seng jarene incaran lama,” tulis salah satu Bonek dalam komentarnya. Ungkapan itu mencerminkan ekspektasi tinggi yang belum sepenuhnya terbayar di atas lapangan.
Di tengah kritik tersebut, Pedro Matos memilih bersikap dewasa dan tidak reaktif. Ia justru menyampaikan pesan positif melalui kanal media pribadinya sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada tim dan suporter.
“Dukungan luar biasa di kandang, terutama di pertandingan pertama saya di stadion kami,” tulis Pedro Matos. Kalimat itu menjadi pengakuan jujur atas atmosfer besar yang mengiringi langkah Persebaya Surabaya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus berkembang dan bekerja keras.
“Saya akan terus belajar dan bekerja setiap hari, dan sebagai tim kami akan berjuang lebih keras lagi di pertandingan berikutnya. Terima kasih telah bersama kami,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menegaskan mental baja Pedro Matos dalam menghadapi tekanan. Sikap ini menunjukkan kesiapannya bangkit dan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi, bukan beban.
Secara statistik, penampilan Pedro Matos saat melawan Dewa United memang belum ideal. Ia hanya bermain selama 45 menit dengan rating 6,4 berdasarkan data Sofascore.
Dalam laga tersebut, Pedro Matos tak mencatatkan gol maupun assist. Expected assists hanya berada di angka 0,04 yang menandakan kontribusi kreatif belum maksimal.
Ia mencatatkan satu umpan kunci sepanjang laga. Akurasi umpannya cukup baik dengan 16 dari 19 operan sukses atau setara 84 persen.
Distribusi bola di area lawan menjadi salah satu catatan positif. Pedro Matos mencatatkan 10 umpan sukses dari 11 percobaan di area lawan dengan akurasi 91 persen.
Namun akurasi di area sendiri masih perlu ditingkatkan. Dari tujuh percobaan, hanya lima umpan yang tepat sasaran atau 71 persen.
Dalam aspek serangan, Pedro Matos melepaskan tiga umpan silang dengan satu yang akurat. Ia tidak mencatatkan tembakan ke gawang sepanjang pertandingan.
Jumlah sentuhan bola mencapai 26 kali dengan satu sentuhan tidak sempurna. Ia juga mencatatkan satu dribel sukses dari dua percobaan.
Catatan negatif terlihat dari kehilangan penguasaan bola yang mencapai tujuh kali. Dalam duel bawah, Pedro Matos hanya memenangkan dua dari delapan kesempatan.
Ia juga kalah dalam duel udara dengan nol kemenangan dari satu percobaan. Pedro Matos melakukan dua pelanggaran dan sekali dilewati lawan.
Kontribusi bertahan lainnya belum terlihat signifikan. Ia tak mencatatkan tekel, intersepsi, sapuan, maupun blok sepanjang 45 menit bermain.
Meski demikian, angka pemulihan bola yang mencapai empat kali menunjukkan kerja kerasnya di lini tengah. Statistik ini menjadi dasar evaluasi, bukan vonis akhir terhadap kualitasnya.
Laga tandang ke markas Bali United menjadi ujian mental dan teknis bagi Pedro Matos. Bermain di stadion yang dikenal angker menuntut konsentrasi dan disiplin tinggi.
Bagi Persebaya Surabaya, laga ini bukan sekadar perburuan poin. Pertandingan ini juga menjadi momentum mengembalikan kepercayaan diri tim dan pemain yang tengah disorot.
Pedro Matos berada di persimpangan penting kariernya bersama Green Force. Penampilan solid di Bali bisa menjadi jawaban nyata atas kritik yang selama ini mengiringinya.
Dengan absennya Milos Raickovic, tanggung jawab besar berada di pundaknya. Kesempatan ini bisa menjadi titik balik jika dimanfaatkan dengan maksimal.
Mental baja Pedro Matos kini benar-benar diuji. Jawabannya akan terlihat di atas lapangan, bukan sekadar lewat kata-kata.