← Beranda
Misteri Pemain Baru Persebaya Terjawab! Bernardo Tavares Ungkap Faktanya jelang Bursa Transfer Ditutup
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 3 Februari 2026 | 23.37 WIB
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares saat mendampingi timnya menghadapi Dewa United. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com-Misteri pemain baru Persebaya Surabaya akhirnya mulai menemukan titik terang jelang penutupan bursa transfer tengah musim Super League 2025/2026. Pelatih Bernardo Tavares angkat bicara soal situasi terkini timnya hanya tiga hari sebelum jendela transfer resmi ditutup pada 6 Februari 2026.

Isu kedatangan pemain anyar memang terus mengiringi langkah Green Force dalam beberapa pekan terakhir. Suporter pun bertanya-tanya apakah Persebaya akan kembali bergerak atau memilih bertahan dengan komposisi skuad yang ada saat ini.

Bernardo Tavares menegaskan urusan pemain baru bukan sepenuhnya berada di tangannya sebagai pelatih. Ia menyebut kewenangan tersebut berada di ranah manajemen klub.

’’Hal ini (pemain baru), perlu Anda tanyakan kepada manajemen, tidak ke pelatih. Jika kita memiliki lebih banyak kemungkinan, itu bagus karena para pemain memiliki lebih banyak persaingan di dalam tim,” ujar Bernardo Tavares dikutip dari @emosijiwakucom.

Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di kalangan pendukung Persebaya. Tavares ingin fokus pada kerja tim di lapangan tanpa terbebani rumor transfer yang belum tentu terwujud.

Meski demikian, peluang mendatangkan pemain baru belum sepenuhnya tertutup. Tavares mengingatkan jendela transfer masih terbuka hingga 6 Februari 2026.

’’Terkait kemungkinan tambahan pemain, jendela transfer masih berlangsung hingga berakhir tanggal 6 Februari 2026. Selama belum ditutup, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Bisa saja tidak ada pemain yang datang, atau justru ada tambahan. Kita lihat saja perkembangannya,” kata Bernardo Tavares.

Situasi tersebut membuat arah kebijakan Persebaya tetap dinamis. Keputusan akhir sangat bergantung pada perkembangan internal tim serta peluang yang muncul di sisa waktu bursa transfer.

Sebelumnya, Tavares juga menjelaskan kesulitan utama dalam mendatangkan pemain, terutama dari kategori lokal. Banyak pemain incaran masih terikat kontrak dengan klub lain hingga akhir musim.

’’Perlu dipahami bahwa tidak mudah mendatangkan pemain lokal pada jendela transfer ini. Sebagian besar pemain masih terikat kontrak, sehingga proses perekrutan menjadi sangat sulit,” ucap eks pelatih PSM Makassar tersebut.

Kondisi itu membuat ruang gerak Persebaya menjadi terbatas. Opsi mendatangkan pemain lokal berkualitas tidak semudah seperti yang dibayangkan di atas kertas.

Di sisi lain, Persebaya sebenarnya belum sepenuhnya menutup pintu bursa transfer paruh musim. Manajemen dan tim pelatih masih membuka peluang jika situasi memungkinkan.

Setelah lebih dulu mendatangkan tiga pemain asing, fokus tim memang sempat mengarah pada pemain lokal. Langkah ini diharapkan bisa menambah kedalaman skuad tanpa mengganggu keseimbangan tim.

Namun, kendala kontrak kembali menjadi tembok tinggi yang sulit ditembus. Banyak pemain lokal terikat kontrak penuh hingga akhir musim kompetisi.

Baca Juga: Full Bonek! Tiket Bali United vs Persebaya Surabaya Dijual Offline, Langsung Diserbu Suporter 

“Beberapa pemain lokal yang kami minati ma terikat kontrak. Jadi, kami tidak bisa merekrut beberapa pemain, Sulit untuk merekrut pemain lokal. Karena biasanya, pemain lokal bermain dengan half contract (setengah musim),” ujarnya. “Dan saya tidak melihat banyak klub yang mau merekrut pemain dengan kontrak penuh. Jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi. Tentu saja, kami juga tertarik pada pemain lokal,” imbuh dia.

Pernyataan tersebut memperlihatkan realita keras bursa transfer paruh musim. Persebaya Surabaya harus bersaing dengan aturan kontrak dan kepentingan klub lain.

Dalam kondisi seperti ini, Tavares memilih bersikap realistis. Ia ingin memaksimalkan pemain yang ada sambil menunggu kemungkinan terbaik hingga bursa transfer ditutup.

Persaingan internal skuad menjadi fokus utama jika tidak ada tambahan pemain. Tavares percaya kompetisi sehat di dalam tim bisa meningkatkan performa secara kolektif. (*)

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan