← Beranda
Bongkar Resep Rahasia Jan Olde! Dewa United Bikin Persebaya Surabaya Kehabisan Akal di Gelora Bung Tomo
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 2 Februari 2026 | 13.57 WIB
Jan Olde ungkap rahasia tahan imbang Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo. (Dewa United)

JawaPos.com–Resep rahasia Jan Olde sukses bikin Persebaya Surabaya kebingungan hadapi Dewa United benar-benar terasa di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2) malam. Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37, Dewa United tetap mampu mencuri satu poin usai bermain imbang 1-1 pada pekan ke-19 Super League 2025/2026. 

Duel ini sejak awal berlangsung panas dengan intensitas tinggi dan jual beli serangan. Persebaya Surabaya tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri dan mencoba menekan sejak menit-menit awal laga.

Keunggulan lebih dulu didapat Persebaya Surabaya pada menit ke-23 melalui Francisco Rivera. Gelandang asing itu menuntaskan umpan dari sisi kiri pertahanan Dewa United dengan penyelesaian tenang yang tak mampu diantisipasi kiper.

Respons Dewa United datang cepat dan efektif, mencerminkan karakter permainan yang dibangun Jan Olde Riekerink. Pada menit ke-30, Kafiatur Rizky sukses menyamakan skor lewat sontekan di depan gawang setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah. 

Situasi berubah drastis pada menit ke-37 saat Nick Kuipers diganjar kartu merah karena dianggap melanggar pemain terakhir. Dewa United harus bermain dengan 10 pemain dalam waktu yang cukup lama, sebuah tantangan besar di kandang Persebaya Surabaya.  

Meski kehilangan satu pemain, Dewa United tetap tampil disiplin dan terorganisasi hingga turun minum. Skor 1-1 bertahan, sekaligus menjadi modal penting secara mental bagi Banten Warriors. 

Dia mengakui ada satu aspek yang kurang memuaskannya sepanjang pertandingan. “Hanya satu hal yang kurang saya sukai, yaitu kami tidak mampu menciptakan lebih banyak peluang,” tutur Jan Olde.

Menurut pelatih berusia 62 tahun itu, minimnya peluang berkaitan dengan distribusi bola ke pemain depan.  

“Mungkin itu karena Taisei dan Messi sedikit mendapatkan bola. Namun, itulah cara kami bermain dan kami memiliki pemain yang mampu menjalankan permainan tersebut,” jelas Jan Olde.

Persebaya Surabaya sempat bersorak pada paruh kedua setelah bola bersarang di gawang Dewa United. Namun, euforia itu sirna usai VAR menganulir gol karena Brian Fatari lebih dulu dilanggar sebelum proses terjadinya gol. 

Keputusan tersebut membuat Persebaya Surabaya semakin frustrasi dan kesulitan membongkar pertahanan rapat Dewa United. Di sisi lain, tim tamu justru semakin percaya diri menjaga ritme permainan meski kalah jumlah pemain. 

Jan Olde secara khusus memuji ketenangan anak asuhnya dalam situasi sulit. 

“Saya menyukai bagaimana para pemain belajar bermain bersama. Bahkan ketika 10 melawan 11, kami tetap tenang dan mampu menemukan solusi,” katanya. 

Dia menilai kerja keras dalam latihan berperan besar menghadapi skenario seperti ini. “Kami sudah bekerja sangat keras dalam latihan untuk situasi seperti ini. Pada akhirnya, sepak bola adalah tentang mentalitas,” tambah Jan Olde.

Riekerink juga memahami betul karakter permainan Persebaya Surabaya yang mengandalkan fisik dan bola-bola panjang. 

“Kami tahu Persebaya akan memainkan bola-bola panjang dan memasukkan pemain dengan fisik yang kuat,” ucap Jan Olde.

Menurut dia, pendekatan tersebut memang menjadi kekuatan utama tuan rumah. “Itu cara mereka bermain dan saya pikir mereka melakukannya dengan baik. Namun, saya bangga dengan tim saya,” tegas Jan Olde.

Pelatih asal Belanda itu menyebut mentalitas Dewa United kini jauh lebih matang dibanding awal musim. “Sekarang kami memiliki mentalitas yang mungkin belum kami miliki di awal musim. Para pemain berjuang untuk segalanya,” kata Jan Olde.

Dalam kesempatan lain, dia kembali menegaskan pentingnya aspek mental usai kartu merah.

“Setelah kartu merah yang cepat, Anda harus bertarung lama melawan 11 pemain Persebaya yang mengandalkan fisik, itu yang bagus dari mental pemain,” ujar Jan Olde.

Dia menjelaskan penyesuaian taktik menjadi kunci bertahan dari gempuran lawan. “Ini juga termasuk dengan menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya,” ucap Jan Olde.

Bermain lebih rapat di area sendiri membuat Persebaya Surabaya kesulitan menemukan celah. Dewa United mampu mematikan ruang dan memaksa lawan mengandalkan crossing yang mudah diantisipasi. 

Bagi Jan Olde, satu poin dari GBT adalah hasil yang adil atas perjuangan timnya. “Para pemain membawa pulang satu poin dan saya rasa itu pantas,” kata dia.

Dia menegaskan filosofi jangka panjang menjadi pembeda utama. “Bagi saya, ini tentang bagaimana Anda mengajari sebuah tim bermain sepak bola,” tutur Jan Olde.

Jan Olde menolak menghakimi gaya bermain lawan meski berhasil meredamnya. “Sekali lagi, ini bukan soal menghakimi. Persebaya memiliki hasil yang bagus, bahkan mungkin lebih baik dari kami saat ini,” ucap dia. 

Optimisme tetap ia tunjukkan terhadap masa depan Dewa United. “Namun dalam jangka panjang, kami akan kembali ke posisi yang seharusnya. Itulah perbedaannya hari ini,” pungkas Jan Olde.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah