JawaPos.com — Resmi, Bruno Paraiba tak masuk daftar susunan pemain (DSP) Persebaya Surabaya saat menghadapi Dewa United. Duel pekan ke-19 Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026) malam WIB, jadi panggung pembuktian Green Force melanjutkan tren positif.
Keputusan ini cukup menyita perhatian karena Bruno Paraiba baru saja mencetak gol debut pada pekan ke-18. Namun, tim pelatih tetap memilih komposisi yang dinilai paling siap demi membidik kemenangan kelima beruntun.
Persebaya Surabaya datang ke laga ini dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menyapu empat laga terakhir dengan kemenangan.
Mereka menundukkan Persijap Jepara, Madura United, Malut United, dan PSIM Yogyakarta dengan catatan pertahanan yang sangat solid.
Dalam empat laga tersebut, Persebaya Surabaya hanya kebobolan satu gol. Ketajaman lini depan dan disiplin di lini belakang menjadi kombinasi ideal yang membuat Green Force semakin percaya diri.
Meski demikian, laga ini diprediksi tidak berjalan mudah. Dewa United juga tengah berada dalam tren positif dengan dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Tim asuhan Jan Olde Riekerink baru saja mengalahkan Persijap Jepara dan Arema FC dengan skor meyakinkan. Kepercayaan diri Alexis Messidoro dan kolega pun sedang berada di level terbaik.
Rekor pertemuan juga tidak sepenuhnya memihak Persebaya Surabaya. Kemenangan terakhir Green Force atas Dewa United terjadi pada 2023 lalu.
Bahkan, Dewa United pernah mencuri kemenangan telak 3-0 di Stadion Gelora Bung Tomo pada musim 2024/2025. Fakta ini membuat laga nanti sarat gengsi dan tensi tinggi.
Pertandingan ini juga menarik karena mempertemukan dua filosofi bermain yang bertolak belakang.
Persebaya Surabaya dikenal reaktif di bawah arahan Bernardo Tavares, sementara Dewa United lebih ofensif dan mengandalkan penguasaan bola.
“Dewa United merupakan salah satu tim dengan kekuatan finansial dan nilai pasar salah satu skuad tertinggi di liga Indonesia saat ini, sehingga kami harus tampil solid di semua fase permainan untuk membuka peluang meraih kemenangan,” ucap Bernardo Tavares.
Ia menegaskan pentingnya fokus penuh sepanjang pertandingan.
“Jika kami ingin mengubah ini, kami harus menjadi tim yang kuat di lapangan, fokus di setiap momen, baik saat menguasai bola maupun tidak,” lanjutnya.
Bernardo juga menekankan kewaspadaan terhadap pemain-pemain kunci lawan.
“Tentunya kami tidak boleh memberi kesempatan pemain yang bisa merubah penampilan atau pemain penentu Dewa United untuk melepaskan tembakan,” tuturnya. Pesan itu jelas ditujukan pada lini pertahanan Persebaya Surabaya.
Dari kubu tamu, Jan Olde Riekerink menyadari laga ini bukan ujian ringan. Ia menilai Persebaya Surabaya saat ini berbeda dibanding awal musim.
“Besok akan jadi pertandingan yang sulit, mungkin lebih sulit daripada yang di awal musim, tetapi pelan-pelan Dewa United juga kembali ke identitas dan cara bermain yang kami inginkan,” katanya.
Riekerink optimistis timnya berada di jalur yang tepat.
“Saat ini saya rasa kami sudah lebih baik dan besok akan menjadi cerminan sejauh mana Dewa United di musim ini,” ucapnya. Ia menilai duel ini sebagai tolok ukur kekuatan timnya.
“Besok ada dua cara main sepak bola yang berbeda dan kita akan lihat hasilnya,” tuturnya. Pernyataan itu menggambarkan duel taktik yang akan tersaji di lapangan.
Untuk laga ini, Persebaya Surabaya menurunkan formasi 4-2-3-1. Ernando Ari dipercaya mengawal gawang sejak menit awal.
Empat bek diisi Arief Catur, Leo Lelis, Risto Mitrevski, dan Jefferson Silva. Duet Toni Firmansyah serta Milos Raickovic mengisi sektor gelandang bertahan.
Di lini serang, Gali Freitas, Francisco Rivera, dan Bruno Moreira menopang Malik Risaldi sebagai ujung tombak. Trio ini kembali diandalkan setelah tampil konsisten dalam beberapa laga terakhir.
Nama Bruno Paraiba tidak tercantum dalam DSP, begitu pula pemain baru Gustavo Fernandes. Padahal, Bruno Paraiba sempat mencuri perhatian lewat gol debutnya pada pekan sebelumnya.
Di bangku cadangan, Persebaya Surabaya masih memiliki banyak opsi. Nama-nama seperti Oktafianus Fernando, Rachmat Irianto, hingga Mihailo Perovic siap dimainkan sesuai kebutuhan.
Secara performa terkini, Persebaya Surabaya mencatat lima laga terakhir tanpa kekalahan. Empat kemenangan dan satu hasil imbang menjadi bukti stabilitas permainan Green Force.
Sementara itu, Dewa United juga menunjukkan grafik menanjak meski sempat terpeleset dari FC Bhayangkara. Dua kemenangan terakhir dengan nirbobol menjadi modal penting jelang laga ini.
Prediksi skor pun mengunggulkan tuan rumah. Persebaya Surabaya dinilai telah menemukan komposisi ideal di lini depan dengan trio Malik Risaldi, Bruno Moreira, dan Gali Freitas.
Dewa United memang lebih seimbang secara defensif berkat performa Brian Fatari dan Gio Numberi. Namun, atmosfer Gelora Bung Tomo dan momentum positif membuat Persebaya Surabaya diprediksi menang 3-0 atas Dewa United.