← Beranda
Bocoran Taktik Dewa United! Persebaya Surabaya Wajib Matikan 6 Pemain Mesin Gol Banten Warriors
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 31 Januari 2026 | 20.12 WIB
Taisei Marukawa bisa jadi momok berbahaya Persebaya Surabaya saat jamu Dewa United. (Persebaya)

JawaPos.com — Bocoran taktik Dewa United mulai terbaca jelang duel panas melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-19 Super League 2025/2026. Persebaya Surabaya wajib mematikan enam pemain mesin gol Banten Warriors jika ingin menjaga kans menang di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026).

Laga ini menjadi krusial karena Dewa United menunjukkan ketergantungan tinggi pada enam nama untuk urusan mencetak gol. Total 22 gol yang mereka produksi musim ini seluruhnya lahir dari kaki dan kepala enam pemain tersebut.

Kondisi itu membuka celah taktis yang bisa dimanfaatkan Persebaya Surabaya. Jika Bernardo Tavares mampu meredam pergerakan enam aktor utama ini, produktivitas Dewa United berpotensi menurun drastis.

Alex Martins

Alex Martins menjadi figur paling berbahaya di lini depan Dewa United. Penyerang asal Brasil itu sudah mengoleksi delapan gol, tiga di antaranya berasal dari titik penalti dan lima gol tercipta lewat skema open play.

Pergerakan Alex Martins kerap menjadi titik awal tekanan Dewa United di sepertiga akhir lapangan. Ketajamannya membuat lini belakang lawan dipaksa bekerja ekstra sepanjang pertandingan.

Alexis Messidoro

Nama kedua yang tak kalah krusial adalah Alexis Messidoro. Gelandang kreatif ini mencetak enam gol tanpa satu pun dari penalti, menandakan kontribusinya lahir dari permainan terbuka.

Messidoro kerap muncul dari lini kedua dengan timing yang sulit dibaca. Persebaya Surabaya perlu disiplin menjaga area half space untuk memutus aliran bola kepadanya.

Stefano Lilipaly

Stefano Lilipaly juga masuk dalam daftar mesin gol Dewa United. Pemain senior ini menyumbang dua gol dan masih menjadi penghubung penting antar lini.

Pengalaman Lilipaly membuatnya cerdas mencari ruang di tengah kepadatan lawan. Jika diberi ruang sedikit saja, ia bisa mengubah arah permainan dengan cepat.

Taisei Marukawa

Taisei Marukawa menjadi ancaman lain yang tak boleh diabaikan. Dua golnya musim ini lahir dari pergerakan eksplosif di sisi sayap yang sering merepotkan bek lawan.

Kecepatan dan kemampuan satu lawan satu Marukawa memaksa lawan menjaga kedalaman pertahanan. Persebaya Surabaya wajib menyiapkan skema cover berlapis untuk meredam aksinya.

Dua nama terakhir memang belum produktif, tetapi tetap berbahaya. Jaja (kondisi masih cedera) dan Septian Bagaskara masing-masing menyumbang satu gol yang sering hadir di momen penting.

Keduanya sering berperan sebagai pembuka ruang bagi pemain lain. Meski jarang mencetak gol, kontribusi mereka kerap tak tercatat di papan skor.

Distribusi gol yang hanya bertumpu pada enam pemain ini menjadi sinyal penting bagi Persebaya Surabaya. Fokus pertahanan yang tepat bisa membuat Dewa United kehilangan variasi serangan.

Namun, Dewa United datang ke Surabaya dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Jan Olde Riekerink sedang berada dalam tren performa yang cukup positif.

Pelatih asal Belanda itu yakin konsistensi poin hanya tinggal menunggu waktu. Ia menilai grafik permainan timnya terus menunjukkan peningkatan signifikan.

"Sejak laga terakhir, kami mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Ini hanya soal waktu hingga kami mendapatkan poin secara konsisten dan kembali ke performa yang seharusnya," ujar Riekerink.

Mentalitas pemain menjadi faktor yang paling ia tekankan. Menurutnya, sikap di lapangan menjadi pembeda saat menghadapi laga-laga berat.

"Sikap dan mentalitas tim inilah yang membuat kami mampu memenangkan pertandingan. Sekali lagi, ini bukan laga yang mudah, dan saya juga memberikan pujian untuk Arema," sambung dia.

Pada pekan ke-18, Dewa United sukses meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Arema FC. Dua gol kemenangan itu kembali dicetak oleh Alex Martins yang kian menunjukkan peran sentralnya.

Hasil tersebut memperpanjang tren positif Dewa United dalam lima laga terakhir. Mereka mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Meski demikian, Riekerink menyoroti faktor non-teknis yang masih perlu pembenahan. Ia menilai Stadion Internasional Banten harus terus dikembangkan agar mendukung identitas permainan tim.

"Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami. Ini adalah kandang kami dan stadion kami, sehingga kami ingin bisa bermain sesuai identitas tim. Saya berharap ke depan ada perubahan untuk laga-laga selanjutnya," jelas Riekerink.

Persebaya Surabaya jelas tak bisa lengah menghadapi lawan dengan tren menanjak ini. Bocoran taktik Dewa United menunjukkan kekuatan sekaligus kelemahan yang bisa dimanfaatkan.

Jika enam mesin gol Banten Warriors berhasil dimatikan, peluang Green Force untuk mengamankan poin penuh di kandang terbuka lebar. Pertandingan ini pun diprediksi berjalan ketat dan sarat duel taktis hingga menit akhir.

EDITOR: Banu Adikara