← Beranda

Madura United vs PSBS Biak, Duel Bek Tangguh Pedro Monteiro dan Nurhidayat

Antonius Oskarianto AdurSabtu, 31 Januari 2026 | 04.37 WIB
Aksi Pedro Monteiro di Madura United (Dok. Madura United)

JawaPos.com - Madura United akan menjamu PSBS Biak di Super League pekan ke-19. Laga yang diprediksi berlangsung sengit tersebut dimainkan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Sabtu (31/1).

Kedua tim punya nasib yang sama dalam lima pertandingan terakhir. Madura United dan PSBS Biak hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Duel sengit di lini belakang perlu menjadi perhatian saat laga Madura United melawan PSBS Biak. Duel tersebut terjadi antara Pedro Monteiro dan Nurhidayat, yang merupakan pemain kunci di lini pertahanan.

Pedro Monteiro merupakan bek andalan di lini belakang Madura United. Musim ini, dia sudah bermain dalam 18 pertandingan dan selalu menjadi starter tanpa pernah absen sekalipun.

Pada saat kekalahan melawan Persija Jakarta, Pedro Monteiro sebenarnya mampu bermain dengan baik. Berdasarkan data dari I League, bek tengah asal Portugal tersebut mampu melakukan tujuh clearance, satu intersepsi, dan dua tekel.

Tentu, ketangguhan bek berusia 32 tahun tersebut bakal membuat lini depan PSBS Biak harus bekerja lebih keras. Ketajaman ujung tombak PSBS, Ruyery Blanco, akan diuji oleh Pedro Monteiro.

Sementara itu, PSBS Biak juga memiliki bek tangguh dalam diri Nurhidayat. Pemain berusia 26 tahun tersebut sudah bermain dalam 17 pertandingan dan selalu menjadi pilihan utama di lini belakang.

Di laga kekalahan melawan Persib Bandung, Nurhidayat bermain sangat lugas di lini belakang. Dia berhasil melakukan lima clearance dan delapan tekel selama bermain 90 menit.

Karena itu, lini depan Madura United yang kini mengandalkan duet Junior Brandao dan Lulinha harus waspada. Sebab, kehadiran Nurhidayat bisa membuat tuan rumah kesulitan mencetak gol.

Menarik dinantikan peran Pedro Monteiro dan Nurhidayat di lini belakang. Apakah mereka berhasil membawa timnya meraih kemenangan? Patut ditunggu!

 

EDITOR: Edi Yulianto