← Beranda

Apakah Kalian Senang Kalau Kalah! Cara Bernardo Tavares Bikin Darah Skuad Persebaya Surabaya Mendidih

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 29 Januari 2026 | 23.59 WIB
Bernardo Tavares paham caranya bikin mental berperang Persebaya Surabaya membara. (Persebaya)

JawaPos.com — Apakah kalian senang kalau kalah! Kalimat tajam itu meluncur dari mulut Bernardo Tavares dan langsung menyentak ruang ganti Persebaya Surabaya saat laga melawan PSIM Yogyakarta.

Cara sederhana namun menusuk itu jadi pemantik api mental yang mengantar Green Force meraih kemenangan meyakinkan 0-3 di pekan ke-18 Super League 2025/2026.

Persebaya Surabaya datang ke Yogyakarta dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat tren positif. Tiga kemenangan beruntun sebelumnya membuat laga ini menjadi ujian konsistensi mental dan karakter tim.

Tekanan langsung dirasakan Persebaya Surabaya sejak awal pertandingan. PSIM Yogyakarta tampil agresif dan berani menekan, terutama pada 15 menit pertama babak pertama.

Tuan rumah mencoba memanfaatkan celah di sisi sayap dan ruang antarlini. Namun, solidnya organisasi pertahanan Green Force membuat berbagai upaya PSIM tak berbuah gol.

Lini belakang Persebaya Surabaya tampil disiplin dan tenang menghadapi intensitas permainan lawan. Situasi ini membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga jeda turun minum.

Di ruang ganti, Bernardo Tavares memilih pendekatan emosional untuk menyentuh pemain. Ia tidak bicara panjang soal taktik, tetapi menggugah rasa malu dan harga diri.

“Saya punya pertanyaan ke kalian. Kalian lihat gol di pertemuan terakhir (lawan PSIM), hasilnya kita kalah di kandang. Bagaimana perasaanmu?,” ujar Bernardo Tavares di hadapan pemainnya.

Kalimat itu langsung membuka memori pahit yang masih membekas.

“Sangat jelek ya? Sangat kecewa ya? Marah? Gugup? Memalukan?” lanjutnya dengan nada menekan. Setiap kata terasa seperti tamparan yang membangunkan kesadaran pemain.

Bernardo menekankan esensi sepak bola yang sering dilupakan. “Saya percaya kalian suka bermain bola, tapi sepak bola hanya terasa menyenangkan saat kita menang,” ucapnya.

Baginya, estetika permainan tidak akan berarti tanpa hasil. “Sepak bola adalah hasil,” tegas pelatih asal Portugal itu.

Ia lalu mengingatkan realitas yang akan diingat publik. “Jika kalian bermain bagus atau tidak, orang hanya akan ingat hasilnya seperti apa,” katanya.

Pesan itu disambung dengan ajakan untuk mengubah keadaan. “Hari ini kita harus tenang, kita harus mengubah keadaan,” lanjut Bernardo.

Bernardo juga menyinggung posisi lawan di klasemen. “Mereka berada dua poin di atas kita,” ujarnya memberi konteks penting laga tersebut.

Ia menambahkan fakta krusial soal rekor kandang PSIM. “Di sini hanya Borneo yang menang, yang lainnya ada yang kalah atau imbang,” katanya.

Target kemenangan ditegaskan tanpa kompromi. “Jika kita mau menang, kita harus kerja keras,” ucap Bernardo dengan nada penuh keyakinan.

Ia menuntut performa total dari anak asuhnya. “Kita harus lebih bagus dari mereka, baik dengan bola maupun tanpa bola,” katanya.

Instruksi itu ditutup dengan seruan pengorbanan maksimal. “Berikan segalanya di lapangan,” tegasnya.

Bernardo juga menanamkan standar evaluasi yang jujur. “Saat waktu kita selesai, kita harus merasa bahwa kita sudah memberikan segalanya,” katanya.

Menang atau kalah bukan satu-satunya ukuran. “Entah kita menang atau kalah, yang terpenting kita sudah memberikan yang terbaik secara fisik dan mental,” ujar Bernardo.

Efek pidato itu langsung terlihat di lapangan. Persebaya Surabaya tampil jauh lebih disiplin dan berani mengambil inisiatif pada babak kedua.

Penguasaan bola lebih efektif dan tekanan ke area lawan meningkat. Bruno Moreira dan rekan-rekannya tampil lebih agresif dan percaya diri.

Peluang demi peluang berbahaya berhasil diciptakan. PSIM mulai kesulitan keluar dari tekanan dan kehilangan momentum permainan.

Gol-gol Persebaya Surabaya akhirnya datang sebagai buah dari perubahan mental tersebut. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-3 tetap bertahan untuk kemenangan Green Force.

Selepas pertandingan, Bernardo tetap menjaga atmosfer positif. “Selamat, tetaplah bekerja keras,” ucapnya singkat di ruang ganti.

Ia menegaskan pentingnya konsistensi. “Sangat senang dengan tiga poin,” katanya.

Fokus Bernardo tidak berhenti pada satu kemenangan. “Yang terpenting kita terus mendaki,” ujarnya.

Ia langsung mengalihkan perhatian ke laga berikutnya. “Ayo sekarang, satu lagi pertandingan bagus,” kata Bernardo memompa motivasi.

Tambahan tiga poin membuat Persebaya Surabaya tetap berada di jalur persaingan papan atas. Green Force kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 31 poin.

Kemenangan di kandang PSIM juga memperpanjang tren positif Persebaya Surabaya menjadi empat kemenangan beruntun. Ini menjadi modal penting menghadapi jadwal padat ke depan.

Laga selanjutnya menanti di Gelora Bung Tomo. Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025/2026, Minggu (1/2/2026).

Dengan mental yang terus dibakar Bernardo Tavares, Green Force berpeluang melanjutkan pendakian.

Pertanyaan sederhana itu kini berubah menjadi energi besar yang mendorong Persebaya Surabaya menatap laga berikutnya dengan keyakinan penuh.

EDITOR: Edi Yulianto