JawaPos.com - Persebaya Surabaya sukses meraih kemenangan berharga di kandang PSIM Jogjakarta. Lebih spesialnya, Green Force menang dengan skor telak tiga gol tanpa balas!
Padahal, PSIM Jogjakarta terkenal tangguh saat bermain di kandang PSIM. Apalagi, mereka juga punya modal berharga menghadapi Persebaya, di mana mereka memberi mimpi buruk Bruno Moreira dkk pada laga pembuka Super League musim ini di hadapan Bonek.
Sulitnya mengalahkan PSIM diamini bek tangguh Persebaya, Risto Mitrevski. Maka dari itu, ia merasa bangga bisa mengalahkan PSIM di depan pendukung fanatiknya.
"Pertama-tama, yang membanggakan adalah kami menang. Seperti kita tahu, sangat sulit menang di kandang PSIM, apalagi menang dengan 3-0. Tapi, kami berusaha meraihnya dengan menampilkan performa terbaik dan kami memang layak memenangkannya," ujarnya seperti dikutip dari akun Instagram resmi Liga 1 Match.
Risto yang dinobatkan sebagai Man of The Match pada laga sengit tersebut juga menggarisbawahi bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja keras tim selama 90 menit plus injury time.
"Ini adalah kemenangan tim. Kami tahu PSIM akan menekan kami sejak laga dimulai. Tapi, kami bekerja keras untuk tidak sampai kebobolan. Kami punya skuad yang tanggung di belakang, dan juga berbahaya di lini depan untuk mengalahkan mereka," imbuhnya.
Kunci kemenangan lainnya menurut mantan bek Dewa United itu adalah adanya chemistry dan komunikasi yang kuat antar lini di skuad asuhan Bernardo Tavares.
"Chemistry kami juga kuat. Itulah kenapa komunikasi kami di lapangan cukup bagus dan saling mengerti bagaimana harus berlaga di lapangan sebagai sebuah tim," pungkasnya.
Risto memang layak mendapat predikat sebagai Man of the Match. Mengutip dari Sofascore, ia membukukan nilai enam untuk kontribusi dalam bertahan, tiga kali clearance, tiga kali mem-blok tendangan lawan, memenangkan dua kali duel udara dan hanya sekali melakukan pelanggaran.
Sementara itu, secara keseluruhan, Persebaya sendiri kalah dominan dari tuan rumah dalam aspek ball possession, yaitu 74 persen untuk PSIM dan 26 persen oleh tim tamu.
Namun, serangan Persebaya justru efektif, di mana skuad asuhan Bernardo Tavares ini unggul enam shoot on goal berbanding lima, di mana tiga diantaranya berbuah gol.