JawaPos.com — Tak tergoda rekrut jasa sang mantan Yuran Fernandes dari PSM Makassar, Bernardo Tavares akhirnya mewujudkan mimpinya merekrut Pedro Matos ke Persebaya Surabaya pada putaran kedua Super League 2025/2026.
Keputusan ini menegaskan arah transfer Green Force yang lebih fokus membenahi kreativitas lini tengah dibanding menambah kekuatan di lini belakang.
Nama Pedro Matos menguat sebagai pemain asing baru keempat Persebaya Surabaya setelah manajemen mencapai kesepakatan dengan Semen Padang FC.
Gelandang asal Portugal itu disebut sebagai pilihan langsung Bernardo Tavares, bukan mantan anak asuhnya Yuran Fernandes dari PSM Makassar yang sempat ramai dirumorkan.
Kabar kedatangan Pedro Matos langsung menghangatkan bursa transfer paruh musim dan memicu antusiasme suporter.
Persebaya Surabaya kembali membuat gebrakan dengan mendatangkan pemain yang dinilai mampu mengangkat kualitas permainan tim secara keseluruhan.
Informasi kesepakatan transfer Pedro Matos pertama kali mencuat melalui unggahan media fanbase Persebaya Surabaya, @emosijiwakucom, Sabtu (17/1/2026).
Akun tersebut menuliskan, “Selamat datang Pedro. Info yang kami terima, Pedro Matos, gelandang asal Portugal eks Semen Padang FC, menjadi pemain asing keempat pilihan Bernardo Tavares untuk bergabung di Persebaya. Vamos.”
Kehadiran Pedro Matos menegaskan karakter rekrutmen Persebaya Surabaya bawah kendali Bernardo Tavares.
Sejak awal, pelatih asal Portugal itu mengincar tambahan tenaga di sektor gelandang serang untuk menyeimbangkan permainan tim.
Pedro Matos menjadi pemain asing keempat yang didatangkan Persebaya Surabaya pada putaran kedua musim ini. Sebelumnya, Green Force telah mengamankan jasa Bruno Paraiba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes.
Keempat pemain asing tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung tim dalam perburuan prestasi di sisa kompetisi. Manajemen Persebaya Surabaya ingin memastikan tim tampil lebih kompetitif dan konsisten hingga akhir musim.
Pedro Matos bukan sosok asing di Super League Indonesia. Bersama Semen Padang FC pada putaran pertama musim 2025/2026, gelandang berusia 27 tahun itu tampil reguler dan konsisten.
Ia mencatatkan 15 penampilan dengan total 1.144 menit bermain sepanjang putaran pertama. Kontribusinya tercermin dari satu gol dan empat assist yang ia sumbangkan untuk Kabau Sirah.
Statistik tersebut menegaskan peran Pedro Matos sebagai pengatur tempo sekaligus kreator serangan. Ia juga hanya mengoleksi dua kartu kuning, menandakan gaya bermain yang relatif disiplin dan efektif.
Pedro Matos memiliki nama lengkap Pedro Ricardo Rodrigues de Matos dan lahir di Vila Nova de Gaia, Portugal, pada 11 Mei 1998. Dengan tinggi badan 1,75 meter, ia dikenal lincah serta memiliki kontrol bola yang baik.
Kemampuan melepas umpan terobosan dan tembakan jarak jauh dengan kaki kanan menjadi salah satu keunggulannya.
Karakter ini dinilai cocok dengan kebutuhan Persebaya Surabaya yang kerap kesulitan membongkar pertahanan lawan di putaran pertama.
Posisi utama Pedro Matos adalah gelandang serang. Namun, ia juga mampu dimainkan sebagai gelandang tengah maupun sayap kanan.
Fleksibilitas tersebut menjadi nilai tambah besar bagi Bernardo Tavares yang menyukai pemain multirole. Variasi posisi memungkinkan pelatih menyusun skema berbeda sesuai kebutuhan pertandingan.
Pedro Matos bergabung dengan Semen Padang FC pada 1 Juli 2025. Meski detail kontraknya tidak dipublikasikan, nilai pasarnya saat ini ditaksir mencapai Rp 2,17 miliar.
Angka tersebut mencerminkan kualitas dan pengalaman Pedro Matos di level profesional. Persebaya Surabaya menilai investasi ini sepadan dengan dampak yang diharapkan di lapangan.
Kehadiran Pedro Matos diharapkan mampu meningkatkan kreativitas serangan Persebaya Surabaya. Lini tengah Green Force sebelumnya kerap dinilai kurang tajam dalam memecah pertahanan lawan.
Dengan karakter playmaker yang dimilikinya, Pedro Matos diproyeksikan menjadi penghubung vital antara lini tengah dan lini depan. Perannya diharapkan membuat aliran bola lebih hidup dan terstruktur.
Kesamaan latar belakang Portugal dengan Bernardo Tavares diyakini memudahkan komunikasi dan pemahaman taktik. Adaptasi Pedro Matos pun diprediksi berlangsung lebih cepat dibanding pemain asing lain.
Kedatangannya juga menambah persaingan di lini tengah dan memacu pemain lokal meningkatkan performa. Situasi ini diharapkan berdampak positif bagi atmosfer kompetitif di dalam tim.
Sebelumnya, Bernardo Tavares menegaskan pentingnya keseimbangan komposisi pemain dalam tim. Ia menilai kombinasi pemain tinggi dan pemain cepat menjadi kunci sukses di Super League.
“Di Indonesia, banyak gol tercipta dari bola mati. Kami butuh pemain tinggi untuk duel udara dan bertahan, serta pemain cepat untuk membangun serangan,” tambahnya.
Antusiasme Bonek dan Bonita mulai terasa di media sosial menyambut kedatangan Pedro Matos. Banyak suporter berharap ia mampu menjadi pembeda dalam laga-laga krusial putaran kedua.
Putaran kedua Super League 2025/2026 dipastikan berjalan semakin menarik. Persebaya Surabaya mengirim sinyal kuat ingin kembali bersaing di papan atas dengan Pedro Matos sebagai bagian penting dari strategi besar Green Force.