JawaPos.com - Persija Jakarta harus menelan pil pahit saat bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 11 Januari akhir pekan lalu. Mereka kalah 0-1 dari Persib Bandung, sekaligus gagal memuncaki klasemen di paruh musim Super League.
Kekalahan itu tentu masih terasa menyakitkan, apalagi kalah dari rival abadi dan hasil pertandingan menentukan posisi di puncak klasemen. Tetapi, para pemain harus move on.
Bek Persija, Jordi Amat bertekad untuk menjadikan kekalahan tersebut sebagai pelajaran berharga, sehingga kiprah para pemain Macan Kemayoran bukannya dihujat, melainkan patut diapresiasi.
“Hasilnya memang menyakitkan, tetapi saya bangga dengan penampilan kami. Kami memberikan segalanya di laga derbi, bertanding dengan sepenuh hati, dan pantas mendapatkan lebih,” ujar Jordi seperti dikutip dari laman resmi klub.
Ia menambahkan hingga paruh musim ini, Persija telah mengalami perkembangan pesat ketimbang musim lalu, karena saat ini mereka menjadi pesaing kuat dalam perebutan juara Super League.
Hal ini membuktikan bahwa secara mental dan aspek teknis, Macan Kemayoran lebih matang. Salah satu yang terlihat adalah Persija tetap berani tampil agresif membombardir pertahanan Maung Bandung meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54.
“Tim ini terus berkembang dan kami akan kembali lebih kuat. Terima kasih atas dukungan kalian, Jakmania,” pungkasnya.
Sementara itu, rekan setim Jordi, Emaxwell Souza mengingatkan agar kekalahan atas Persib tidak mengubah arah dan tujuan utama tim, yaitu menjuarai liga.
“Belajar, berkembang, dan kembali lebih kuat. Perjuangan berlanjut, dan tujuan kami tetap sama,” ucap Maxwell.
Macan Kemayoran sementara ini menempati peringkat ketiga klasemen sementara Super League di bawah Persib pada peringkat satu dan Borneo FC di posisi runner-up.
Tim asuhan Mauricio Souza tersebut mengumpulkan 35 poin, hasil dari 11 kali menang, dua hasil seri, dan empat kali kalah. Mereka berselisih tiga poin dari Persib, dan dua poin dari Borneo FC.