← Beranda

Sering Kalah Duel Udara, Persebaya Era Bernardo Tavares Diperkuat 6 Pemain Jangkung

Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 13 Januari 2026 | 14.56 WIB
Leo Lelis jadi salah satu pemain jangkung di Persebaya Surabaya era Bernardo Tavares. (Instagram @leolelis93)

JawaPos.com–Menang duel udara hanya 40 persen menjadi catatan serius Persebaya Surabaya di tengah ambisi bersaing pada Super League 2025/2026. Dari kondisi itu, enam pemain jangkung di era Bernardo Tavares kini disiapkan sebagai senjata utama untuk mengubah kelemahan menjadi kekuatan.

Persebaya Surabaya terus memantapkan persiapan menghadapi kompetisi musim baru dengan memperkuat komposisi tim secara bertahap. Fokus pembenahan Bernardo tavares diarahkan pada sektor yang selama ini masih rapuh, terutama dalam situasi bola mati dan duel udara.

Terbaru, manajemen resmi mendatangkan Gustavo Fernandes untuk menambah kedalaman skuad. Bek tengah asal Brasil itu melengkapi dua kompatriotnya yang lebih dulu bergabung, yakni Bruno Paraíba dan Jefferson Silva.

Kehadiran tiga pemain Brasil tersebut menegaskan keseriusan Persebaya Surabaya dalam membangun tim yang lebih kompetitif. Langkah ini sekaligus mencerminkan arah permainan yang ingin dibentuk Bernardo Tavares untuk musim baru.

Pelatih asal Portugal itu menilai keseimbangan komposisi pemain menjadi kunci agar Persebaya mampu bersaing di papan atas. Kombinasi postur tinggi dan kecepatan dinilai penting untuk menjawab karakter sepak bola Indonesia. 

“Di Indonesia, banyak gol tercipta dari bola mati. Kami butuh pemain tinggi untuk duel udara dan bertahan, serta pemain cepat untuk membangun serangan,” tambah Bernardo Tavares.

Pernyataan tersebut menggambarkan fokus Tavares dalam merespons tantangan kompetisi domestik. Statistik musim ini menunjukkan alasan di balik kebutuhan tersebut.

Berdasar data Sofascore, Persebaya Surabaya hanya mampu memenangkan 12,9 duel udara per laga dengan persentase 40,2 persen. Angka itu terbilang rendah untuk tim yang ingin bersaing di level atas.

Situasi ini kerap membuat lini pertahanan Persebaya Surabaya rawan saat menghadapi umpan silang atau skema bola mati lawan. Meski demikian, performa bertahan Persebaya Surabaya tidak sepenuhnya buruk.

Catatan clean sheets mencapai lima laga dengan rata-rata kebobolan hanya 0,9 gol per pertandingan. Data lain juga menunjukkan aktivitas defensif yang cukup tinggi. Interceptions per game berada di angka 39,5 dengan balls recovered mencapai 69,4 per laga.

Di bawah mistar, Persebaya Surabaya mencatatkan 3,7 penyelamatan per pertandingan. Namun, tingginya angka errors leading to shot yang mencapai 108 menjadi alarm tersendiri bagi tim pelatih.

Dalam konteks itulah, kehadiran pemain-pemain bertubuh tinggi menjadi harapan baru. Bernardo Tavares kini memiliki enam pemain dengan tinggi di atas 1,85 meter dalam skuadnya. 

Nama terbaru adalah Gustavo Fernandes yang memiliki tinggi 1,95 meter. Postur ideal itu membuatnya diharapkan menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan Persebaya Surabaya. 

Selain Gustavo, ada Leo Lelis yang memiliki tinggi 1,89 meter. Bek tengah ini dikenal cukup agresif dan kuat dalam duel fisik, terutama saat menghadapi striker lawan. 

Bruno Paraíba juga masuk dalam daftar pemain jangkung Persebaya Surabaya. Gelandang tengah setinggi 1,89 meter ini diharapkan mampu membantu duel udara di lini tengah. 

Risto Mitrevski menjadi opsi lain di lini belakang dengan tinggi 1,87 meter. Pengalamannya diharapkan mampu menambah ketenangan saat Persebaya Surabaya menghadapi tekanan lawan. 

Di sektor gelandang, Milos Raickovic juga memiliki tinggi 1,87 meter. Postur tersebut membuatnya potensial membantu pertahanan sekaligus memenangi duel di area tengah. 

Sementara di lini depan, Dejan Tumbas berdiri dengan tinggi 1,87 meter. Penyerang ini bisa menjadi target man sekaligus ancaman dalam situasi bola mati. 

Enam pemain jangkung ini memberi banyak opsi bagi Bernardo Tavares dalam meracik strategi. Tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk memaksimalkan peluang dari set piece

Kondisi ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Persebaya Surabaya. Dengan materi yang lebih ideal, kelemahan duel udara diharapkan bisa ditekan secara signifikan. 

Menarik menantikan bagaimana Bernardo Tavares mengoptimalkan potensi tersebut. Apalagi kompetisi Super League dikenal keras dengan intensitas duel fisik yang tinggi. 

Jika enam pemain jangkung ini mampu tampil konsisten, Persebaya Surabaya berpeluang mengubah statistik duel udara yang selama ini menjadi sorotan. Dari hanya 40 persen kemenangan duel udara, Green Force ingin naik kelas dan bertarung lebih garang di musim baru.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah