JawaPos.com—Misi David da Silva pulang ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menyimpan cerita emosional sekaligus ambisi besar. Striker Malut United itu siap mengesampingkan nostalgia demi satu tujuan, membantu timnya menjungkalkan Persebaya Surabaya di kandangnya sendiri.
Malut United akan menantang Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-17 Super League 2025/2026. David da Silva dkk akan bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/1) sore.
Laga ini memiliki makna khusus bagi David da Silva. Penyerang Malut United itu pernah menjadi bagian penting Persebaya Surabaya.
Stadion GBT bukan sekadar arena tanding, melainkan tempat yang menyimpan banyak kenangan dalam perjalanan kariernya. Meski demikian, David memastikan profesionalitas tetap menjadi pegangan utama. Dia menegaskan fokus sepenuhnya tertuju pada Malut United yang saat ini sedang memburu poin penting.
“Saya menghormati Persebaya karena saya punya sejarah dan kenangan indah di sini. Tapi sekarang fokus saya adalah tim saya dan saya akan memberikan yang terbaik untuk Malut United,” kata David da Silva.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap dewasa sang penyerang dalam menghadapi laga emosional. David ingin menjawab kepercayaan tim dengan performa maksimal di atas lapangan.
Datang ke Surabaya, David membawa modal kepercayaan diri tinggi. Dia selalu mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir bersama Malut United.
Ketajaman itu membuat David kini mengoleksi tujuh gol hingga pekan ke-16. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu striker paling produktif di Super League musim ini.
Performa konsisten David menjadi harapan besar Malut United untuk mencuri poin di kandang Persebaya Surabaya. Tim asal Maluku Utara itu menyadari laga di GBT tidak akan mudah.
Atmosfer stadion yang terkenal angker menjadi tantangan tersendiri. Namun Malut United justru ingin menjadikan tekanan sebagai motivasi tambahan.
David juga menegaskan ambisi besar timnya musim ini. Malut United tidak sekadar ingin tampil kompetitif, tetapi serius menatap gelar juara.
“Kami punya rencana untuk menjadi juara. Kami harus membuktikannya dari pertandingan ke pertandingan,” tutur David da Silva.
Ucapan tersebut mencerminkan mentalitas juara yang sedang dibangun Malut United. Setiap laga dianggap sebagai final, termasuk duel kontra Persebaya Surabaya.
Secara statistik, kontribusi David musim ini sangat signifikan. Dia telah tampil dalam 15 pertandingan bersama Malut United.
Dari jumlah tersebut, David mencatatkan tujuh gol dan tiga assist. Perannya tidak hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga kreator serangan.
Disiplin David di lapangan juga terjaga dengan baik. Dia baru mengoleksi satu kartu kuning sepanjang musim.
Total menit bermain David mencapai 1.163 menit. Angka itu menunjukkan kepercayaan besar pelatih terhadap perannya di lini depan.
Kondisi fisik dan mental David dinilai berada pada level terbaik. Konsistensi tersebut menjadi modal penting menghadapi Persebaya Surabaya yang dikenal solid di kandang.
Bagi Persebaya Surabaya, kehadiran David jelas menjadi ancaman serius. Mereka mengenal betul kualitas striker Brasil itu saat masih mengenakan seragam hijau.
Namun kini situasi telah berubah. David datang sebagai lawan yang siap memberikan luka bagi mantan klubnya.
Malut United sendiri tengah berupaya menjaga tren positif di papan atas klasemen. Tambahan poin dari Surabaya akan memperkuat posisi mereka dalam persaingan juara.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan penuh emosi. Selain gengsi tim, duel ini juga sarat dengan cerita personal David da Silva.
Kembalinya David ke GBT menjadi magnet tersendiri bagi publik sepak bola. Banyak mata akan tertuju pada bagaimana ia merespons tekanan dan nostalgia.
David ingin membuktikan profesionalitasnya sebagai pemain top. Baginya, sepak bola selalu tentang tanggung jawab terhadap tim yang dibela.
Dengan mental tajam dan kepercayaan diri tinggi, David siap memimpin lini serang Malut United. Misi pulang ke GBT pun jelas, membantu timnya menjungkalkan Persebaya Surabaya.