← Beranda
Beda Strategi Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta di Bursa Transfer! Satu Agresif Beli Peluru, Satu Lagi Sibuk Lepas Amunisi!
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 8 Januari 2026 | 22.13 WIB
Beda strategi transfer Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta. (Persebaya Surabaya, Persija Jakarta)

JawaPos.com — Beda fokus Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta di bursa transfer Super League 2025/2026 mulai terlihat jelas jelang dibukanya jendela transfer paruh musim. Dua raksasa Liga Indonesia itu sama-sama bergerak, tetapi dengan arah dan strategi yang sangat berbeda.

Bursa transfer paruh kedua musim ini memang baru resmi dibuka pada 10 Januari 2026 mendatang.

Namun, sejumlah klub sudah melakukan manuver awal, baik dengan melepas pemain maupun mendatangkan amunisi anyar untuk memperkuat skuad.

Persebaya Surabaya menjadi salah satu klub yang paling agresif di fase awal ini. Tim berjuluk Green Force resmi mendatangkan dua pemain asing asal Brasil untuk menambah daya gedor dan soliditas lini belakang.

Dua pemain tersebut adalah Bruno Paraiba yang berposisi sebagai striker dan Jefferson Silva yang beroperasi di sektor bek kiri.

Kehadiran keduanya diharapkan memberi warna baru bagi permainan Persebaya Surabaya di putaran kedua musim ini.

Pengumuman resmi dilakukan melalui akun media sosial klub pada Rabu (7/1/2026). Persebaya Surabaya menyambut kedatangan dua legiun asing tersebut dengan pesan khas yang membakar semangat Bonek.

“Iki lho Rek, Bruno kedua Persebaya, Bruno Paraiba,” tulis akun resmi @officialpersebaya.

“Paraiba yang berposisi striker tidak datang sendiri. Dia datang bersama Jefferson Silva, pemain kidal yang berposisi bek kiri.”

“Selamat datang Rek, ayo bawa Persebaya terbang lebih tinggi lagi,” lanjut pernyataan tersebut. Pesan itu sekaligus menegaskan ambisi Persebaya Surabaya untuk tampil lebih kompetitif pada paruh kedua musim.

Langkah Persebaya Surabaya ini kontras dengan apa yang dilakukan Persija Jakarta. Alih-alih mendatangkan pemain baru, Macan Kemayoran justru melepas tiga pemain muda dengan status pinjaman.

Tiga pemain tersebut adalah Figo Dennis, Jehan Pahlevi, dan Alfriyanto Nico. Ketiganya dilepas untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak di klub lain selama paruh kedua musim.

Persija mengumumkan peminjaman Figo Dennis dan Jehan Pahlevi lebih dulu melalui akun Instagram resmi klub. Pengumuman itu disertai pesan motivasi agar keduanya kembali dengan perkembangan yang lebih matang.

“Persija resmi meminjamkan dua pemain mudanya, Figo Dennis & Jehan Pahlevi. Good luck and come back stronger, Macan Muda!,” tulis Instagram @persija pada Rabu siang.

Tiga jam berselang, Persija kembali mengumumkan peminjaman Alfriyanto Nico. Bek kanan muda tersebut menjadi nama ketiga yang dilepas dalam jendela transfer pertengahan musim ini.

“Alfriyanto Nico jadi nama selanjutnya yang resmi dipinjamkan pada jendela transfer pertengahan musim ini. Terus berjuang dan berikan yang terbaik, Nico!,” lanjut pernyataan Persija Jakarta.

Perbedaan langkah ini menunjukkan strategi yang berlainan antara dua klub besar tersebut. Persebaya Surabaya fokus menambah kekuatan instan, sementara Persija memilih jalur pengembangan pemain muda.

Situasi bursa transfer Super League 2025/2026 secara keseluruhan juga cukup dinamis. Sejumlah klub sudah mulai aktif, meski jendela transfer belum resmi dibuka.

Persib Bandung tercatat baru melepas Wiliam Marcilio tanpa mendatangkan pemain baru. Bhayangkara FC menjadi salah satu klub dengan aktivitas keluar terbanyak, termasuk melepas David Maulana dan Reza Kusuma ke PSPS.

Persijap Jepara mendatangkan tiga pemain asing dan melepas dua pemain lokal dengan status pinjaman. Borneo FC juga bergerak dengan mendatangkan Ardi Idrus dari Bhayangkara FC serta melepas dua pemain bertahan.

Madura United memilih mengganti gelandang serangnya dengan mendatangkan Junior Brandao dan melepas Valeriy Gryshyn.

Semen Padang cukup aktif dengan mendatangkan empat pemain baru tanpa melepas satu pun pemain.

Persita Tangerang dan Bali United juga sudah menambah amunisi di lini tengah. Sementara itu, Arema FC justru kehilangan beberapa pemain penting tanpa tambahan pemain baru.

Di sisi lain, masih ada enam klub yang belum melakukan pergerakan transfer sama sekali. Klub-klub tersebut antara lain Malut United, Persik Kediri, Dewa United, PSBS Biak, dan Persis Solo.

Beda nasib Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta di bursa transfer ini menjadi cerminan dinamika awal paruh musim Super League 2025/2026.

Menarik dinantikan, strategi siapa yang akan terbukti paling efektif ketika kompetisi kembali bergulir.

EDITOR: Banu Adikara