← Beranda

Anak Didik Ganesha Putra Bikin Heboh Persija, Persebaya Kapan?

Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 5 Januari 2026 | 23.03 WIB
Pesepak bola Persija Jakarta Arlyansyah Abdulmanan pada pertandingan Super League melawan Persijap Jepara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (3/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com — Anak didik Ganesha Putra kembali mencuri perhatian, kali ini lewat penampilan gemilang pemain muda Persija Jakarta. Situasi ini memunculkan pertanyaan menarik, apakah Persebaya Surabaya segera memetik hasil serupa dari sentuhan tangan dinginnya.

Malam Sabtu (3/1/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi panggung cerita indah bagi Persija Jakarta. Di hadapan 26.113 The Jakmania, Macan Kemayoran menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 2-0.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persija langsung mengambil inisiatif permainan dengan tempo tinggi. Tekanan beruntun diarahkan ke jantung pertahanan Persijap tanpa memberi ruang bernapas.

Peluang demi peluang lahir dari kaki Hanif Sjahbandi, Van Basty Sousa, hingga sundulan Eksel Runtukahu. Dominasi itu belum berbuah gol, sehingga skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Babak kedua menjadi titik balik permainan Persija Jakarta di hadapan publik sendiri. Intensitas tetap terjaga, namun efektivitas serangan meningkat signifikan.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-61 lewat aksi pemain muda Arlyansyah Abdulmanan. Gol tersebut membuat stadion bergemuruh dan memberi energi tambahan bagi Persija.

Gol Arly lahir dari aksi Hanif Sjahbandi yang melewati dua pemain lawan sebelum mengirim umpan matang. Dengan penyelesaian tenang, Arly menaklukkan kiper Persijap tanpa ragu.

Keunggulan satu gol tidak membuat Persija menurunkan tempo permainan. Tekanan terus dilancarkan untuk memastikan kemenangan tetap berada dalam genggaman.

Hasilnya datang pada menit ke-79 melalui Aditya Warman, produk binaan internal Persija lainnya. Ia melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur deras ke pojok kiri atas gawang.

Gol indah Aditya memastikan skor 2-0 sekaligus menutup laga dengan penuh kepuasan. Dua pemain muda menjadi aktor utama kemenangan Persija malam itu.

Pelatih Persija Mauricio Souza mengaku sangat puas dengan performa timnya. Ia menilai kerja keras sejak babak pertama menjadi kunci keberhasilan.

“Pada babak pertama, kami membuat lawan sangat kelelahan melalui banyak operan dan dengan memaksa mereka mengikuti tempo permainan kami,” ujar Mauricio pascalaga.

Ia menyebut efektivitas baru muncul setelah penyesuaian di babak kedua.

“Memasuki babak kedua, kami melakukan beberapa penyesuaian,” lanjutnya. Mauricio menilai lawan sudah terkuras sehingga sulit mengejar tempo permainan Persija.

Komentar khusus juga disampaikan Mauricio terkait gol Aditya Warman yang spektakuler. Ia menilai gol tersebut buah dari dedikasi tinggi sang pemain di sesi latihan.

“Aditya berlatih dengan sangat baik,” kata Mauricio. Ia menyebut tidak menyangka gol itu tercipta, namun percaya pada talenta besar sang pemain.

“Saya yakin saat dia masuk ke lapangan, dia akan memberikan kontribusi besar,” tuturnya. Mauricio menekankan pentingnya kerendahan hati dan konsistensi bagi Aditya.

Kemenangan ini semakin menegaskan keberanian Persija memberi panggung bagi pemain muda. Perpaduan pengalaman dan regenerasi berjalan seimbang di tubuh Macan Kemayoran.

Musim ini, Persija tercatat sebagai klub dengan gol terbanyak dari pemain U-21 di Super League 2025/2026. Arlyansyah, Aditya Warman, dan Dony Tri menjadi simbol keberhasilan tersebut.

Arlyansyah bahkan menjadi pemain termuda kedua yang mencetak gol musim ini. Ia hanya kalah muda dari Reyner Barusu milik Bali United.

Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari fondasi pembinaan yang kuat di Persija. Salah satu sosok penting di baliknya adalah Ganesha Putra.

Ganesha pernah menjabat manajer akademi Persija pada 2018/2019 hingga 2022/2023. Ia kemudian menjadi wakil presiden klub dari April 2022 sampai Juni 2024.

Setelah itu, Ganesha melanjutkan perjalanannya ke Surabaya bersama Persebaya Surabaya. Ia dipercaya sebagai Kepala Persebaya Future Lab sejak Juli 2024 hingga sekarang.

Di Persebaya Surabaya, Ganesha membawa filosofi pengembangan jangka panjang yang terstruktur. Fokus utama bukan membentuk tim juara, melainkan melahirkan pemain profesional berkualitas.

“Ya, jadi kita kan misinya di sini bukan mau bikin tim,” ujar Ganesha.

Ia menegaskan tujuan akhir Future Lab mengarah ke tim utama dan tim nasional senior.

Pengembangan individu menjadi inti pendekatan Persebaya Future Lab. Setiap pemain diasah berdasarkan kebutuhan spesifik sesuai posisinya.

“Kalau kita bicara pengembangan individu, ada hal-hal yang sifatnya spesifik posisi,” jelasnya. Prinsip permainan diajarkan secara detail untuk setiap peran.

Musim ini menjadi fase penerapan intensif setelah masa adaptasi sebelumnya. Dengan fondasi kuat, Persebaya Surabaya diyakini tinggal menunggu waktu untuk menuai hasil serupa seperti Persija.

EDITOR: Edi Yulianto