← Beranda

Fasilitas Lengkap dan Stabilitas Jadi Alasan Bernardo Tavares Kepincut Tangani Persebaya Surabaya

Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 5 Januari 2026 | 17.21 WIB
Bernardo Tavares jadi kandidat kuat pelatih baru Persebaya Surabaya. (Dok. PSM Makassar)

JawaPos.com — Fasilitas lengkap dan stabilitas Persebaya Surabaya menjadi magnet utama yang membuat Bernardo Tavares kepincut menangani tim Kota Pahlawan di Super League 2025/2026. Datang dengan reputasi kuat dan visi jangka panjang, pelatih asal Portugal itu siap memulai era baru bersama Green Force.

Bernardo Tavares mendarat di Surabaya pada Minggu malam (4/1/2026) dan langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional.

Kehadirannya menandai langkah strategis Persebaya Surabaya yang ingin membangun tim secara berkelanjutan, bukan sekadar mengejar hasil instan.

Pelatih yang sebelumnya sukses bersama PSM Makassar itu tidak datang sendirian ke Surabaya.

Bernardo membawa Renato Duarte yang akan mengisi peran asisten pelatih dan menjadi bagian penting dalam tim kepelatihan barunya.

Di Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares akan bekerja bersama jajaran asisten yang sudah ada dan memahami kultur klub.

Uston Nawawi, Shin Sang-gyu, serta Felipe Americo Martins Goncalves sebagai pelatih kiper tetap dipertahankan demi kesinambungan kerja tim.

Bernardo Tavares secara terbuka menyebut fasilitas Persebaya Surabaya sebagai salah satu alasan terbesarnya menerima tantangan di Surabaya.

“Apa yang saya lihat adalah Persebaya memiliki fasilitas yang baik, dengan lingkungan yang baik, memiliki stadion, dan apa yang saya rasa kita butuhkan? Stabilitas,” ujar Bernardo Tavares, Minggu (4/1/2025).

Menurut Bernardo, stabilitas menjadi fondasi utama untuk membangun tim kompetitif dalam jangka panjang. “Stabilitas. Saya akan kalah di pertandingan, pemain akan kalah di pertandingan, kita akan membuat kesalahan.”

Pelatih berusia 45 tahun itu menilai dukungan suporter menjadi elemen krusial dalam proses membangun tim.

“Sangat penting bagi suporter mendukung kita agar kita bisa menang, karena jika kita bisa menang, kadang-kadang kita juga akan kalah.”

Baca Juga: Bernardo Tavares Sudah Analisis Malut United! Persebaya Surabaya Siap Tancap Gas di Gelora Bung Tomo

Bernardo juga menekankan pentingnya atmosfer positif di dalam dan luar lapangan. “Jadi kita harus membangun atmosfer yang baik. Kita harus membangun ini.”

Ia menyadari betul ekspektasi besar publik Surabaya yang merindukan prestasi juara. “Dan Persebaya yang saya lihat disini, titel terakhir adalah 2004. Sudah 22 tahun. 22 tahun.”

Kesabaran menjadi pesan utama yang ingin ia sampaikan kepada seluruh elemen klub. “Jadi kita tidak bisa mengharapkan hal-hal akan berubah dengan cepat.”

Bernardo menilai proses bertahap sebagai satu-satunya jalan realistis untuk membawa Persebaya kembali berjaya. “Kita harus memulai langkah-langkah kecil.”

Persaingan Super League 2025/2026 juga ia nilai semakin ketat dengan kekuatan finansial yang merata.

“Di saat ini, kita harus melihat tim lain. Persija, Malut, tim lain, Dewa, juga memiliki finansial yang baik, juga memiliki pemain yang baik.”

Kondisi itu membuat Persebaya Surabaya harus cermat dalam menjaga dan merekrut pemain. “Jadi kita harus menjaga pemain yang baik dan mencoba menemukan pemain yang baik.”

Fokus pada pengembangan pemain muda menjadi salah satu pilar utama filosofi Bernardo Tavares. “Tapi kita juga harus mencari pemain dari akademi kita.”

Ia melihat akademi sebagai sumber emas klub yang mampu menjaga identitas Persebaya Surabaya.

“Ini penting untuk memiliki pemain jangka panjang tapi juga pemain baru dengan ambisi baru yang ingin menunjukkan karena ini adalah emas dari klub yang datang dari akademi.”

Budaya klub, menurut Bernardo, tidak bisa dibeli secara instan. “Begitulah cara kita membuat budaya.”

Wawancara singkatnya ditutup dengan sapaan khas yang langsung mengikat emosional Bonek. “Salam satu nyali! Wani!”

Secara performa, Persebaya Surabaya sebenarnya sudah menunjukkan fondasi yang cukup solid sebelum kedatangan Bernardo.

Baca Juga: Saya Tidak Bisa Berjanji Apa-Apa! Bernardo Tavares Datang ke Persebaya Surabaya dengan Cara Berbeda

Dari 16 laga, Green Force mencatat enam kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan dengan produktivitas 22 gol.

Pertahanan juga relatif stabil dengan hanya 15 kali kebobolan dan tiga catatan nirbobol. Statistik ini menunjukkan keseimbangan tim yang siap ditempa ke level lebih tinggi.

Dari sisi permainan, Persebaya Surabaya mencatat 5.199 umpan dengan akurasi mencapai 80 persen. Produktivitas serangan terlihat dari 161 tembakan dan 78 umpan kunci yang dilepaskan sepanjang musim.

Aspek defensif juga menonjol lewat 320 intersep, 271 sapuan, dan 46 blok tembakan. Data ini memberi gambaran jelas mengapa Bernardo melihat potensi besar untuk dikembangkan.

Dengan fasilitas lengkap, stabilitas manajemen, dan basis suporter fanatik, Persebaya Surabaya menawarkan ekosistem ideal bagi pelatih dengan visi jangka panjang.

Kini, publik Surabaya menanti bagaimana Bernardo Tavares meramu potensi itu menjadi prestasi nyata di Kota Pahlawan.

 
EDITOR: Hendra