JawaPos.com—Momentum Alfan Suaib meledak tepat saat Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat melawan Madura United di pekan ke-16 Super League 2025/2026. Absennya Gali Freitas membuka peluang besar bagi winger muda tersebut untuk tampil sebagai supersub yang bisa mengubah jalannya laga.
Persebaya Surabaya dijadwalkan bertandang ke markas Madura United pada lanjutan super league, Sabtu (3/1). Duel sarat gengsi ini akan digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, dengan atmosfer panas khas Derbi Suramadu.
Persebaya datang ke laga lawan Madura United dengan modal percaya diri tinggi setelah meraih kemenangan telak 4-0 atas Persijap Jepara. Kemenangan tersebut terasa penting karena sekaligus menghentikan tren lima laga imbang yang sempat membayangi Persebaya Surabaya.
Tambahan tiga poin dari laga itu juga berdampak langsung pada posisi klasemen Persebaya Surabaya. Tim kebanggaan Bonek kini menempati peringkat ketujuh dengan koleksi 22 poin dari 15 pertandingan.
Situasi positif itu sedikit ternodai kabar kurang sedap jelang lawatan ke Madura. Gali Freitas dipastikan tidak bisa ambil bagian karena masih menjalani proses pemulihan cedera.
Informasi absennya Gali disampaikan oleh salah satu fanbase Persebaya Surabaya. Kabar tersebut langsung menyita perhatian suporter karena peran Gali cukup vital di sektor sayap.
“BREAKING: Gali Freitas sudah dipastikan akan absen hari ini saat melawan Madura United. Gali membutuhkan istirahat karena cedera,” tulis akun fanbase @persebayafans.27 yang cepat menyebar di media sosial.
Fanbase tersebut juga menyampaikan doa agar sang pemain segera pulih. “Belum tahu cedera apa yang dialami, kita doakan terbaik buat Gali ya, Rek! Semoga lekas kembali di atas lapangan,” imbuh pernyataan tersebut.
Absennya Gali juga terlihat sejak sesi latihan hingga pemberangkatan tim. “Makanya kemarin di latihan dan pemberangkatan gak ada sosok Gali,” tulis fanbase tersebut menegaskan situasi terkini.
Kondisi ini membuka ruang bagi pemain lain untuk unjuk gigi, salah satunya Alfan Suaib. Winger muda Persebaya Surabaya itu berpeluang besar mengisi peran sebagai supersub yang bisa memberi warna berbeda.
Alfan Suaib memang belum banyak mendapat menit bermain musim ini. Namun, situasi darurat seperti ini sering menjadi titik balik bagi pemain muda untuk mencuri perhatian pelatih.
Musim 2025/2026 mencatat Alfan baru tampil satu kali bersama Persebaya Surabaya. Ia hanya bermain selama satu menit saat menghadapi Bhayangkara FC karena ketatnya persaingan di posisi winger.
Meski minim menit bermain musim ini, Alfan bukan nama asing di skuad Green Force. Pada musim 2024/2025, dia mencatat sembilan penampilan dengan total 338 menit bermain di Super League.
Di musim tersebut, Alfan juga menunjukkan agresivitas permainan. Dia mengoleksi tiga kartu kuning, tanda keterlibatan aktif dalam duel dan tekanan di sisi lapangan.
Perjalanan karir Alfan bersama Persebaya Surabaya dimulai sejak musim 2023/2024. Pada musim debutnya, dia tampil tiga kali dengan total 27 menit bermain.
Alfan Suaib lahir di Ternate pada 24 Maret 2004. Di usia 21 tahun, dia memiliki tinggi badan 1,73 meter dan berposisi utama sebagai sayap kanan.
Keunggulan Alfan terletak pada fleksibilitas. Selain sayap kanan, dia juga mampu bermain sebagai sayap kiri dan bahkan bek kanan saat dibutuhkan.
Alfan bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 15 November 2023. Sejak saat itu, dia terus berjuang menembus tim utama di tengah persaingan ketat.
Secara karakter permainan, Alfan dikenal memiliki kecepatan dan keberanian melakukan duel satu lawan satu. Tipikal pemain seperti ini cocok dimainkan sebagai supersub untuk memecah kebuntuan.
Peran supersub menjadi krusial dalam laga berat seperti menghadapi Madura United. Masuk di babak kedua, Alfan bisa memanfaatkan stamina lawan yang mulai menurun.
Caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, kini dihadapkan pada pilihan menarik. Memberi kesempatan pada Alfan bisa menjadi keputusan berani sekaligus strategis.
Kepercayaan pelatih pada pemain muda sering kali berbuah kejutan. Dalam atmosfer derbi, motivasi pemain seperti Alfan bisa berlipat ganda.
Laga melawan Madura United juga sarat tekanan mental. Namun, kondisi ini justru bisa menjadi panggung ideal bagi Alfan untuk membuktikan kapasitasnya.
Bagi Persebaya Surabaya, kehilangan Gali Freitas tentu bukan situasi ideal. Meski demikian, kedalaman skuad diuji untuk tetap menjaga daya saing tim.
Alfan Suaib berada di momen yang tepat untuk mengambil peran tersebut. Kesempatan jarang datang dua kali, terlebih di laga besar penuh sorotan.
Menarik menantikan apakah Uston Nawawi akan benar-benar menurunkan Alfan Suaib. Jika diberi kesempatan, laga ini bisa menjadi titik ledak karir sang winger muda.
Derbi Suramadu kali ini bukan sekadar soal rivalitas. Bagi Alfan Suaib, pertandingan ini berpotensi menjadi awal cerita besar bersama Persebaya Surabaya.