← Beranda
Resmi! Manajemen Persebaya Surabaya Tunjuk Uston Nawawi Jadi Pelatih Kepala Sementara Hadapi Madura United
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 2 Januari 2026 | 16.16 WIB
Uston Nawawi siapkan formula baru untuk Persebaya Surabaya lawan Borneo FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Manajemen Persebaya Surabaya resmi tunjuk Uston Nawawi jadi pelatih kepala sementara hadapi Madura United pada lanjutan Super League 2025/2026. Keputusan ini diumumkan untuk memastikan tim tetap berjalan stabil sambil menunggu kedatangan pelatih anyar Bernardo Tavares di Surabaya.

Penunjukan Uston Nawawi juga membawa kepastian administratif penting bagi Persebaya Surabaya.

Dengan pendaftaran tersebut, Persebaya Surabaya terhindar dari sanksi denda Rp 100 juta dari Komdis karena Uston Nawawi memenuhi syarat lisensi pelatih kepala Super League 2025/2026.

Langkah cepat manajemen menunjukkan keseriusan menjaga ritme tim di tengah masa transisi kepelatihan.

Persebaya Surabaya tidak ingin momentum positif yang mulai terbangun kembali terganggu oleh ketidakpastian di kursi pelatih.

Uston Nawawi bukan sosok asing bagi lingkungan Persebaya Surabaya. Mantan pemain legendaris Green Force ini sudah lama berada di lingkaran tim dan memahami karakter ruang ganti secara mendalam.

Kepercayaan manajemen kepada Uston juga didasari komunikasi yang intens dengan jajaran staf pelatih. Fokus utama saat ini menjaga stabilitas permainan dan mental pemain menjelang laga krusial melawan Madura United.

Uston Nawawi menyampaikan mandat yang diterimanya secara terbuka kepada publik.

“Kami mendapat mandat dari manajemen untuk mendampingi tim sampai pertandingan melawan Madura. Setelah itu, kami menunggu kedatangan Coach Bernardo Tavares di awal Januari,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan status Uston sebagai pelatih kepala sementara dengan tugas spesifik dan terukur.

Peran ini menjadi jembatan penting sebelum era baru Persebaya Surabaya dimulai bersama Bernardo Tavares.

Laga menghadapi Madura United dipandang strategis untuk menjaga tren positif Persebaya Surabaya. Derbi Suramadu selalu sarat gengsi dan tekanan, sehingga kestabilan emosi tim menjadi fokus utama staf pelatih.

Persebaya Surabaya datang ke pertandingan ini dengan modal kepercayaan diri tinggi. Kemenangan telak 4-0 atas Persijap Jepara pada laga terakhir menjadi suntikan moral signifikan bagi skuad Green Force.

Hasil tersebut sekaligus memutus rentetan lima pertandingan imbang yang sebelumnya membayangi performa tim. Situasi ini memberi ruang bernapas bagi pemain dan pelatih untuk menyusun langkah lebih agresif.

Tambahan tiga poin dari laga kontra Persijap membawa dampak nyata di klasemen sementara. Persebaya Surabaya naik ke peringkat ketujuh Super League 2025/2026 dengan koleksi 22 poin dari 15 pertandingan.

Posisi ini memang belum ideal, namun cukup menjaga Persebaya Surabaya tetap berada di jalur persaingan papan atas. Jarak poin dengan tim-tim di atas masih terbuka lebar untuk dikejar pada paruh kedua musim.

Manajemen menilai momentum ini tidak boleh terbuang percuma. Keputusan menunjuk Uston Nawawi diharapkan menjaga kontinuitas strategi dan kedisiplinan taktik di lapangan.

Bernardo Tavares sendiri diharapkan membawa sentuhan berbeda saat resmi bergabung nanti.

Gaya bermain yang lebih tegas dan terstruktur diharapkan mampu mengatasi inkonsistensi Persebaya Surabaya pada paruh pertama musim.

Perubahan tidak hanya diharapkan datang dari sisi pelatih. Manajemen juga menyiapkan suntikan pemain segar untuk memperkuat kedalaman skuad menghadapi padatnya jadwal kompetisi.

Kombinasi pelatih baru dan tambahan amunisi diyakini mampu mengangkat level permainan tim. Target realistis menjaga konsistensi kemenangan demi kemenangan pada sisa musim.

Bagi Uston Nawawi, tugas ini menjadi amanah penting sekaligus tantangan emosional. Ia berperan menjaga api semangat Green Force tetap menyala di masa transisi yang krusial.

Dukungan Bonek dan Bonita juga menjadi faktor penting dalam fase ini. Atmosfer positif di tribun diharapkan terus mendorong pemain tampil lepas dan penuh determinasi.

Persebaya Surabaya kini berdiri di persimpangan momentum dan harapan. Laga melawan Madura United menjadi panggung pembuktian awal sebelum era Bernardo Tavares resmi dimulai.

EDITOR: Edi Yulianto