← Beranda
Bhayangkara FC Tak Anggap Absennya Mauricio Souza Sebagai Keuntungan, Persija Siapkan Jalinan Komunikasi
AntaraSenin, 29 Desember 2025 | 20.24 WIB
Pemain Bhayangkara FC Firza Andika (tengah) dan pelatih Paul Munster (kanan). (Rauf Adipati/Antara)

JawaPos.com–Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster menganggap absennya pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza, pada pertandingan BRI Super League pada Senin (29/12) bukan suatu keuntungan untuk timnya.

Mauricio Souza terkena skors akibat akumulasi kartu kuning, sehingga arsitek tim asal Brasil itu tidak akan mendampingi anak-anak asuhnya saat Persija memainkan pertandingan tunda melawan Bhayangkara FC.

”Bukan (keuntungan bagi kami). Saya telah mengalami ini sebelumnya. Saya juga kadang-kadang terkena skors dan tetap menang. Bagi saya, dari pengalaman di Indonesia, itu bukan suatu keuntungan,” kata Paul Munster seperti dilansir dari Antara.

”Hal terpenting adalah para pemain di lapangan. Itulah yang terpenting. Saya dan pelatih lainnya, akan memiliki strategi-strategi. Namun saat Anda menuju lapangan, Anda perlu percaya kepada para pemain Anda,” lanjut dia.

Tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno bukan pengalaman perdana bagi Munster. Selain bersama tim-tim Indonesia, pengalaman perdana Paul Munster menangani tim di Stadion Utama GBK terjadi pada 2019 saat masih melatih timnas Vanuatu.

”Saya mengalaminya pada 2019, 5 tahun yang lalu. Waktu berlalu dengan cepat, namun ya, itu adalah pengalaman yang bagus. Stadion ini adalah yang terbaik di Indonesia, namun akan lebih baik lagi jika kami mendapatkan poin-poin,” tutur pelatih asal Irlandia Utara itu.

Bhayangkara saat ini menghuni posisi ke-10 di klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 19 poin, terpaut 10 poin dari Persija di posisi keempat. Munster mengakui kualitas Persija, namun dia menilai lawan berat seperti itulah yang dibutuhkan timnya.

”Mereka (Persija) memiliki tim yang bagus, dan mereka bermain kandang, di Indonesia, rasanya berbeda jika Anda bermain di kandang sendiri. Namun merupakan hal yang bagus bagi kami untuk menaikkan level, karena ini akan menjadi pertandingan yang bagus,” tandas Paul Munster.

Sementara itu, Asisten pelatih Persija Jakarta Ricky Nelson menegaskan telah menjalin banyak komunikasi dengan pelatih kepala Mauricio Souza.

”Masalah komunikasi dengan pelatih kepala (Souza) sudah kita jalin selama latihan dari setelah (lawan Semen) Padang untuk persiapan Bhayangkara. Secara rutin ada pertemuan tim pelatih dengan pelatih kepala, semua kita siapkan dengan tim pemain juga,” kata Ricky.

”Untuk teknis nanti kurang tahu ya, artinya entah dia di atas (tribun), dari mana, ya saya belum tahu pasti. Jadi intinya komunikasi kita siapin dari latihan saja. Saya belum tahu pasti seperti apa bentuknya karena sesuai regulasi kan enggak boleh ada komunikasi dari atas atau bawah, itu ada regulasinya yang melarang itu,” lanjut dia.

Ricky mengingatkan bahwa The Guardians tidak dapat dipandang remeh, apalagi mereka memiliki beberapa pemain yang pernah berseragam Persija.

”Bahkan ya kita juga mencermati beberapa pemain asal Persija, seperti Frengky (Messa), seperti (Muhammad) Ferarri, ada Firza (Andika) juga. Jadi walaupun secara peringkat memang dia di 10 apa 11 saya kurang (tahu) sekarang posisinya, tetapi dia adalah tim yang berbahaya,” tutur Ricky.

”Semua tim yang menghadapi Bhayangkara itu kesulitan. Mereka merupakan tim yang bobolnya paling sedikit di antara semua tim (kemasukan 11 gol), walaupun posisi di bawah. Itu merupakan catatan kami bahwa ini bukan tim sembarangan, ini bukan tim yang mudah dikalahkan,” beber Ricky.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah