← Beranda

6 Legiun Asing Persebaya Surabaya Dalam Sorotan! Wajib Unjuk Gigi di Paruh Musim Jika Ingin Bertahan

Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 19 Desember 2025 | 23.32 WIB
Dejan Tumbas wajib buktikan kualitasnya bersama Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Kabar pergantian pemain asing Persebaya Surabaya mulai mencuat dan langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional. Enam legiun asing Green Force kini berada di bawah sorotan tajam dan wajib unjuk gigi jika ingin bertahan hingga akhir musim.

Isu ini muncul jelang paruh musim Super League 2025/2026 saat performa Persebaya Surabaya dinilai belum sepenuhnya stabil. Manajemen disebut mulai menyiapkan langkah evaluasi menyeluruh, khususnya untuk kuota pemain asing.

Sinyal perubahan itu mencuat dari unggahan akun Instagram @liga_dagelann yang kerap membahas dinamika sepak bola Indonesia.

Dalam unggahan singkatnya, akun tersebut mengisyaratkan bakal ada pergantian pemain asing di tubuh Persebaya Surabaya.

"Ada, bakal ada pergantian pemain asing," tulis akun @liga_dagelann, Rabu (17/12/2025).

Unggahan tersebut langsung memantik spekulasi luas di kalangan Bonek dan pengamat Liga Indonesia. Enam nama pemain asing disebut berada di zona merah karena performa yang dinilai belum sesuai ekspektasi.

Nama pertama yang disorot adalah duet penyerang Mihailo Perovic dan Diego Mauricio. Keduanya diplot sebagai mesin gol, namun kontribusi di lapangan dinilai belum optimal.

Mihailo Perovic sejauh ini baru mencatatkan dua gol bersama Persebaya Surabaya. Catatan tersebut dinilai kurang sepadan dengan peran sentralnya sebagai ujung tombak tim.

Sementara itu, Diego Mauricio bahkan belum mendapat menit bermain yang konsisten. Ia baru tampil dalam dua pertandingan dengan total waktu bermain hanya 34 menit sepanjang musim berjalan.

Minimnya kontribusi kedua penyerang asing itu membuat lini depan Persebaya Surabaya kerap tumpul di beberapa laga penting. Kondisi ini memunculkan wacana penyegaran di sektor striker pada paruh musim.

Sorotan berikutnya tertuju pada Dime Dimov yang menghuni jantung pertahanan. Bek asal Makedonia tersebut dinilai belum mampu memberi rasa aman di lini belakang Green Force.

Performa Dimov sempat mendapat reaksi keras dari Bonek saat Persebaya Surabaya menghadapi Bali United pada pekan ketiga Super League 2025/2026. Dalam laga tersebut, ia dianggap kerap kehilangan fokus dan salah posisi.

Situasi makin rumit setelah Dimov melakukan gol bunuh diri saat melawan Arema FC pada pekan ke-12. Blunder itu hampir membuat Persebaya menelan kekalahan sebelum Bruno Moreira menyelamatkan tim.

Nama Leo Lelis juga masuk daftar pemain asing yang terancam terdepak. Bek tersebut sempat mencatatkan rapor merah saat menghadapi PSBS Biak pada Oktober lalu.

Dalam pertandingan itu, Leo Lelis hampir mencetak gol bunuh diri dan akhirnya diganjar kartu merah. Pelanggaran keras yang dilakukannya memicu kekecewaan besar dari suporter.

Tekanan publik terhadap Leo Lelis semakin terasa setelah insiden tersebut. Fans menilai ia kerap bermain terlalu emosional dan berisiko bagi stabilitas tim.

Dari lini tengah, Milos Raickovic tak luput dari evaluasi. Gelandang asal Montenegro itu sempat menjadi sorotan karena sikap emosional di lapangan.

Insiden bersitegang dengan Akbar Tanjung saat laga melawan PSM Makassar menjadi titik balik penilaian publik. Sejak laga tersebut, performanya dianggap tidak stabil sepanjang pertandingan.

Rating Milos Raickovic dalam laga itu menjadi yang terendah di antara pemain Persebaya Surabaya. Kondisi tersebut memperkuat dugaan ia masuk daftar pemain yang dievaluasi serius.

Nama terakhir yang disorot adalah Dejan Tumbas. Meski sudah mencatatkan 27 penampilan, kontribusinya di papan skor masih nol.

Minimnya gol dari Dejan Tumbas menjadi catatan penting bagi tim pelatih. Ia juga sempat menerima kartu merah saat menghadapi Dewa United pada September lalu.

Akibat kartu merah tersebut, Dejan Tumbas harus di-blacklist saat Persebaya Surabaya berhadapan dengan Persija Jakarta. Situasi ini dinilai merugikan tim dalam persaingan papan atas.

Dengan munculnya bocoran pergantian pemain asing Persebaya Surabaya, tekanan kini sepenuhnya berada di tangan para legiun impor. Setiap laga ke depan menjadi ajang pembuktian bagi mereka.

Laga melawan Borneo FC pada pekan ke-15 Super League 2025/2026 menjadi momentum krusial. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Enam pemain asing itu dituntut tampil maksimal jika ingin mengamankan masa depan mereka di Surabaya. Paruh musim kini menjadi batas waktu penentuan bagi karier mereka bersama Green Force.

EDITOR: Banu Adikara