← Beranda

Hati-hati Namun Sarat Makna! Exco PSSI Beri Respons Soal John Herdman Sebagai Calon Pelatih Timnas Indonesia

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 18 Desember 2025 | 21.24 WIB
John Herdman jadi kandidat paling kuat menjadi pelatih Timnas Indonesia. (Toronto FC)

JawaPos.com — Komentar PSSI soal John Herdman jadi pelatih Timnas Indonesia terus memantik perhatian publik sepak bola nasional. Nama pelatih asal Inggris itu menguat sebagai simbol awal era baru Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030.

Isu tersebut mencuat dalam jumpa pers di Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa. PSSI diwakili anggota Komite Eksekutif Endri Erawan memilih merespons dengan bahasa yang hati-hati namun sarat makna.

Ketika ditanya apakah dua kandidat terkuat pelatih timnas adalah nama yang ramai di media sosial, Endri tidak menutup kemungkinan. “Nama-nama itu silakan dipertimbangkan sendiri,” ucapnya singkat.

Pernyataan tersebut langsung memantik spekulasi luas. Publik menilai PSSI sengaja tidak membantah untuk menjaga proses seleksi tetap kondusif.

Endri hadir bersama Ketua Badan Tim Nasional Sumardji dalam agenda tersebut. Keduanya menegaskan PSSI tidak bisa menyampaikan nama kandidat secara terbuka.

Alasan privasi menjadi pertimbangan utama federasi. Proses seleksi masih berjalan dan melibatkan figur-figur penting di balik layar.

PSSI juga tidak secara eksplisit membenarkan apakah John Herdman masuk dalam dua nama teratas. Namun Endri memberi sinyal kuat terkait kesesuaian informasi media.

“Tapi intinya, apa yang disampaikan di media tidak terlalu jauh dengan yang saya wawancarai,” ujar Endri. Kalimat itu langsung mengerucutkan perhatian publik pada dua nama yang beredar.

John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst menjadi sorotan utama. Keduanya memiliki latar belakang dan pendekatan kepelatihan yang sangat berbeda.

Herdman dikenal sebagai pelatih tim nasional dengan rekam jejak kuat. Ia sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian panjang.

Prestasi tersebut dianggap relevan dengan ambisi Indonesia. Target tampil di Piala Dunia 2030 membutuhkan pelatih yang terbiasa membangun fondasi tim nasional.

Pelatih berkebangsaan Inggris itu saat ini berstatus tanpa klub. Kondisi tersebut dinilai memudahkan proses negosiasi dan adaptasi jika terpilih.

Sementara itu, Giovanni van Bronckhorst datang dengan pengalaman panjang di level klub. Namun, ia belum pernah menangani tim nasional sepanjang karier kepelatihannya.

Van Bronckhorst pernah melatih Feyenoord, GZ R&F, Rangers, hingga Besiktas. Saat ini, ia berstatus sebagai asisten pelatih Liverpool.

Perbedaan profil tersebut membuat arah pilihan PSSI semakin menarik disimak. Federasi dinilai tengah menimbang kebutuhan jangka panjang tim nasional.

Endri juga mengungkapkan dua calon terkuat telah melaju ke tahap berikutnya. Keduanya dinilai memenuhi kriteria utama yang ditetapkan PSSI.

Salah satu poin penting adalah kesiapan program kerja. PSSI menilai visi yang jelas menjadi fondasi utama dalam membangun tim nasional.

Selain itu, kesediaan tinggal di Indonesia selama masa tugas menjadi syarat mutlak. PSSI ingin pelatih benar-benar hadir dan memahami kultur sepak bola lokal.

“Yang kami pertimbangkan adalah kandidat yang memiliki persiapan matang, program kerja yang jelas, mampu mempresentasikan dengan baik, dan yang paling penting bersedia tinggal di Indonesia,” papar Endri.

Proses seleksi ini melibatkan empat kandidat. Wawancara dilakukan langsung di Eropa oleh tim PSSI.

Endri didampingi anggota Exco PSSI Muhammad, Direktur Teknik Alexander Zwiers, dan Penasihat Teknik Jordi Cruyff. Proses tersebut dirancang ketat dan terukur.

Tidak semua kandidat melanjutkan ke tahap akhir. Ada yang gugur karena tidak hadir wawancara atau memilih tidak melanjutkan proses.

“Dari empat nama itu ada yang gugur, baik karena tidak hadir dalam wawancara atau menyatakan tidak bersedia melatih Indonesia,” kata Endri. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai bagian wajar dari seleksi.

PSSI menganggap dinamika itu sebagai proses kualifikasi. Federasi ingin memastikan hanya kandidat paling siap yang melangkah lebih jauh.

Ke depan, pelatih timnas senior juga akan merangkap jabatan pelatih timnas U-23. Kebijakan ini bertujuan menyelaraskan filosofi permainan lintas usia.

PSSI ingin transisi pemain muda ke tim senior berjalan lebih mulus. Pendekatan ini dianggap penting untuk menjaga kesinambungan prestasi.

Dalam konteks ini, nama John Herdman kembali dinilai relevan. Pengalamannya membangun sistem tim nasional dari level akar hingga senior menjadi nilai tambah.

Target jangka panjang PSSI sangat jelas. Piala Dunia 2030 menjadi mimpi besar yang mulai dirancang secara sistematis.

PSSI menyadari ekspektasi publik begitu tinggi. Penunjukan pelatih baru akan menjadi tonggak penting perjalanan Timnas Indonesia.

Endri memastikan pengumuman pelatih tidak akan terlalu lama. “Pengumuman akan dilakukan bulan ini atau paling lambat bulan depan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menutup jumpa pers dengan nuansa antisipasi. Publik kini menanti keputusan final PSSI.

Komentar PSSI soal John Herdman jadi pelatih Timnas Indonesia dibaca sebagai sinyal perubahan besar. Jalan panjang menuju Piala Dunia 2030 perlahan mulai terbentang.

EDITOR: Banu Adikara