← Beranda

Transisi Pelatih Baru Persebaya Surabaya Makin Mulus! Uston Nawawi Sudah Siapkan Segalanya

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 18 Desember 2025 | 15.38 WIB
Uston Nawawi siapkan skuad Persebaya Surabaya jelang hadapi Borneo FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya sedang berada dalam masa transisi kepelatihan, namun satu hal dipastikan tidak boleh berubah yakni identitas tim. Uston Nawawi sebagai caretaker menegaskan karakter Green Force harus tetap terjaga, seperti yang sudah dibuktikan lewat dua laga tandang terakhir di tengah situasi penuh ketidakpastian.

Caretaker pelatih Persebaya Surabaya itu menilai hasil positif di laga away menjadi cerminan mental dan jati diri tim. Menurutnya, kondisi apa pun tidak boleh membuat Persebaya Surabaya kehilangan harga diri sebagai klub besar.

“Persebaya nomor satu, itu saya seringkali bilang apapun keadaannya tetap Persebaya nomor satu,” ujar Uston.

Ia menambahkan para pemain sudah membuktikan pesan itu lewat performa di dua pertandingan tandang sebelumnya.

Jeda kompetisi Super League 2025/2026 yang hampir berakhir menjadi fase penting bagi Persebaya Surabaya.

Tim akan langsung dihadapkan pada laga krusial pekan ke-15 melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu malam.

Pertandingan tersebut menjadi ujian lanjutan bagi stabilitas tim di masa transisi. Bermain di kandang sendiri memberi keuntungan, namun tantangan tetap tidak ringan.

Uston menyadari waktu persiapan yang dimiliki sangat terbatas. Ia menyebut waktu efektif hanya tiga hari, durasi yang dianggap standar namun menuntut fokus dan efisiensi tinggi.

“Waktu efektifnya memang tiga hari, jadi kita manfaatkan betul untuk persiapan,” kata Uston. Dalam waktu singkat itu, ia memilih tidak banyak mengubah kerangka dasar permainan tim.

Fokus utama latihan diarahkan pada pemulihan kondisi pemain. Selain itu, pemantapan strategi dilakukan agar pemain tetap berada dalam jalur yang sama.

Uston menilai stabilitas lebih penting dibanding eksperimen berlebihan. Pendekatan ini dipilih agar pemain tidak semakin terbebani di tengah masa adaptasi.

Perhatian khusus juga diberikan pada kondisi beberapa pemain. Dua nama yang terus dipantau secara intensif ialah Koko Ari Araya dan Risto Mitrevski.

Baca Juga: Sudah Follow Instagram Persebaya Surabaya! Mantan Pelatih JDT Benjamin Mora Jadi Pengganti Eduardo Perez?

“Ya, mereka berdua berangsur-angsur membaik tapi tetap kita konsultasikan dengan hati-hati,” ucap Uston. Ia menegaskan tim pelatih tidak ingin mengambil risiko yang bisa merugikan pemain maupun tim.

Peluang Koko dan Mitrevski untuk tampil masih terbuka. Namun keduanya belum sepenuhnya aman untuk langsung mengisi starting eleven sejak menit awal.

Keputusan akhir akan diambil setelah evaluasi terakhir kondisi fisik pemain. Uston menempatkan keselamatan dan keberlanjutan performa sebagai prioritas utama.

Menghadapi Borneo FC, Persebaya Surabaya memilih pendekatan realistis dan terukur. Lawan dikenal memiliki lini depan tajam yang bisa menjadi ancaman serius.

Analisis terhadap Borneo FC dilakukan secara menyeluruh. Uston memastikan tim tidak hanya fokus pada satu pemain tertentu saja.

“Ya tentunya kita sudah pelajari mereka dan kita persiapkan di latihan,” ujar Uston. Hasil analisis tersebut langsung diterapkan dalam menu latihan yang singkat namun padat.

Persebaya Surabaya menyiapkan organisasi permainan yang disiplin untuk meredam agresivitas lawan. Kerja sama antarlini menjadi fokus agar tim tetap solid sepanjang laga.

Di tengah kondisi transisi, Uston terus mengingatkan pemain agar tidak melupakan jati diri Persebaya Surabaya. Semangat juang, keberanian, dan kolektivitas wajib tetap ditunjukkan di lapangan.

Menurutnya, identitas tim justru harus semakin kuat saat berada dalam situasi sulit. Dua laga tandang sebelumnya menjadi bukti Persebaya Surabaya masih memiliki karakter tersebut.

Uston melihat respons pemain sangat positif terhadap situasi yang ada. Mereka menunjukkan profesionalisme dan kemauan untuk terus bekerja keras.

Atmosfer di dalam tim disebut tetap terjaga dengan baik. Para pemain memahami pentingnya menjaga fokus dan kebersamaan demi hasil terbaik.

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo juga menjadi suntikan energi tersendiri. Dukungan suporter diharapkan mampu menambah motivasi pemain di lapangan.

Uston berharap transisi kepelatihan bisa berjalan mulus tanpa mengganggu performa tim. Ia ingin Persebaya Surabaya tetap kompetitif dan konsisten di setiap pertandingan.

Laga melawan Borneo FC menjadi momentum penting untuk menjaga kepercayaan diri. Hasil positif akan memperkuat fondasi tim di tengah proses transisi.

Dengan persiapan terbatas namun terarah, Persebaya Surabaya optimistis menatap laga akhir pekan. Identitas Green Force yang tak goyah menjadi modal utama menghadapi tantangan berikutnya.

EDITOR: Hendra