← Beranda

Semua Tim Bisa Dikalahkan! Mentalitas Uston Nawawi Bikin Persebaya Surabaya Pede Hadapi Borneo FC

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 13 Desember 2025 | 16.39 WIB
Persebaya Surabaya optimistis hadapi Borneo FC meski di tengah krisis. (Persebaya Surabaya)
 

JawaPos.com — Mentalitas Uston Nawawi tercermin jelas dari sikap Persebaya Surabaya menjelang duel melawan Borneo FC. Status lawan sebagai pemuncak klasemen Super League 2025/2026 tak membuat Green Force ciut nyali.

Persebaya Surabaya memanfaatkan jeda kompetisi dengan serius untuk membenahi kekurangan tim. Fokus utama diarahkan agar tim siap tempur saat menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo.

Laga Persebaya Surabaya melawan Borneo FC dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025. Pertandingan pekan ke-15 Super League 2025/2026 itu diprediksi berlangsung ketat dan penuh tensi.

Bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan besar bagi Persebaya Surabaya. Dukungan penuh Bonek diharapkan mampu memberi dorongan mental ekstra kepada para pemain.

Uston Nawawi menyusun program persiapan secara bertahap dan terukur. Ia memulai dengan memulihkan kondisi fisik pemain sebelum masuk ke aspek taktikal.

“Tentunya di beberapa hari ini kita akan mengembalikan kondisi pemain dulu,” ujar Uston. “Setelah itu baru masuk ke preparation untuk menghadapi Borneo FC.”

Menurut Uston, kebugaran pemain menjadi fondasi penting sebelum menerapkan strategi permainan. Kondisi fisik yang prima diyakini membuat pemain lebih mudah menjalankan instruksi pelatih.

Uston menyadari kualitas Borneo FC sebagai lawan yang tangguh. Pesut Etam tampil konsisten hingga mampu memimpin klasemen sementara.

Meski begitu, Uston menolak anggapan Borneo FC sebagai tim yang tak bisa dikalahkan. Ia menanamkan mental berani dan percaya diri kepada seluruh pemain Persebaya Surabaya.

“Kita tekankan ke pemain, tidak ada tim yang gak bisa dikalahkan,” tegas Uston. “Dan terbukti, di dua pertandingan terakhir mereka kalah.”

Pesan tersebut terus disampaikan Uston dalam sesi latihan. Ia ingin pemain tetap respek kepada lawan tanpa kehilangan keberanian untuk tampil menyerang.

Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo juga masuk dalam perhitungan Persebaya Surabaya. Bermain di hadapan publik sendiri dianggap bisa menjadi tekanan bagi tim tamu.

Selain membangun mental, Uston bersama staf pelatih melakukan analisis mendalam terhadap permainan Borneo FC. Setiap kekuatan dan kelemahan lawan dipelajari secara detail.

“Di sisa waktu ini kita pelajari bersama rekan-rekan staf, lalu kita aplikasikan di latihan,” kata Uston. Proses tersebut dilakukan agar skema permainan bisa berjalan efektif saat pertandingan.

Persebaya Surabaya juga memberi perhatian khusus pada pemain kunci Borneo FC. Salah satunya Mario Peralta yang saat ini masuk jajaran top skor liga.

“Ya tentunya ada beberapa yang harus diwaspadai, salah satunya top score mereka,” tandas Uston. Antisipasi terhadap Peralta menjadi bagian penting dari rencana bertahan Persebaya Surabaya.

Uston meminta lini belakang Persebaya Surabaya tampil disiplin dan fokus sepanjang laga. Kesalahan kecil dinilai bisa berakibat fatal saat menghadapi tim sekelas Borneo FC.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga menyiapkan variasi serangan. Transisi cepat dan efektivitas penyelesaian akhir terus diasah selama sesi latihan.

Uston berharap seluruh pemain mampu menerapkan hasil latihan di pertandingan nanti. Ia ingin Persebaya Surabaya tampil agresif, berani, dan penuh determinasi sejak menit awal.

Laga melawan Borneo FC dinilai bukan sekadar soal tiga poin. Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian mental dan karakter Persebaya Surabaya di kompetisi.

Mentalitas Uston Nawawi kini menjadi pegangan utama Green Force. Dengan keyakinan semua tim bisa dikalahkan, Persebaya Surabaya siap menantang pemuncak klasemen tanpa rasa gentar.

EDITOR: Edi Yulianto