JawaPos.com — Aksi nyata Persik Kediri kembali menjadi sorotan setelah klub berjulukan Macan Putih itu menyalurkan bantuan senilai Rp 21,35 juta untuk korban banjir dan longsor di Sumatera. Langkah ini menjadi bukti sepak bola tetap punya ruang besar untuk solidaritas dan kemanusiaan.
Bantuan tersebut berasal dari lelang amal jersey yang digelar Persik dengan menggandeng komunitas Athletes For Good (AFG).
Seluruh dana kemudian dipercayakan kepada Human Initiative untuk disalurkan ke wilayah yang terdampak bencana.
Penyerahan bantuan dilakukan di kantor pusat Human Initiative di Depok pada Selasa (9/12/2025). Momen itu menjadi penegasan komitmen Persik untuk terus terlibat aktif dalam isu-isu sosial yang membutuhkan kepedulian bersama.
Direktur Persik, Souraya Farina, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam program lelang tersebut.
Ia menegaskan kolaborasi dengan AFG menjadi gerakan yang ingin terus dikembangkan agar klub punya kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
“Bekerja sama dengan AFG kita menginisiasi untuk melakukan kegiatan lelang amal jersey, yang hasilnya kita salurkan melalui Human Initiative,” ungkap Souraya.
Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang terbangun dalam program ini memberi dampak positif bagi proses penyaluran bantuan.
Dana hasil lelang nantinya akan disebar melalui 15 pos tanggap bencana yang masih aktif di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketiga wilayah tersebut hingga kini masih menjalani proses pemulihan setelah diterjang banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
Melalui distribusi yang menyebar ke berbagai titik posko, bantuan diharapkan bisa menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Persik ingin memastikan setiap rupiah dari para peserta lelang benar-benar menjadi manfaat nyata bagi korban bencana.
Souraya menegaskan Persik Kediri selalu menempatkan nilai kemanusiaan di posisi teratas dalam setiap aktivitas sosialnya.
Baginya, sepak bola tidak pernah sekadar soal menang dan kalah di lapangan, melainkan tentang seberapa kuat dampaknya bagi lingkungan sekitar.
“Persik Kediri selalu percaya sepak bola itu lebih dari 2 x 45 menit, kemanusiaan di atas segalanya,” ujarnya. Kalimat itu menjadi cerminan prinsip klub untuk terus bergerak bersama masyarakat dalam situasi apa pun.
Jersey yang dilelang merupakan jersey kandang Persik Kediri (match worn) dari laga melawan Semen Padang.
Beberapa pemain yang menyumbangkan jersey tersebut adalah Ezra Walian, Leo Navacchio, Pedro Matos, Bayu Otto, dan Yusuf Meilana.
Keberadaan jersey match worn membuat nilai emosionalnya semakin tinggi bagi para pendukung Persik.
Banyak di antara mereka yang merasa memiliki kedekatan khusus dengan memorabilia pertandingan, sehingga bersemangat mengikuti lelang.
Antusiasme pendukung, baik dari dalam maupun luar Kediri, menjadi pendorong utama tingginya nilai donasi yang terkumpul.
Para peserta lelang beradu tawaran bukan hanya untuk mendapatkan jersey, tetapi juga demi memberikan kontribusi sosial.
Hal ini menunjukkan komunitas suporter Persik memiliki empati besar dalam merespons musibah yang terjadi di Sumatera. Semangat itu sejalan dengan karakter Persikmania yang selama ini dikenal solid dan peduli antar-sesama.
“Terima kasih kepada mereka yang sudah turut serta dalam lelang amal ini,” lanjut Souraya. Ia menilai solidaritas yang ditunjukkan para suporter menjadi energi positif bagi klub untuk terus memperbanyak kegiatan kemanusiaan.
Program ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub lain di Indonesia. Persik meyakini gerakan sosial seperti ini dapat menjadi budaya positif di dunia sepak bola tanah air.
“Semoga menjadi amal baik bagi kita semua, dan bisa sedikit membantu saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” tandasnya.
Ia berharap bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat yang sedang memulai kembali kehidupan setelah dihantam bencana.
Inisiatif seperti ini menegaskan klub sepak bola dapat berperan lebih dari sekadar entitas olahraga. Mereka dapat menjadi motor penggerak solidaritas publik yang efektif dan berdampak.
Persik Kediri melalui program lelang amal jersey berhasil menunjukkan bagaimana kekuatan komunitas mampu berubah menjadi bantuan nyata.
Setiap dukungan yang diberikan suporter menjelma menjadi harapan baru bagi korban bencana di Sumatera.
Dengan aksi ini, Persik menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit.
Klub berharap gerakan kemanusiaan seperti ini akan terus tumbuh dan menjadi bagian penting dari identitas sepak bola Indonesia.