JawaPos.com —Marcos Reina tak punya banyak waktu untuk beradaptasi di Persik Kediri dan situasi ini menuntutnya tancap gas sejak hari pertama memimpin latihan. Target Persik untuk kembali bersaing di papan atas Super League 2025/2026 membuat proses adaptasi sang pelatih menjadi aspek yang tak boleh molor.
Reina resmi didatangkan untuk menggantikan Ong Kim Swee yang memutuskan berpisah karena ada panggilan negara memperbaiki sepak bola Malaysia yang sedang carut marut.
Pergantian pelatih di tengah musim menjadi tantangan besar, sehingga manajemen perlu figur yang bisa langsung bekerja efektif.
Pelatih berusia 40 tahun itu akan memulai tugas pada 8 Desember ketika Ezra Walian dkk selesai menikmati liburan sepekan.
Kondisi tersebut membuat Reina tak punya kesempatan bersantai karena ia harus mengenal karakter pemain dalam waktu cepat.
Persik berharap sang pelatih bisa memahami kualitas individu setiap pemain agar komposisi terbaik dapat terbentuk sebelum liga kembali berjalan.
Adaptasi kilat menjadi kewajiban karena Persik ingin memperbaiki performa yang belum stabil sebelumnya.
Syahid Nur Ichsan selaku Manajer Persik Kediri menegaskan Reina tidak akan kesulitan dalam hal bahasa. “Saya kira coach Marcos Reina tak ada kendala soal bahasa,” kata Syahid menegaskan optimisme manajemen.
Menurut Syahid, keberadaan Imanol Garcia dan Jose Enrique menjadi keuntungan tersendiri karena kedua pemain itu bisa membantu komunikasi pelatih baru.
“Secara bahasa verbal, kita punya Imanol Garcia dan Jose Enrique yang akan banyak membantu coach Marcos Reina. Karena mereka berasal dari Spanyol,” ujarnya.
Dua pemain itu dipandang bisa menjadi jembatan sekaligus mempercepat proses adaptasi Reina terhadap suasana ruang ganti. Dukungan ini diharapkan membuat komunikasi taktikal berlangsung lebih lancar sejak latihan pertama.
Syahid juga melihat sepak bola sendiri merupakan bahasa universal yang memudahkan proses pemahaman instruksi.
“Secara bahasa sepak bola tentu pemain sudah paham apa yang diinginkan pelatih lewat papan peraga,” ucapnya.
Meski begitu, Syahid menekankan adaptasi tetap diperlukan agar komunikasi antarpemain dan pelatih berjalan searah di lapangan. Ia menyebut interaksi harian akan menjadi kunci terbentuknya chemistry yang solid dalam tim.
Reina diharapkan mampu membaca kualitas teknis dan mentalitas tiap pemain dalam waktu singkat. Pemahaman mendalam ini penting karena tiap posisi memiliki kebutuhan berbeda sesuai gaya bermain Macan Putih.
Manajemen Persik optimistis pengalaman internasional Reina akan mempercepat proses adaptasinya.
“Salah satu pertimbangan kita merekrut coach Marcos Reina selain prestasi melatih klub, juga pengalamannya berkarier di luar Spanyol,” tutur Syahid.
Pengalaman melatih di Liga Meksiko dan Liga Andorra memberi keyakinan Reina tak akan canggung menghadapi kultur baru di sepak bola Indonesia.
Jam terbang luar negeri menjadi nilai tambah besar bagi Persik yang sedang berada di fase transisi.
Syahid yakin seluruh proses pergantian pelatih akan berjalan lancar dan berdampak positif bagi performa tim. “Insyaallah semua proses akan berjalan lancar dan Persik Kediri akan lebih baik di sisa kompetisi musim ini,” katanya.
Persik membutuhkan sosok yang bukan hanya memahami taktik tetapi juga mampu mengelola atmosfer ruang ganti agar tetap kondusif.
Stabilitas emosional pemain sangat penting karena kompetisi memasuki fase yang semakin ketat dan penuh tekanan.
Sesi latihan perdana pada 8 Desember dianggap sebagai momentum awal yang menentukan arah kerja Reina.
Ia akan memanfaatkan sesi itu untuk membaca kondisi fisik pemain sekaligus melihat bagaimana respons mereka terhadap instruksi barunya.
Setiap detail pada proses awal ini sangat menentukan kecepatan Persik kembali ke jalur persaingan papan atas.
Adaptasi yang mulus memungkinkan tim fokus pada peningkatan efektivitas permainan tanpa harus terhambat masalah komunikasi.
Tekanan ini membuat Reina harus bekerja efisien sejak detik pertama ia memegang kendali tim. Ia perlu menemukan formula taktik yang sesuai dengan karakter pemain yang dimiliki Persik saat ini.
Persik berada pada momen krusial yang membutuhkan sentuhan pelatih berkarakter kuat agar tidak kehilangan momentum di liga. Reina diharapkan bisa menjadi sosok yang mengembalikan arah perjalanan tim menuju target prestasi.
Semua mata kini tertuju pada bagaimana pelatih asal Spanyol itu menyusun ulang struktur permainan Macan Putih.
Jika proses adaptasi berjalan cepat seperti harapan manajemen, peluang Persik merangsek ke papan atas tetap sangat terbuka.
Ekspektasi besar ini membuat setiap langkah Reina terasa penting dan menentukan. Macan Putih kini menunggu bukti nyata dari sentuhan sang pelatih yang dipercaya bisa membawa perubahan signifikan di sisa musim.