← Beranda
Jalan Terjal Harapan Bonek! 3 Hal Ini jadi Faktor Krusial Deal Shin Tae-yong dengan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 5 Desember 2025 | 16.53 WIB
Shin Tae-yong menjadi harapan Bonek untuk mengangkat prestasi Persebaya Surabaya. (Instagram @shintaeyong_academy)

JawaPos.com — Pertimbangan finansial, kesepakatan kontrak, dan kesiapan Shin Tae-yong untuk kembali ke Indonesia menjadi tiga faktor paling krusial yang menentukan peluang sang pelatih menangani Persebaya Surabaya. Situasi ini membuat harapan Bonek menghangat, tetapi belum cukup kuat untuk memastikan deal besar tersebut bisa terwujud dalam waktu dekat.

Persebaya Surabaya sedang berada dalam masa pencarian pelatih kepala baru setelah melepas Eduardo Perez, keputusan yang memicu berbagai spekulasi seputar kandidat pengganti.

Di tengah kekosongan kursi tersebut, nama Shin Tae-yong mencuat sebagai sosok idaman suporter.

Bonek yang selalu vokal dalam mendukung klub langsung mengusulkan STY sebagai figur yang dianggap paling layak memimpin proyek kebangkitan Green Force.

Antusiasme ini muncul setelah upaya klub mendatangkan Bernardo Tavares kandas tanpa kesepakatan.

Ketiadaan pelatih tetap membuat manajemen memanfaatkan duet caretaker, Uston Nawawi dan Shin Sang-gyu, untuk mengawal latihan sekaligus memimpin tim di pertandingan.

Kolaborasi ini cukup membantu stabilitas Persebaya Surabaya, termasuk saat menahan imbang Bhayangkara FC dengan skor 1-1.

Meski hasil tersebut memberi sedikit napas segar, Bonek merasa langkah ini tidak bisa menjadi solusi jangka panjang.

Mereka ingin klub menghadirkan pelatih berpengalaman yang mampu membawa Persebaya Surabaya bersaing di papan atas Super League 2025/2026.

Harapan itu kian menguat karena reputasi Shin Tae-yong sudah teruji di level Asia.

Kemampuannya membangun disiplin tim dan menata strategi dianggap sangat cocok untuk memperbaiki performa Green Force yang naik turun dalam beberapa musim terakhir.

Selain itu, kehadiran Shin Sang-gyu di staf kepelatihan Persebaya Surabaya menjadi alasan tambahan bagi suporter.

Keduanya pernah bekerja sama di Timnas Indonesia, sehingga Bonek menilai adaptasi STY tidak akan terlalu sulit jika ia datang.

Komentar-komentar Bonek di media sosial menggambarkan antusiasme besar mereka. “StyTY cocok Iki,” tulis salah satu suporter yang berharap manajemen bertindak cepat.

Ada pula komentar lain yang berbunyi, “STY karo setel, perlu dicoba,” sebagai bentuk dorongan agar klub tidak ragu mengambil langkah besar.

Ungkapan seperti “Disandingno STY muasok iki” menunjukkan betapa kuatnya keinginan mereka agar Persebaya Surabaya digarap oleh sosok berpengalaman tersebut.

Namun dukungan publik tidak otomatis membuat peluang STY kian terbuka lebar. Masalah finansial dan nilai kontrak menjadi batu sandungan yang tidak bisa dianggap sepele bagi klub sebesar Persebaya Surabaya.

Gaji pelatih sekelas Shin Tae-yong tentu berada di level yang memerlukan komitmen tinggi dari manajemen, apalagi ia baru saja berpisah dengan Ulsan HD dan masih memiliki reputasi yang kuat di Korea Selatan.

Kondisi ini membuat keputusan STY kembali bekerja di Indonesia bukan perkara mudah.

Selain aspek finansial, kesiapan mental dan profesional sang pelatih juga ikut memengaruhi. STY perlu mempertimbangkan apakah proyek Persebaya Surabaya sejalan dengan visi jangka panjangnya sebagai pelatih.

Manajemen di sisi lain harus memastikan siapa pun yang ditunjuk tidak hanya mampu memperbaiki performa tim, tetapi juga mengelola ekspektasi Bonek yang selalu tinggi.

Stabilitas tim di tengah kompetisi Super League yang ketat menjadi taruhan besar dalam pengambilan keputusan.

Faktor adaptasi pemain juga harus masuk dalam perhitungan. Meski Shin Sang-gyu sudah memahami lingkungan tim, pelatih kepala baru tetap membutuhkan waktu untuk menyesuaikan gaya melatih dengan filosofi klub.

Jika proses adaptasi tersendat, dampaknya bisa langsung terasa pada performa tim di lapangan. Persebaya Surabaya tentu tidak ingin mengambil risiko yang bisa berujung pada masalah baru.

Di sisi lain, rumor mengenai kandidat lain seperti Bernardo Tavares dan Eduardo Almeida masih terdengar. Dua nama tersebut menawarkan profil berbeda, meskipun belum ada tanda-tanda kesepakatan konkret.

Hingga kini manajemen belum mengumumkan keputusan final terkait pelatih baru. Situasi ini membuat publik menunggu, sekaligus menambah dinamika seputar masa depan Persebaya Surabaya di musim yang mendatang.

Pilihan yang akan diambil klub tidak hanya menentukan arah permainan Green Force, tetapi juga menjadi jawaban atas ekspektasi panjang Bonek.

Dukungan suporter sudah jelas, namun proses menuju kesepakatan dengan pelatih selevel Shin Tae-yong tetap membutuhkan kesiapan di banyak sisi.

Jika Persebaya Surabaya mampu memenuhi kebutuhan finansial dan visi jangka panjang yang diinginkan pelatih, peluang deal ini tetap terbuka.

Namun selama negosiasi belum bergerak signifikan, harapan Bonek masih berada di tengah jalan terjal yang sulit ditebak ujungnya.

EDITOR: Banu Adikara