JawaPos.com — Kondisi Persebaya Surabaya makin apes jelang duel panas pekan ke-15 Super League 2025/2026 karena Bruno Moreira dipastikan menyusul Francisco Rivera absen melawan Borneo FC. Dua pemain kunci lini serang itu harus menepi di saat Green Force membutuhkan kekuatan penuh untuk mengamankan poin di Gelora Bung Tomo.
Kabar buruk ini pertama kali mencuat dari kanal fanbase @persebayafans.27 yang memberikan informasi langsung kepada para pendukung.
Dalam unggahannya, mereka menuliskan, “BREAKING: Bruno Moreira akan absen lawan Borneo FC karena sudah mengantongi empat kartu kuning.”
Dalam unggahan yang sama juga dijelaskan penyebab absennya Rivera yang masih menjalani sisa larangan bermain.
Fanbase tersebut menulis, “Selain Bruno yang Absen, Rivera juga akan absen lawan Borneo karna masih menyisakan satu laga lagi. Lengkap sudah????????”
Akumulasi empat kartu kuning milik Bruno diperoleh dalam empat pertandingan berbeda sesuai regulasi Super League.
Aturannya menyatakan pemain otomatis absen satu laga setelah mencapai empat kartu kuning, sebagaimana tertulis, “Pemain yang memperoleh akumulasi 4 (empat) kartu kuning dalam 4 (empat) Pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League, tidak diperkenankan untuk bermain 1 (satu) kali Pertandingan pada Pertandingan berikutnya setelah akumulasi tersebut tercapai.”
“Aturan larangan satu Pertandingan ini juga berlaku untuk setiap akumulasi 3 (tiga) kartu kuning berikutnya dalam 3 (tiga) Pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League.”
Bruno mendapat kartu pertama pada pekan ke-9 ketika Persebaya Surabaya kalah 1-3 dari Persija di GBT. Wasit memberikan kartu pada menit ke-19 dan Bruno tetap tampil penuh sepanjang laga.
Kartu kedua lahir di pekan ke-12 saat Persebaya Surabaya menahan Persik Kediri 1-1 di Stadion Brawijaya. Bruno mendapat kartu pada menit ke-43 setelah duel berlangsung intens dan kembali dimainkan selama 90 menit.
Pekan berikutnya, duel sengit kontra Arema FC menghasilkan kartu kuning ketiga untuk Bruno. Ia mendapatkannya pada menit ke-80 ketika tensi pertandingan meningkat di GBT.
Akumulasi sempurna empat kartu kuning akhirnya lengkap pada pekan ke-14 saat Persebaya Surabaya bertandang ke Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Wasit memberikan kartu pada menit 90+8 di penghujung laga yang berjalan keras.
Banyak Bonek mempertanyakan mengapa Bruno tetap bermain lawan PSM sebelum melawan Borneo.
Penjelasannya ada dalam unggahan fanbase yang mengatakan, “Kenapa absennya ga lawan PSM? Karna lawan PSM itu pertandingan tunda.”
Di sisi lain, absennya Rivera tidak kalah membuat Bonek panik karena peran gelandang kreatif itu sangat vital. Rivera masih harus menyelesaikan satu laga sanksi sehingga belum bisa diturunkan oleh tim pelatih.
Reaksi Bonek pun bermunculan dan menggambarkan kekhawatiran besar terhadap kondisi skuad. Salah satu Bonek menulis komentar singkat namun penuh makna, “Rivera dan Bruno absen, yo jos.”
Ada pula yang menyoroti kekuatan lawan yang sedang tampil impresif. Seorang Bonek menuliskan, “Borneo lagi kuat kuat e sisan.”
Sebagian lain menilai Bruno terlalu emosional sehingga rentan mendapat kartu kuning yang tak perlu. Hal itu terlihat dari komentar, “Terlalu emosian, kadang protes berlebihan yang gak perlu.”
Bonek lainnya mengekspresikan kepasrahan menghadapi situasi sulit ini. Salah satunya menulis, “Ga onok Bruno, ga onok Rivera waduh ujian apalagi ya Allah.”
Dari semua komentar, suara paling sering terdengar adalah kekhawatiran terhadap ketajaman tim. Bahkan ada Bonek yang menulis dengan singkat, “Bruno absen, Rivera absen,” sebagai bentuk frustrasi melihat kondisi skuad.
Absennya dua pemain inti ini tentu jadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya yang sedang mencari konsistensi. Dua sosok yang menjadi penggerak lini serang harus menepi di laga krusial melawan salah satu tim terkuat musim ini.
Bruno dikenal sebagai pemain yang memberi tekanan tanpa henti ke lini belakang lawan.
Rivera menjadi otak serangan yang sering membuka ruang dan membantu distribusi bola, sehingga kehilangan keduanya membuat kreativitas tim menurun.
Pelatih Persebaya Surabaya harus memutar otak menemukan komposisi ideal untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan dua pemain ini.
Laga di kandang sendiri menjadikan tekanan semakin besar karena ekspektasi kemenangan tetap tinggi.
Persebaya Surabaya akan menjamu Borneo FC pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Gelora Bung Tomo. Pertandingan ini menjadi ujian berat yang harus dilalui dengan skuad pincang dan mental kuat.
Meski situasi sedang tidak berpihak, dukungan Bonek dipastikan tak akan surut. Suasana GBT selalu menjadi energi tambahan yang mungkin bisa mengubah jalannya pertandingan meski tanpa dua pemain penting.
Kondisi ini memang membuat Persebaya Surabaya berada dalam situasi serba sulit. Namun sepak bola selalu memberi ruang kejutan dan kesempatan bagi para pemain pelapis untuk menunjukkan kualitasnya.
Absennya Bruno dan Rivera bisa menjadi momentum pembuktian bagi skuad yang jarang mendapat menit bermain. Jika mampu tampil optimal, absen dua bintang itu justru bisa menjadi titik balik kedewasaan tim.
Situasi apes ini memaksa Persebaya Surabaya menyiapkan strategi baru menghadapi Borneo FC yang sedang tampil solid.
Dengan dukungan penuh tribun Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabyaa berharap tetap mampu bertarung maksimal meski tanpa dua pemain kunci.