← Beranda
Persebaya Surabaya Berubah Taktik: Bruno Moreira Jadi Playmaker, Uji Konsistensi di Bhayangkara FC
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 28 November 2025 | 22.57 WIB
Aksi pemain Persebaya, Bruno Moreira, saat menghadapi Arema FC. (Media Persebaya)
 

JawaPos.com — Bruno Moreira jadi playmaker dalam starting line-up Persebaya Surabaya saat melawat ke markas Bhayangkara FC, dan keputusan ini langsung mencuri perhatian publik sepak bola nasional.

Peran baru gelandang asal Brasil itu menghadirkan gebrakan taktis yang diyakini bisa memperkaya pola serangan Green Force pada pekan ke-14 Super League 2025/2026.

Persebaya Surabaya bertolak ke Stadion Sumpah Pemuda dengan persiapan yang terhitung mepet usai duel sengit melawan Arema.

Uston Nawawi menegaskan timnya tetap siap tempur dan tak ingin menjadikan jarak antarpertandingan sebagai alasan, seraya menegaskan, “Kita hanya punya dua sampai tiga hari persiapan setelah pertandingan Arema.”

Ia menilai jadwal padat bukan hal yang perlu dikeluhkan karena situasi serupa juga dialami lawan. Uston menambahkan, “Jadwal memang mepet, tapi Bhayangkara juga mengalaminya, jadi tidak ada masalah.”

Modal Persebaya Surabaya sedikit lebih baik karena mereka memiliki rekor positif atas Bhayangkara dalam 10 pertemuan terakhir.

Enam kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan memberi catatan historis yang cukup meyakinkan bagi Green Force.

Namun, Uston tidak ingin timnya terlena pada statistik tersebut dan menegaskan pertandingan tetap akan berjalan sulit.

Ia mengingatkan potensi kejutan dari tim papan bawah dengan kalimat yang tegas, “Kita tidak menganggap enteng Bhayangkara.”

Menurutnya, kompetisi sering menghadirkan hasil di luar dugaan terutama ketika tim unggulan menghadapi lawan yang sedang tertekan.

Uston menyampaikan, “Tim papan atas pun sering kesulitan melawan tim papan bawah, itu sudah sering terjadi.”

Ia menyebut kedua tim sudah saling mempelajari karakter permainan masing-masing demi menemukan celah terbaik untuk menyerang.

“Seperti biasa, kami saling mempelajari, baik mereka maupun kami sama-sama menganalisis kekuatan dan kelemahan lawan,” katanya.

Di kubu Bhayangkara FC, laga ini dianggap sangat penting untuk memperbaiki posisi sebelum jeda kompetisi. Pelatih Paul Munster menegaskan timnya menargetkan kemenangan dan memberi instruksi jelas kepada pemainnya.

“Saya tekankan kepada pemain untuk fokus sepanjang pertandingan saat lawan Bhayangkara,” ucapnya.

Ia melanjutkan dengan penegasan lebih keras soal keharusan menang, “Ini adalah pertandingan terakhir sebelum istirahat liga, dan bermain di rumah sendiri, jadi kami bertekad meraih tiga poin.”

Laga yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda pada Jumat (28/11/2025) ini diperkirakan berlangsung cepat dan berintensitas tinggi.

Persebaya Surabaya mencoba mempertahankan konsistensi sementara Bhayangkara butuh kemenangan untuk mengangkat kepercayaan diri.

Sorotan publik Surabaya kemudian tertuju pada keputusan Uston memainkan Bruno Moreira sebagai playmaker, sebuah perubahan yang memberi sentuhan baru dalam formasi.

Keputusan ini dinilai tepat karena Bruno memiliki visi permainan, kontrol bola, dan distribusi yang lebih matang.

Dengan peran baru tersebut, Bruno akan menjadi otak serangan yang menghubungkan lini tengah dan trio depan Persebaya Surabaya.

Keberadaan Paulo Gali Freitas, Malik Risaldi, dan Mihailo Perovic memberi banyak opsi kombinasi untuk memecah pertahanan Bhayangkara.

Uston juga memastikan dua gelandang lainnya, Milos Raickovic dan Sadida Nugraha Putra, akan menjaga keseimbangan sekaligus memberi ruang bagi Bruno untuk bergerak lebih bebas.

Kehadiran keduanya memungkinkan Persebaya Surabaya menekan dan bertahan secara proporsional.

Di lini belakang, Persebaya Surabaya tetap mengandalkan kematangan Leonardo Silva Lelis dan fleksibilitas Rachmat Irianto sebagai tembok pertama sebelum bola mencapai kotak penalti.

Arief Catur Pamungkas dan Dejan Tumbas akan menjadi motor serangan dari sisi sayap ketika ada peluang melakukan overlap.

Pos penjaga gawang tetap dipercayakan kepada Ernando Ari Sutaryadi yang tampil stabil sepanjang musim. Keberaniannya membaca arah serangan lawan menjadi kunci menghadapi agresivitas para pemain Bhayangkara.

Secara keseluruhan, susunan pemain Persebaya Surabaya memperlihatkan komposisi yang lebih ofensif dan penuh kreativitas. Hal ini sejalan dengan karakter Uston yang ingin mendorong tim bermain progresif sejak menit awal.

Pertandingan ini sekaligus menjadi ujian bagi Persebaya Surabaya dalam menjaga konsistensi meski jadwal padat menguras stamina pemain. Kesiapan mental menjadi faktor besar karena tekanan laga tandang biasanya lebih berat.

Dengan ditempatkannya Bruno sebagai playmaker, Persebaya Surabaya berharap bisa menciptakan variasi serangan yang lebih cair dan berbahaya.

Kombinasi sentuhan cepat Bruno dengan kecepatan Gali Freitas di sayap bisa menjadi sumber peluang.

Keputusan ini juga menjadi sinyal Persebaya Surabaya siap bermain agresif demi membawa pulang poin penuh. Identitas permainan lebih menyerang diyakini mampu membantu tim meraih momentum positif.

Berikut starting line-up resmi Persebaya Surabaya menghadapi Bhayangkara FC:

Ernando Ari Sutaryadi; Arief Catur Pamungkas, Leonardo Silva Lelis, Rachmat Irianto, Dejan Tumbas; Milos Raickovic, Sadida Nugraha Putra; Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas, Bruno Moreira Soares, Malik Risaldi; Mihailo Perovic.

EDITOR: Edi Yulianto