← Beranda
Paul Munster Move On! Lupakan Nostalgia, Bhayangkara FC Fokus Total Menangkan Duel Kontra Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 28 November 2025 | 15.30 WIB
Paul Munster tebar ancaman jelang hadapi mantan timnya Persebaya Surabaya. (Dok. Instagram/@coach.munster)

JawaPos.com - Paul Munster memastikan dirinya tak lagi melihat ke belakang ketika harus berjumpa mantan klubnya, Persebaya Surabaya, sebab kini seluruh fokusnya hanya tertuju pada Bhayangkara Presisi Lampung FC. 

Laga panas ini akan digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (28/11/2025) pukul 15.30 WIB.

“Kami fokus untuk laga besok,” tegas Munster dalam konferensi pers jelang pertandingan. 

Duel tersebut menjadi laga kandang terakhir Bhayangkara sebelum jeda paruh musim, sehingga atmosfer persiapan jauh lebih padat dan penuh tekanan.

Munster mengaku paham situasinya karena merupakan mantan pelatih Persebaya Surabaya, tetapi ia memilih menutup lembaran lama itu demi menjaga fokus tim.

“Ya benar saya adalah pelatih Persebaya tapi itu dulu,” ujar Munster menegaskan saat ditanya mengenai perasaannya menghadapi mantan klub.

Ia melanjutkan dengan penuh keyakinan, “Sekarang saya ada di Bhayangkara FC dan fokus saya 100 persen untuk menghadapi pertandingan besok.”

Penegasan itu menunjukkan bagaimana Munster membangun mentalitas baru untuk skuad The Guardians. Ia tak ingin sentimentalitas menurunkan intensitas persiapan, terutama karena Bhayangkara sedang membutuhkan poin penuh setelah kalah 0-1 dari PSIM Yogyakarta pada laga sebelumnya.

Munster menjelaskan dirinya sudah menyiapkan detail analisis terkait performa Persebaya Surabaya.

“Tentu saja menganalisis, dan saya sudah berbicara dengan pemain,” ucapnya memastikan seluruh aspek teknis telah dibedah melalui diskusi intens dengan para pemain.

Selain taktik, Munster juga memperhatikan kondisi skuat secara keseluruhan menjelang duel sarat gengsi ini.

Ia menyinggung kedalaman tim dengan mengatakan, “Hanya Moses yang absen, yang lain berjuang untuk masuk ke starting XI.” Hal ini menunjukkan persaingan internal berjalan ketat dan positif.

Persaingan sehat dalam tim membuat Munster semakin percaya diri untuk menatap laga berat tersebut. Ia menilai para pemainnya kini berada dalam motivasi tinggi, terlebih pertandingan berlangsung di hadapan pendukung sendiri yang selalu menjadi suntikan energi tambahan.

Dari ruang pemain, Dendy Sulistyawan juga memberi sinyal kesiapan tim menghadapi Persebaya Surabaya.

Ia menyebut seluruh pemain Bhayangkara telah mempersiapkan diri semaksimal mungkin dan memiliki tekad kuat untuk kembali meraih tiga poin setelah hasil kurang memuaskan pekan sebelumnya.

Situasi klasemen membuat pertandingan ini semakin menarik karena Bhayangkara berada di peringkat ketujuh dengan 18 poin, sedangkan Persebaya Surabaya menguntit dengan 16 poin di posisi delapan. Kemenangan bakal menjadi penanda penting bagi kedua tim untuk menjaga posisi di papan tengah sebelum jeda kompetisi.

Munster yang dikenal memiliki formasi favorit 4-3-3 defending memaksimalkan gaya permainan terstruktur yang menekankan kedisiplinan transisi.

Dengan 11 gol dan hanya delapan kali kebobolan, Bhayangkara menunjukkan stabilitas yang cukup menjanjikan di bawah kepemimpinanannya. Rata-rata poin 1,50 per pertandingan menunjukkan konsistensi yang cukup baik untuk bersaing di kompetisi yang semakin ketat.

Bagi Munster, laga melawan Persebaya Surabaya bukan hanya soal nostalgia masa lalu, melainkan ujian penting menjaga momentum tim agar tidak terpeleset.

Keberadaan lisensi Pro UEFA membuat Munster memiliki pendekatan taktis yang detail dan terukur di setiap pertandingan. Ia menekankan pentingnya memulai laga dengan intensitas tinggi agar tidak memberi Persebaya Surabaya ruang menguasai jalannya permainan.

Munster juga mengingatkan para pemain agar tampil tenang, disiplin, dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Baginya, efektivitas menjadi kunci karena pertandingan diprediksi berjalan ketat dan bisa ditentukan oleh momen kecil di lapangan.

Walau memiliki kenangan bersama Persebaya Surabaya musim lalu, Munster memastikan tak ada ruang untuk nostalgia dalam laga penting ini.

“Sekarang saya ada di Bhayangkara FC,” ulangnya, menegaskan komitmen penuh untuk membawa timnya kembali ke jalur kemenangan.

Pertandingan ini menjadi panggung bagi Munster untuk membuktikan kapasitasnya bukan dengan cerita masa lalu, tetapi melalui hasil nyata bersama Bhayangkara. Dengan persiapan matang dan semangat tinggi dari para pemain, ia berharap kerja keras mereka terbayar di lapangan.

Bagi Bhayangkara dan para suporternya, kemenangan atas Persebaya Surabaya akan menjadi penutup manis sebelum kompetisi memasuki masa jeda.

Munster telah melepaskan ingatan manis bersama Green Force, dan kini ia berdiri tegak sebagai nahkoda Bhayangkara dengan satu tujuan: menang dan menjaga momentum tetap hidup.

EDITOR: Hendra