JawaPos.com - Dua pemain U-23 Persebaya Surabaya, Toni Firmansyah dan Mikael Tata, dipastikan absen saat Green Force menantang Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-14 Super League akhir pekan ini.
Absennya keduanya membuat pelatih caretaker Uston Nawawi bebas meracik komposisi terbaik karena Persebaya Surabaya otomatis terbebas dari regulasi memainkan pemain U-23 sebagai starter selama 45 menit.
Situasi ini hadir di tengah masa transisi setelah manajemen memutuskan memecat Eduardo Perez sebagai pelatih kepala. Persebaya Surabaya menunjuk Uston sebagai caretaker hingga pelatih baru menyelesaikan proses legalitas kontraknya.
Latihan perdana tanpa pelatih kepala digelar di Lapangan ABC Kompleks Gelora Bung Tomo, Surabaya. Sesi tersebut menjadi momen pertama bagi Uston memimpin tim secara penuh setelah keputusan manajemen.
Uston menegaskan kondisi mental skuad tidak terganggu meski perubahan besar terjadi dalam waktu cepat. “Untuk mental para pemain tidak ada masalah sama sekali,” ujarnya.
Ia menjelaskan sudah bertemu para pemain sehari setelah manajemen memanggil tim untuk menyampaikan situasi terbaru. “Kita jelaskan ke pemain yang terpenting Persebaya nomor satu, dengan begitu pemain akan memahami dan tetap profesional,” katanya.
Pertemuan internal antara tim pelatih dan manajemen juga dilakukan untuk membahas arah persiapan menuju laga di Bandar Lampung. Fokusnya tetap pada pematangan taktik serta menjaga konsistensi permainan Persebaya Surabaya yang masih belum stabil dalam beberapa pertandingan terakhir.
Di tengah persiapan itu, kabar kurang ideal datang saat Toni dan Tata harus bergabung ke TC Timnas Indonesia U-22 untuk persiapan SEA Games 2025. Keduanya hampir pasti tidak tersedia dalam pertandingan penting melawan Bhayangkara FC.
Meski begitu, Uston memandang absennya pemain muda itu memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menyusun komposisi. Ia bisa menurunkan pemain berpengalaman sejak menit awal tanpa harus menyesuaikan line-up hanya untuk memenuhi regulasi pemain U-23.
Toni biasanya menjadi opsi utama untuk mengisi lini tengah dengan mobilitas tinggi. Tanpa kehadirannya, slot tersebut terbuka bagi pemain seperti Tumbas yang mendapat dukungan dari Bonek di media sosial.
Sementara itu, absennya Mikael Tata membuat sektor kiri memerlukan rotasi baru. Beberapa pendapat suporter di kanal Instagram @onlinepersebaya bahkan menyebut peluang bagi Koko Ari untuk kembali tampil sebagai starter.
“Wayahe Koko Ari di Kiri Cak UN ???? Slot Toni untuk Tumbas, Pos Rivera untuk Bruno...,” tulis salah satu Bonek. Komentar lainnya lebih sederhana namun penuh keyakinan, “Wani tok bismillah menang????.”
Di sisi lain, manajemen Persebaya Surabaya disebut sudah mengantongi nama pelatih baru yang akan menggantikan Eduardo Perez. Namun, pelatih tersebut belum bisa bergabung karena masih mengurus legalitas kontrak sebelum resmi diperkenalkan.
Situasi ini membuat Uston memegang peran strategis setidaknya untuk satu pertandingan besar. Ia harus memastikan Persebaya Surabaya tetap kompetitif dan mampu membawa pulang poin dari Stadion Sumpah Pemuda.
Dalam beberapa kesempatan, Uston terlihat tenang memimpin latihan tanpa menunjukkan tekanan berlebihan. Ia lebih fokus menjaga komunikasi dengan para pemain senior agar kestabilan tim tetap terjaga.
Persebaya Surabaya membutuhkan performa solid untuk menghadapi Bhayangkara yang tampil cukup kuat di kandang sendiri. Pertandingan di Bandar Lampung selalu menyajikan tantangan fisik tinggi yang menuntut disiplin sepanjang 90 menit.
Uston berharap fokus para pemain tidak terpecah dengan dinamika internal yang sedang berlangsung. Ia ingin seluruh energi dialihkan untuk pertandingan demi menjaga peluang Persebaya Surabaya memperbaiki posisi di klasemen.
Absennya dua pemain U-23 justru memberi keuntungan taktis bagi Uston untuk mengatur struktur permainan secara lebih bebas. Ia bisa menurunkan komposisi paling ideal sesuai kebutuhan pertandingan tanpa kompromi.
Laga ini juga menjadi ujian karakter bagi para pemain setelah melalui pekan penuh perubahan. Kemenangan akan menjadi sinyal penting Persebaya Surabaya tetap solid meski berada dalam masa transisi pelatih.
Bagi Uston, pertandingan melawan Bhayangkara FC menjadi panggung pembuktian kemampuannya sebagai caretaker. Ia memikul harapan besar suporter yang tetap percaya Persebaya Surabaya mampu bangkit dalam tekanan.
Dengan dukungan penuh Bonek dan motivasi baru yang dibawa perubahan di internal tim, Persebaya Surabaya menatap laga krusial ini dengan keyakinan. Mereka ingin menunjukkan Persebaya Surabaya tetap kuat dan mampu bersaing di papan atas Super League meski sedang dalam masa transisi kepelatihan.