JawaPos.com — Gemuruh Bonek benar-benar terasa setelah kabar merapatnya Bernardo Tavares ke Persebaya Surabaya muncul dari akun fanbase klub @onlinepersebaya. Informasi “Pelatih anyar Green Force itu akan menandatangani kontrak jangka panjang, dengan seluruh dokumen sudah memasuki tahap akhir” langsung menyulut euforia pendukung hijau.
Bonek sontak membanjiri kolom komentar dengan semangat dan kecemasan yang saling tumpang tindih. Sebagian siap mendukung penuh, sementara lainnya memilih waspada agar tidak terjebak ekspektasi berlebih.
Komentar seperti, “Intine tim scouting kudu tepak ben oleh pemain seng genah” menggambarkan harapan agar perubahan tidak berhenti pada sosok pelatih.
Dukungan ini seolah menegaskan Bonek ingin pembenahan dilakukan secara menyeluruh dari struktur tim paling dasar.
Ada pula suara skeptis seperti “Iling. Assisten pelatihe tetap Uston sama saja, lihat aja arahan mainnya”. Kecemasan ini menunjukkan sebagian pendukung meragukan perubahan signifikan jika susunan staf tetap sama.
Meski begitu, optimisme tetap bersinar dari komentar seperti, “Semoga terealisasi dengan coach Bernardo Tavares untuk ke depannya memberikan motivasi kepada para pemain-pemainnya supaya Persebaya Surabaya memuncaki klasemen sementara liga super Indonesia”.
Harapan Bonek mencerminkan kerinduan yang besar pada kebangkitan tim.
Seorang Bonek lain mengingatkan identitas Persebaya Surabaya dengan pesan panjang yang mengena. Ia menulis, “Coach Tavares itu gk jauh beda dengan Coach PM dan Bojan. Persebaya lebih dikenal dengan main ngotot, determinasi tinggi dan fisik yg kuat selama 90 menit di lapangan.”
Pesan itu ditutup dengan sebuah ajakan yang merepresentasikan suara mayoritas Bonek. “Selama hasilnya baik untuk Persebaya kita harus dukung, mari kita dukung.”
Ada pula komentar realistis seperti “Jangan berekspetasi terlalu tinggi, ikutin prosesnya dulu sambil dukung terus Persebaya”.
Kesadaran untuk tidak mengulang siklus memecat pelatih terlalu cepat menjadi refleksi yang kini banyak muncul.
Sebagian fans bahkan langsung membayangkan efek Tavares ke pemain tertentu. “Jos jis bruno mesti tambah super nek dilatih Bernardo tavares,” tulis seorang pendukung penuh antusias.
Namun kritik tetap muncul, termasuk sentilan keras “Percuma nek jek onok Uston”. Nada ini menunjukkan masih ada keraguan pada struktur pelatih yang sudah ada.
Sentimen lainnya menyebut, “Rombak seluruh manajemen. Akarnya dari sana”. Ini mempertebal opini masalah Persebaya Surabaya bukan hanya pada pelatih semata.
Di tengah hiruk-pikuk respons tersebut, keputusan Persebaya Surabaya memecat Edu Perez menjadi titik balik penting musim ini.
Klub mengumumkan “Persebaya hari ini (22/11) memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Perez” hanya beberapa jam setelah laga kontra Arema.
Persebaya Surabaya menegaskan sudah mencapai kesepakatan jangka panjang dengan pelatih baru.
Pernyataan “Persebaya akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas” memunculkan spekulasi pengumuman resmi tinggal menunggu waktu.
Di sisi lain, nama Bernardo Tavares semakin menguat setelah fanbase Persebaya Surabaya membocorkan informasi penting.
“Sejumlah laporan menyebut bahwa sosok tersebut adalah Bernardo Tavares, yang diketahui telah melakukan beberapa pertemuan online dengan Persebaya,” tulis akun tersebut.
Dengan rekam jejak yang cukup panjang, Tavares dianggap sebagai figur yang bisa menghadirkan stabilitas. Pelatih asal Portugal ini memiliki lisensi Pro-UEFA dan menyukai formasi 3-5-2 yang membuat tim lebih solid secara struktur.
Tavares pernah mencatatkan perjalanan impresif bersama PSM Makassar. Ia mengumpulkan 129 pertandingan dengan 55 kemenangan, 44 seri, 30 kekalahan, dan 1,62 poin per pertandingan selama periode melatih di sana.
Pada musim 2025–2026, ia meraih 7 poin dari 6 laga dengan catatan “1 menang, 4 seri, 1 kalah, 1,17 PPP”. Meski tidak terlalu istimewa, pencapaian itu tetap mencerminkan konsistensi permainan yang ia bangun.
Pelatih berusia 45 tahun ini juga mengoleksi empat gelar bergengsi sepanjang kariernya.
Di antaranya gelar Indonesian Champion 2022/2023 bersama PSM, Maldivian Champion dan Maldivian Cup Winner bersama New Radiant SC, serta Macao Champion bersama Benfica de Macau.
Biodata dirinya pun ikut dibagikan penggemar, termasuk nama lengkap “Fernando José Bernardo Tavares”. Detail tersebut makin menguatkan ekspektasi ia adalah sosok yang sudah disiapkan Persebaya Surabaya.
Riwayat kepelatihannya menunjukkan mobilitas tinggi di berbagai negara. Mulai dari Finlandia, Makau, Maladewa, hingga Tanzania, pengalaman ini membuat Bonek percaya Tavares mampu membawa warna baru ke Green Force.
Kini Bonek hanya menunggu momen pengumuman resmi dengan rasa yang campur aduk antara harapan dan kewaspadaan.
Mereka tahu perubahan tidak bisa instan, tetapi datangnya pelatih dengan rekam jejak internasional memberi alasan untuk kembali bermimpi.
Gemuruh dukungan itu terus membesar, terutama karena proses perekrutan disebut sudah “mencapai kesepakatan penuh”.
Bagi Bonek, kedatangan Tavares bukan hanya pergantian pelatih, tetapi simbol awal kebangkitan Persebaya Surabaya.