JawaPos.com - Hasil imbang 1-1 saat melawan Arema FC pada Sabtu, 22 November 2025 membuat manajemen Persebaya Surabaya kehilangan kesabaran dan mengakhiri kerjasama dengan sang pelatih, Eduardo Perez.
Pemecatan yang dilakukan Persebaya terhadap Eduardo Perez menjadikannya sebagai pelatih ke-6 di
Super League yang gugur bahkan sebelum putaran pertama berakhir. Pelatih asal Spanyol tersebut mengikuti jejak Mario Lemos (Persijap Jepara), Alfredo Vera (Madura United), Peter de Roo (Persis Solo), Bernardo Tavares (PSM Makassar), dan Eduardo Almeida (Semen Padang), yang berhenti di tengah jalan.
Adapun nama lain yang juga dikabarkan berpeluang diberhentikan menyusul rentetan hasil buruk yakni Jan Olde Riekerink (Dewa United) dan Ong Kim Swee (Persik Kediri).
Dengan skuad mewah, Dewa United justru terseok-seok di papan bawah klasemen. Posisi Jan Olde Riekerink pun di ujung tanduk meski di ajang AFC Challenge League (ACGL) mampu menembus babak semifinal. Sementara Ong Kim Swee juga belum mampu membawa Persik tampil apik di putaran pertama ini.
Kini masih tersisa 12 nama pelatih yang masih bertahan sejak awal musim. Menariknya, satu-satunya pelatih lokal, Hendri Susilo yang diprediksi bakal kesulitan bersama Malut United, justru mampu tampil konsisten.
Daftar Pelatih Super League yang Masih Bertahan
Fabio Lefundes (Borneo FC)
Jen-Paul Van Gastel (PSIM Jogja)
Carlos Pena (Persita Tangerang)
Bojan Hodak (Persib Bandung)
Mauricio Souza (Persija Jakarta)
Hendri Susilo (Malut United)
Johnny Jansen (Bali United)
Paul Munster (Bhayangkara FC)
Marquinhos Santos (Arema FC)
Jan Olde Riekerink (Dewa United)
Divaldo Alves (PSBS Biak)
Ong Kim Swee (Persik Kediri)