JawaPos.com - Persebaya Surabaya siap memperkenalkan jersey terbaru yang terinspirasi dari kostum musim 1996/1997 saat menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Suporter juga diimbau memakai atribut resmi Persebaya Surabaya agar atmosfer derbi Jatim terasa lebih kompak dan menggigit.
Jersey baru itu menjadi simbol penghormatan terhadap era kejayaan klub, termasuk masa ketika almarhum Bejo Sugiantoro menjadi sosok sentral. Identitas historis tersebut diharapkan memantik semangat pemain dalam duel panas yang penuh gengsi itu.
Laga Persebaya Surabaya melawan Arema FC pada Sabtu sore itu diperkirakan dipadati 30 ribu suporter sesuai kuota kepolisian. Angka penjualan tiket telah menembus lebih dari 20 ribu lembar dan masih terus bergerak hingga menjelang hari pertandingan.
Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno, memastikan penjualan tiket tetap dibuka sampai kuota terpenuhi.
“Penjualan tiket masih berjalan sampai sekarang. Untuk penjualan tiket sesuai kuota kepolisian 30.000, masih running,” ujar Vinno dikutip dari kanal fanbase @emosijiwakucom, Sabtu (22/11).
Ia menegaskan seluruh aspek keamanan sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian agar laga tetap kondusif.
“Untuk antisipasi keamanan berjalan lancar, tim kami juga sudah koordinasi dengan pihak polisi,” imbuhnya menegaskan kesiapan panpel menyambut massa besar.
Koordinasi itu mencakup pola masuk-keluar penonton agar tidak terjadi penumpukan di gerbang utama. Panpel ingin memastikan momen derbi Jatim berlangsung aman, rapi, dan nyaman bagi seluruh pengunjung GBT.
Pertandingan ini tidak hanya menyajikan tensi klasik antara dua rival besar Jawa Timur, tetapi juga pengalaman hiburan yang lebih segar bagi suporter. Panpel membuka gate satu jam lebih awal agar Bonek dan Bonita bisa menikmati suasana stadion sejak sebelum pertandingan. Vinno menyebut konsep hiburan dibuat variatif agar setiap laga kandang punya karakter berbeda.
“Kalau lawan Persija ada ketoprak, lawan Persis ada serabi solo, besok ada bakwan Malang, ada hiburan musik juga,” ujarnya menjelaskan konsep kreatif yang kembali dihadirkan.
Atmosfer pra-laga ini diharapkan dapat menjadi ruang hangat bagi suporter yang datang lebih awal. Mereka bisa membeli jajanan, berfoto, atau sekadar menikmati musik sebelum fokus pada kick-off derbi yang intens.
Persebaya Surabaya juga kembali mengajak seluruh penonton tampil dengan atribut resmi klub agar warna hijau mendominasi seluruh stadion. Identitas visual itu menjadi simbol dukungan total bagi tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi tensi besar lawan Arema FC. Panpel berharap kombinasi suporter yang penuh atribut dan jersey baru yang sarat sejarah dapat menciptakan energi positif bagi skuad Green Force.
Estetika kostum yang terinspirasi era 1996/1997 itu menjadi pengingat perjalanan panjang klub, sekaligus spirit untuk tampil lebih agresif dan percaya diri.
Dari sisi akses, panpel menerapkan skema parkir yang sudah familiar bagi suporter, yaitu sama seperti saat menjamu Persija. “Bisa di depan lapangan ABC, kalau full dialihkan ke sirkuit,” tegas Vinno memastikan alur parkir tetap tertata.
Lapangan ABC menjadi lokasi utama sebelum diarahkan ke area sirkuit jika kapasitas sudah penuh. Skema itu dinilai efektif karena mayoritas suporter sudah terbiasa dengan sistem yang diterapkan pada laga besar sebelumnya.
Panpel juga mengimbau suporter datang lebih awal agar alur kendaraan tidak menumpuk menjelang kick-off. Kedisiplinan waktu dari suporter sangat diperlukan demi kelancaran pertandingan yang menjadi sorotan publik sepak bola nasional tiap musimnya.
Derbi Jatim kali ini membawa cerita berbeda dengan kehadiran jersey baru yang sarat makna. Momen itu menjadi cara Persebaya Surabaya merawat ingatan masa jaya sambil membangun motivasi baru untuk menatap pertandingan penuh rivalitas.
Aksi para pemain nanti diprediksi berlangsung emosional mengingat dukungan besar dari tribun hijau yang selalu menjadi energi tambahan. Suporter pun menanti bagaimana semangat itu diterjemahkan di lapangan dalam bentuk permainan agresif dan penuh determinasi.
Pertarungan ini bukan sekadar tiga poin, tetapi juga kebanggaan dan identitas persepakbolaan Jawa Timur. Jersey baru era 1996/1997, sambutan penuh atribut hijau, serta koreografi dan hiburan pra-laga membuat derbi kali ini terasa lebih berwarna dan bergetar.
Dengan seluruh kesiapan yang dirangkai matang, Persebaya Surabaya siap menyambut Arema FC dalam duel yang kembali menyalakan tensi terbesar sepak bola Jatim. Ribuan pasang mata menunggu bagaimana semangat masa lalu itu kembali hidup di GBT melalui jersey yang membawa memori mendiang Bejo Sugiantoro!