JawaPos.com — Rekor kemenangan beruntun Persija Jakarta semakin mencuri perhatian setelah empat tim asal Jawa Timur dilibas habis, termasuk Persebaya Surabaya. Macan Kemayoran kini berada dalam periode terbaik musim ini sejak memasuki pekan ke-9 Super League 2025/2026.
Kemenangan tandang 3-1 atas Persebaya Surabaya menjadi titik awal kebangkitan Persija Jakarta yang kembali tampil berani dan efisien.
Hasil itu sekaligus membuka jalan menuju rentetan lima kemenangan berturut-turut yang membuat publik mulai membicarakan kestabilan permainan mereka.
Momentum berlanjut saat Persija Jakarta membungkam Madura United dengan skor tipis 1-0 dalam laga penuh intensitas.
Tim ibu kota bermain disiplin dan memaksa tuan rumah tidak mampu menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Saat kembali ke kandang, Persija Jakarta tampil lebih cair dan menundukkan PSBS Biak dengan kemenangan 3-1. Kemenangan ini menambah rasa percaya diri para pemain permainan mereka sudah berada di jalur konsisten.
Arema FC kemudian menjadi korban ketiga dari Jawa Timur ketika Persija Jakarta menang 2-1 di Malang. Pertandingan berlangsung sengit tetapi Macan Kemayoran menunjukkan karakter kuat untuk menjaga ritme hingga akhir laga.
Persik Kediri melengkapi daftar empat tim Jawa Timur yang tumbang setelah Persija Jakarta menang 3-1 pada laga di Stadion Manahan, Surakarta.
Skor itu mempertegas dominasi Persija Jakarta yang konsisten tampil solid baik di kandang maupun tandang.
Pelatih Mauricio Souza menilai timnya tampil lebih baik sepanjang pertandingan meski Persik sempat unggul lebih dahulu. “Kami lebih baik dari lawan sepanjang pertandingan,” kata Souza menegaskan rasa percaya diri timnya.
Ia juga menilai para pemain tetap tenang dan mampu mengontrol permainan meski sempat kebobolan pada babak pertama. “Tapi saya percaya Persija dari menit pertama itu lebih baik dalam pertandingan ini,” ujarnya.
Souza juga menyinggung kondisi lapangan setelah gol Persik yang membuat permainan menjadi tidak ideal.
“Sampai gol mereka, lapangan masih bisa dipakai untuk bermain, setelah gol mereka itu lapangan tidak bisa lagi untuk kita bisa main dengan baik,” katanya menggambarkan situasi pertandingan.
Terkait anggapan wasit berat sebelah dari kubu lawan, Souza memilih menanggapinya dengan santai. “Itu adalah pendapat mereka, mereka membuat banyak pelanggaran,” ucap pelatih asal Brasil tersebut.
Ia bahkan menilai ada situasi yang seharusnya menguntungkan Persija Jakarta ketika Arlyansyah Abdulmanan dilanggar dalam posisi membahayakan gawang.
“Ada juga pelanggaran terhadap Arli itu, karena dia itu mengarah ke gawang, itu seharusnya kartu merah,” tuturnya menegaskan.
Di balik kemenangan itu, Souza memberikan panggung debut kepada pemain muda Figo Dennis yang tampil sebagai pengganti. Momen tersebut menjadi sangat emosional bagi pemain 19 tahun tersebut.
“Pertandingan kali ini sangat penting untuk saya, terutama saya harus berterima kasih dulu kepada pelatih, ofisial dan teman-teman senior,” kata Figo dengan rasa bangga.
Ia menegaskan perjuangannya selama ini tidak mudah dan dukungan rekan setim membuatnya semakin termotivasi.
Deretan kemenangan ini membawa Persija Jakarta makin kokoh di posisi kedua klasemen sementara dengan 26 poin. Laju apik tersebut menjadi bukti keberhasilan Souza menyatukan visi permainan tim dalam waktu yang tepat.
Persija Jakarta kini berada di fase kepercayaan diri tinggi karena mampu menang dengan cara yang berbeda di setiap laga. Ketika menyerang, mereka efektif, dan saat bertahan, mereka tampil lebih disiplin dibanding awal musim.
Dominasi atas empat tim Jawa Timur juga menjadi sinyal meningkatnya keberanian Persija Jakarta dalam menghadapi laga sulit.
Bermain di markas lawan yang dikenal panas tidak membuat mereka goyah dan itu menjadi modal besar menuju persaingan gelar.
Laga berikutnya melawan PSIM Yogyakarta pada 28 November 2025 menjadi ujian lanjutan untuk menjaga momentum kemenangan.
Persija Jakarta yang kembali bermain sebagai tuan rumah tentu memiliki peluang besar memperpanjang rekor positif ini.
Kemenangan beruntun ini sekaligus menegaskan tujuan besar Persija Jakarta untuk kembali menjadi kekuatan utama sepak bola nasional.
Para pemain terlihat semakin padu dalam menerjemahkan arahan Souza yang mengutamakan intensitas dan keberanian menekan.
Empat tim Jawa Timur sudah menjadi korban, dan performa konsisten Persija Jakarta menunjukkan mereka siap menantang siapa pun di sisa musim.
Jika ritme ini terjaga, bukan tidak mungkin Macan Kemayoran akan menjadi kandidat juara yang sangat serius.