← Beranda
Terungkap 3 Alasan Aremania Putuskan Tak Dukung Arema FC Berjuang di Kandang Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 21 November 2025 | 14.51 WIB
Arema FC menang telak di momen ulang tahun mereka ke-38 yang bikin Aremania full senyum. (Media Arema FC)
 

JawaPos.com — Terungkap 3 alasan Aremania putuskan tak dukung Arema FC berjuang di kandang Persebaya Surabaya, dan keputusan ini langsung menyedot perhatian jelang duel pekan ke-13 Super League 2025/2026. Aremania memastikan tidak mendampingi tim Singo Edan ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada laga Sabtu (22/11/2025) pukul 15.30 WIB yang biasanya selalu menghadirkan tensi tinggi.

Pilihan itu lahir setelah seluruh stakeholder suporter melakukan rapat koordinasi di Polda Jawa Timur pada Senin (10/11/2025).

Forum tersebut menjadi titik penting sebelum Aremania mengambil keputusan final terkait kehadiran di laga tandang.

Dalam rapat itu, perwakilan Aremania sepakat tak hadir di venue pertandingan demi meminimalisir potensi kerawanan.

Mereka menegaskan keputusan ini bukan karena gentar menghadapi atmosfer Surabaya, melainkan sebagai langkah strategis menjaga situasi tetap kondusif.

Setelah pertemuan tersebut, Presidium Aremania melanjutkan koordinasi dengan Polrestabes Surabaya.

Dari hasil dialog itu, kembali ditegaskan komitmen suporter Arema tidak akan menuju GBT saat pertandingan berlangsung.

Koordinasi berlapis ini dipandang penting karena partai Persebaya Surabaya kontra Arema selalu menyedot perhatian dan rawan gesekan.

Tidak hadirnya Aremania dianggap menjadi kontribusi besar bagi keamanan publik dan kelancaran pertandingan.

Alasan pertama dari keputusan ini muncul dari kesepakatan keamanan yang disusun bersama otoritas kepolisian.

Aremania memahami absennya suporter tamu akan membantu mengurangi risiko dan memastikan laga berjalan tanpa hambatan.

Kesadaran kolektif ini menjadi dasar kuat karena Aremania memilih menempatkan keselamatan sebagai prioritas.

Mereka ingin memastikan Super League tetap dapat dinikmati tanpa insiden yang bisa merugikan Arema FC atau masyarakat.

Alasan kedua didasari keputusan internal dalam rapat koordinasi di Polda Jawa Timur yang mempertegas sikap tidak hadirnya suporter Arema.

Rapat resmi tersebut menjadi landasan moral supaya seluruh simpatisan benar-benar mematuhi hasil kesepakatan.

Keputusan itu bukan sekadar himbauan biasa karena seluruh korwil sudah diberi pemahaman mengenai urgensi tidak datang ke Surabaya. Sikap seragam ini menunjukkan kedisiplinan Aremania dalam menyikapi situasi sensitif.

Alasan ketiga berakar dari regulasi larangan away yang masih berlaku pada kompetisi musim ini. Aturan itu menegaskan suporter tim tamu wajib absen dari laga tandang demi kepentingan keamanan liga secara menyeluruh.

Aremania memilih patuh sepenuhnya pada regulasi tersebut karena tidak ingin Arema FC terkena sanksi imbas pelanggaran aturan. Kepatuhan ini sekaligus menjadi bukti dukungan mereka terhadap stabilitas kompetisi.

Untuk mempertegas keputusan, Presidium Aremania merilis flyer imbauan lewat akun media sosialnya.

Dalam pernyataan itu tertulis langsung kutipan, “Kami mohon nawak-nawak Aremania dan Aremanita se-jagad raya untuk dapat menahan diri agar tidak hadir di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada saat pertandingan.”

Kutipan ini menjadi penanda komitmen besar yang diambil secara sadar oleh suporter Singo Edan. Presiden Aremania berharap imbauan tersebut dipatuhi tanpa pengecualian oleh seluruh elemen suporter.

Seruan itu juga menjadi pesan moral agar tidak ada yang mencoba melanggar kesepakatan resmi demi kepentingan pribadi. Mereka ingin keputusan bersama ini benar-benar dijalankan demi menjaga nama baik Arema FC.

Keputusan absen ini sontak menimbulkan respons beragam karena laga sebesar Persebaya Surabaya vs Arema biasanya menjadi magnet bagi suporter.

Namun mayoritas Aremania memahami pentingnya langkah ini dan menganggapnya sebagai wujud kedewasaan.

Meski tak hadir secara langsung, dukungan kepada Arema FC tetap mengalir dari Malang dan berbagai daerah. Aremania mulai menyiapkan nonton bareng serta aktivitas kreatif untuk mengiringi perjuangan tim kebanggaan mereka.

Situasi ini memperlihatkan evolusi positif suporter yang kini lebih mengedepankan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi.

Dukungan mereka tidak hanya hadir dalam bentuk konvoi dan tribun, tetapi juga lewat sikap matang menjaga stabilitas kompetisi.

Walau laga panas di GBT berlangsung tanpa suporter Arema, tensi pertandingan tetap tinggi mengingat rivalitas klasik kedua klub. Duel pekan ke-13 ini makin menyita perhatian setelah keputusan besar Aremania menjadi bahasan publik.

Pada akhirnya, keputusan tidak datang ke Surabaya menjadi cermin komitmen Aremania menjaga keamanan, mematuhi aturan, dan melindungi kehormatan klub.

Mereka menunjukkan loyalitas dengan cara yang lebih dewasa dan tetap memberikan energi positif bagi perjalanan Arema FC di musim ini.

EDITOR: Edi Yulianto